Eyang Aby, saya tertarik menanggapi soal nasionalisme kita belum selesai (?). 
Bagaimana penjelasannya  ?  Pakar  siapa yang menyatakannya, mohon dijelaskan 
supaya  penyingkapan  gagasannya bisa agak jelas dan "tidak misterius". Maaf 
saya benar-benar nggak tahu. Jika Eyang menggunakan pola atau teknik dongeng 
dalam diskusi ini, yang  biasanya mengakhiri suatu episode tayangan dengan 
situasi penuh tanda tanya untuk mengundang  rasa ingin tahu dan penasaran  para 
pendengar saya kira bagus juga. 

Bagi saya, meskipun beberapa bagian masih samar-samar, nasionalisme sudah 
selesai dalam rumusan singkat yaitu cinta tanah air. Saya yang lahir di bumi 
Nusantara cinta tanah air bagaikan sesuatu yang given, nggak bisa dihindari. 
Nah, karena tidak bisa mengelak seinchi sekalipun, maka berlaku pepatah Jawa 
"tresno mergo kulino" cinta karena terbiasa bergaul. Peristiwanya mirip dengan 
jaman kuno ketika seorang pria atau wanita dikawinkan secara paksa oleh orang 
tua mereka. Ya itu harus diterima dan selesai ! Proses untuk mencintai itulah 
yang semestinya menjadi penting.

Hal ini tentu berbeda jika kita orang asing, tidak ada kaitan dengan Nusantara 
sama sekali, lalu "terpaksa" hidup di Indonesia. Baginya ada peluang untuk 
terus mencintai atau memutuskan putus hubungan, seperti kata iklan putus 
hubungan dengan nyamuk ! Jika kasusnya seperti ini, barangkali nasionalisme 
belum selesai bagi dirinya. 

Salam,



Djarot Purbadi



http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK]

http://arsitekturnusantara.wordpress.com

http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com

--- On Wed, 9/2/09, hengky abiyoso <[email protected]> wrote:

From: hengky abiyoso <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Re: (2) Indonesia : Negeri Dgn Nasionalisme  
Compang-Camping
To: [email protected]
Date: Wednesday, September 2, 2009, 4:45 AM






 




    
                  +++++: Indonesia (what ever that is) adalah sangat jamak.. 
bukan hanya Agama, Suku, etnis, bahasa.. tapi juga kelas..
sayangnya, dokumen-2 sejarah pembentukan bangsa ini sering melupakan realitas 
bahwa didalam masyarakat pribumi pun ada kelas..
penindasan oleh pribumi kelas borjuis
 terhadap pribumi kelas proletar jarang sekali dianggap sebagai bentuk 
'penjajahan' .. sehingga ketika 'merdeka' dianggap sebagai negasi dari 
'penjajahan' ... penindasan oleh pribumi borjuis tetap lestari..
>>>>>: Sementara pakar mengatakan bahwa nasionalisme Indonesia adalah 
>>>>>nasionalisme yang belum selesai…. Setidaknya tak kurang dari 32 tahun 
>>>>>kekuasaan orba…. nasionalisme kita bukan semakin dimatangkan tapi justru 
>>>>>dirusak…. Wajar bhw hari ini nasionalisme kita
 jadi menurun dan belum dapat dibanggakan….. 

+++++: apa arti kemerdekaan bagi si-miskin yang sejak pra-1945 masih miskin?
apa arti nasionalisme bagi mereka yang luntang-lantung menyabung nyawa untuk 
sekeping ringgit?
>>>>>: Saya kira artinya bisa macam2….. setidaknya simiskin sejak pra 1945 bisa 
>>>>>katakan bhw setelah merdeka mereka tak lagi perlu takut pada kebengisan 
>>>>>tentara
 belanda seperti westerling ….. atau  mereka tak lagi perlu setiap kali lewat 
tangsi tentara jepang harus membungkuk atau kalau tidak akan dihajar habis…….  
Bagi simiskin lainnya sekelas TKI yg harus menyabung nyawa dinegeri orang…. 
wajar bila mereka tak terlampau berpikir yg muluk2….. maklum.. namanya juga 
simiskin yg tak jarang juga sekaligus tak berpendidikan tinggi dan mungkin juga 
tak sedikit yg berkecerdasan kurang…… jadi wajar kalau visinya cekak dan 
dangkal…...  
Saya kira yg perlu ditanyakan justru apa arti kemerdekaan (dengan nasionalisme 
yg belum selesai ini) bagi sikaya dan bagi kelas menengah kita yg telah cukup 
berpendidikan (apalagi bagi yg pernah duduk disekolah2 tinggi terbaik negeri 
ini dgn kelas2 terbatas)  dan berpenghasilan lumayan dan tinggal dikompleks2 
perumahan2 hasil dari kemerdekaan dan bukan tinggal dirumah kumuh…..….. saya 
lihat teknologi tinggi seperti blackberry atau mailinglist masih sekedar 
dipakai utk keperluan murahan berhaha-hehe saja atau sekedar utk sibuk 
mendiskusikan masalah2 yang menyangkut kepentingan2 pribadi saja yg sedang 
terganggu... . seperti misalnya perkara
 parkir 1000 naik jadi 2000  dan  diskusi berbagai perkara ecek2  pribadi 
lainnya yg tentu memalukan kalau hanya itu2 saja yg dapat diperbuat oleh kelas 
menengah dari bangsa kita…… yg supposed seharusnya menjadi ujung tombak 
pembaharuan……….

 
+++++: Nasionalisme hanya jadi alat legitimasi elite nasionalis untuk tetap 
berkuasa.. PDIP merapat ke Demokrat saja dianggap Taufik Kiemas sebagai langkah
 penyelamatan Pancasila dan Nasionalisme. . apa-apa-an ini?
>>>>>: kalau nasionalisme salah satunya adalah spt cerita yg diekspos tsb 
>>>>>diatas….. bolehlah kalau kita mau geleng kepala…… tapi saya kira 
>>>>>nasionalisme kita bukan hanya perkara2 negatip semacam itu saja……. Ada 
>>>>>juga misalnya airmata yg menetes haru tatkala pada pesta olimpiade dunia 
>>>>>sang merah putih berkibar disana…..  
Satu hal yang amat penting bagi bangsa ini saya kira adalah apa sumbangan anda 
atau kita semua bagi pembentukan nasionalisme kita yang belum selesai 
ini......... dan anda atau kita ini  menjadi bagian dari kelompok yg mana?…. Yg 
akan turut bekerja keras menyempurnakan nasionalisme kita….. ataukah hanya akan 
puas menjadi bagian dari kelompok mereka yg hanya akan selalu bersikap sinis 
dan mengejek saja terus pada nasionalisme kita yang belum selesai ini...... 
sementara anda atau kita lahir dan tinggal dinegeri yg namanya Indonesia ini 
dan sekali dua anda atau kita telah dibesarkan dengan nasi yang biji padinya 
tumbuh ditanah negeri ini…. lauk ikannya dulunya hidup dari air sungai dan laut 
negeri ini …...dan tatkala haus anda atau kita minum dgn air negeri ini 
pula……....  
   
Trims atas tanggapannya dan salam, 
 

--- On Tue, 9/1/09, Harya Setyaka <harya.setyaka@ ........> wrote:


From: Harya Setyaka <harya.setyaka@ .........>
Subject: Re: [referensi] Re: (2) Indonesia : Negeri Dgn Nasionalisme 
Compang-Camping
To: refere...@yahoogrou ps.com
Date: Tuesday, September 1, 2009, 7:45 AM


Indonesia (what ever that is) adalah sangat jamak.. bukan hanya Agama,
Suku, etnis, bahasa.. tapi juga kelas..
sayangnya, dokumen-2 sejarah pembentukan bangsa ini sering melupakan
realitas bahwa didalam masyarakat pribumi pun ada kelas..
penindasan oleh pribumi kelas borjuis terhadap pribumi kelas proletar
jarang sekali dianggap sebagai bentuk 'penjajahan' .. sehingga ketika
'merdeka' dianggap sebagai negasi dari 'penjajahan' ... penindasan oleh
pribumi borjuis tetap lestari..

apa arti kemerdekaan bagi si-miskin yang sejak pra-1945 masih miskin?
apa arti nasionalisme bagi mereka yang luntang-lantung menyabung nyawa
untuk sekeping ringgit?

Nasionalisme hanya jadi alat legitimasi elite nasionalis untuk tetap berkuasa..
PDIP merapat ke Demokrat saja dianggap Taufik Kiemas sebagai langkah
penyelamatan Pancasila dan Nasionalisme. . apa-apa-an ini?


Salam,
-K-


On 8/30/09,
 hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com> wrote:
> Milisters ysh,
> Sumpah Pemuda  28/10/1928 adalah Proklamasi ttg Kebangsaan Indonesia yang
> merupakan ikrar tentang eksistensi bangsa (nation) dan  rasa kebangsaan
> (nationalism) Indonesia  yg telah tumbuh puluhan tahun sebelumnya dlm upaya
> perjuangan melawan kolonialis Belanda…...
> Perjuangan bangsa Indonesia tsb pada 17/8/1945 mencapai titik kulminasinya
> dengan diproklamasikannya Kemerdekaan Indonesia oleh
> Soekarno-Hatta……menunjukan bhw nasionalisme Indonesia sudah menjadi semangat
> perjuangan menuju berdirinya sebuah ruang geografis bernama negara Republik
> Indonesia….
> Ada 2 substansi penting Nasionalisme Indonesia : Pertama….. kesadaran ttg
>  persatuan dan kesatuan
 bangsa Indonesia yang terdiri atas banyak suku,
> etnik, bahasa daerah dan agama……. Kedua…… kesadaran bersama bangsa Indonesia
> dalam menghapuskan segala bentuk penjajahan dan penindasan dari bumi
> Indonesia………
> Semangat dari kedua substansi tsb  tercermin dalam teks Proklamasi
> Kemerdekaan pada tanggal 17/8/1945 spt dengan jelas dinyatakan  “atas nama
> bangsa Indonesia”…… maupun dlm Pembukaan UUD 1945 yg secara tegas dikatakan
> : …."Segala bentuk penjajahan dan penindasan di dunia harus dihapuskan
> karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. "…………
> Salam,
>
>
>


------------ --------- --------- ------

Komunitas Referensi
http://groups. yahoo.com/ group/referensi/ Yahoo! Groups Links








      
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke