Pak, kalao ditanyakan kepada korban Kedungombo.., korban G30S, Tanjung Priok, sepertinya kebengisan Westerling diwarisi oleh TNI dan juga aparat-2 berlogo Garuda Pak..
Apa Bapak pernah berbagi rasa dengan ibu-2 korban Semanggi? Westerling tidak pernah membunuh bangsa kulit putih Pak.. Benar.. itu memang masa OrBa.. Sekarang kita sedang mengumpulkan keping-2 nasionalisme dan berusaha untuk merekatkannya kembali. Namun sementara itu OrBa juga mulai revivalisme .. Tommy & Tutut* *mulai bangkit.. * *Mungkin yang juga perlu ditanyakan adalah; apa makna Kemerdekaan bagi para elite penghisap? Mereka lebih legitimate menghisap dibanding Belanda? Jangan-2 kemerdekaan itu adalah pribumisasi kekuasaan? Tentunya akan banyak yang mendukung menuntaskan Nation-building, kalao saja mereka yakin dukungan tersebut tidak akan dijadikan tungganggan bagi elite-2 penghisap.. Salam, -K- * * > > * > +++++: apa arti kemerdekaan bagi si-miskin yang sejak pra-1945** masih > miskin? > apa arti nasionalisme bagi mereka yang luntang-lantung menyabung nyawa > ** **untuk sekeping ringgit? > *>>>>>: Saya kira artinya bisa macam2….. setidaknya simiskin sejak pra > 1945 bisa katakan bhw setelah merdeka mereka tak lagi perlu takut pada > kebengisan tentara belanda seperti westerling ….. atau mereka tak lagi > perlu setiap kali lewat tangsi tentara jepang harus membungkuk atau kalau > tidak akan dihajar habis……. > > Bagi simiskin lainnya sekelas TKI yg harus menyabung nyawa dinegeri orang…. > wajar bila mereka tak terlampau berpikir yg muluk2….. maklum.. namanya juga > simiskin yg tak jarang juga sekaligus tak berpendidikan tinggi dan mungkin > juga tak sedikit yg berkecerdasan kurang…… jadi wajar kalau visinya cekak > dan dangkal…... > > Saya kira yg perlu ditanyakan justru apa arti kemerdekaan (dengan > nasionalisme yg belum selesai ini) bagi sikaya dan bagi kelas menengah kita > yg telah cukup berpendidikan (apalagi bagi yg pernah duduk disekolah2 tinggi > terbaik negeri ini dgn kelas2 terbatas) dan berpenghasilan lumayan dan > tinggal dikompleks2 perumahan2 hasil dari kemerdekaan dan bukan tinggal > dirumah kumuh…..….. saya lihat teknologi tinggi seperti blackberry atau > mailinglist masih sekedar dipakai utk keperluan murahan berhaha-hehe saja > atau sekedar utk sibuk mendiskusikan masalah2 yang menyangkut kepentingan2 > pribadi saja yg sedang terganggu.... seperti misalnya perkara parkir 1000 > naik jadi 2000 dan diskusi berbagai perkara ecek2 pribadi lainnya yg > tentu memalukan kalau hanya itu2 saja yg dapat diperbuat oleh kelas menengah > dari bangsa kita…… yg supposed seharusnya menjadi ujung tombak > pembaharuan……….* > > *** > > *+++++: Nasionalisme hanya jadi alat legitimasi elite nasionalis untuk > tetap berkuasa.. PDIP merapat ke Demokrat saja dianggap Taufik > Kiemas**sebagai langkah > ** **penyelamatan Pancasila dan Nasionalisme.. apa-apa-an ini? > *>>>>>: kalau nasionalisme salah satunya adalah spt cerita yg diekspos tsb > diatas….. bolehlah kalau kita mau geleng kepala…… tapi saya kira > nasionalisme kita bukan hanya perkara2 negatip semacam itu saja……. Ada > juga misalnya airmata yg menetes haru tatkala pada pesta olimpiade dunia > sang merah putih berkibar disana….. > > Satu hal yang amat penting bagi bangsa ini saya kira adalah apa sumbangan > anda atau kita semua bagi pembentukan nasionalisme kita yang belum selesai > ini......... dan anda atau kita ini menjadi bagian dari kelompok yg mana?…. > Yg akan turut bekerja keras menyempurnakan nasionalisme kita….. ataukah > hanya akan puas menjadi bagian dari kelompok mereka yg hanya akan selalu > bersikap sinis dan mengejek saja terus pada nasionalisme kita yang belum > selesai ini...... sementara anda atau kita lahir dan tinggal dinegeri yg > namanya Indonesia ini dan sekali dua anda atau kita telah dibesarkan > dengan nasi yang biji padinya tumbuh ditanah negeri ini…. lauk ikannya > dulunya hidup dari air sungai dan laut negeri ini …...dan tatkala haus > anda atau kita minum dgn air negeri ini pula…….... > > > > Trims atas tanggapannya dan salam, > >

