Saya tertarik dengan naskah tsb. karena attachment di-cekal oleh 'wenang' nya yahoo, mohon dikirimkan via Japri. Tks byk, -K-
2009/9/2 R. Yando Zakaria <[email protected]> > > > Uda Eka dan lainnya ysh., > > Sebagai pembanding atas tulisan Pak Sjaf ini, sila dilihat 2 buku saya yang > pernah saya sebutkan dalam kesempatan komunikasi yang lalu-lau (Bih Tandeh > (2000), dan “merebut Negara’ (2004). > > > > Lebih dari itu, saya kira, para founding father sudah sangat cerdas memamah > substansi ini, yang kemudian bermuara pada perumusan Pasal 18 UUD 1945, > khususnya lagi sebagaimana yang tercantum dalam Penjelasaanya, pada Butir > II. Saya kutipkan: “Dalam territoir Negara Indonesia terdapat lebih kurang > 250 “Zelfbesturende landschappen” dan “Volkgemeenschappen”, seperti desa di > Jawa dan Bali, negeri di Minangkabau, dusun dan marga di Palembang dan > sebagainya. Daerah-daerah itu mempunyai susunan asli dan oleh karenanya > dapat dianggap sebagai daerah yang bersifat istimewa. Negara Republik > Indonesia menghormati kedudukan daerah-daerah istimewa tersebut dan segala > peraturan negara yang mengenai daerah-daerah itu akan mengingati hak-hak > asal-usul daerah tersebut”. > > > > Menurut saya, pernyataan itu jauh ‘lebih maju’ ketimbang Konvensi > Montivedeo, yang masih terbelenggu oleh sentimen kategori-kategori > etnisitas/kesukubangsaan, yang bertentangan dengan semangat sumpah pemuda. > Sayangnya di Pasal 18 itu masih ‘dicemari’ “Zelfbestrende landschappen” > (daerah swapraja) yang dalam beberapa kasus juga ‘merampas’ hak asal-usul > “Volkgemeenschappen”. Sesuai dengan hakekat hak yang terkait pada > “Zelfbestrende landschappen”, saya setuju kalau hak istimewa itu dihapuskan > sama sekali di bumi pertiwi ini. Tetapi tidak untuk hak-hak yang melekat > pada “Volkgemeenschappen”. Mungkin itu pula, mungkin, yang membedakan > keberadaan dan agenda-agenda perjuangan ‘Sekretariat Masyarakat Hukum > Adat”-nya Pak Sjaf dkk. dengan “Aliansi Masyarakat Adat Nusantara”/AMAN. > > > > Salam, > > ryz > > > > *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On > Behalf Of *- ekadj > *Sent:* 01 September 2009 22:05 > *To:* [email protected]; [email protected] > *Subject:* Re: [referensi] Re: (2) Indonesia : Negeri Dgn Nasionalisme > Compang-Camping [1 Attachment] > > > > > > *[Attachment(s) <#12378f8774ebe9ff_TopText> from - ekadj included below]* > > > Pak Aby, Yando, Harya ysh. > > Kalau tidak salah saya menyimpan satu tulisan dari Dr. Saafrudin Bahar, > terakhir beliau komisioner di Komnas HAM, dan juga mengikuti milis > Futurologi. Saya sampaikan terlampir, mudah-mudahan Pak Saaf tidak > berkeberatan, dan berkenan menyampaikan pandangan lanjutan. Salam. > > > > -ekadj > > 2009/9/1 Harya Setyaka <[email protected]> > > Indonesia (what ever that is) adalah sangat jamak.. bukan hanya Agama, > Suku, etnis, bahasa.. tapi juga kelas.. > sayangnya, dokumen-2 sejarah pembentukan bangsa ini sering melupakan > realitas bahwa didalam masyarakat pribumi pun ada kelas.. > penindasan oleh pribumi kelas borjuis terhadap pribumi kelas proletar > jarang sekali dianggap sebagai bentuk 'penjajahan'.. sehingga ketika > 'merdeka' dianggap sebagai negasi dari 'penjajahan'... penindasan oleh > pribumi borjuis tetap lestari.. > > apa arti kemerdekaan bagi si-miskin yang sejak pra-1945 masih miskin? > apa arti nasionalisme bagi mereka yang luntang-lantung menyabung nyawa > untuk sekeping ringgit? > > Nasionalisme hanya jadi alat legitimasi elite nasionalis untuk tetap > berkuasa.. > PDIP merapat ke Demokrat saja dianggap Taufik Kiemas sebagai langkah > penyelamatan Pancasila dan Nasionalisme.. apa-apa-an ini? > > > Salam, > -K- > > > > On 8/30/09, hengky abiyoso <[email protected]> wrote: > > Milisters ysh, > > Sumpah Pemuda 28/10/1928 adalah Proklamasi ttg Kebangsaan Indonesia yang > > merupakan ikrar tentang eksistensi bangsa (nation) dan rasa kebangsaan > > (nationalism) Indonesia yg telah tumbuh puluhan tahun sebelumnya dlm > upaya > > perjuangan melawan kolonialis Belanda…... > > Perjuangan bangsa Indonesia tsb pada 17/8/1945 mencapai titik > kulminasinya > > dengan diproklamasikannya Kemerdekaan Indonesia oleh > > Soekarno-Hatta……menunjukan bhw nasionalisme Indonesia sudah menjadi > semangat > > perjuangan menuju berdirinya sebuah ruang geografis bernama negara > Republik > > Indonesia…. > > Ada 2 substansi penting Nasionalisme Indonesia : Pertama….. kesadaran ttg > > persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang terdiri atas banyak suku, > > etnik, bahasa daerah dan agama……. Kedua…… kesadaran bersama bangsa > Indonesia > > dalam menghapuskan segala bentuk penjajahan dan penindasan dari bumi > > Indonesia……… > > Semangat dari kedua substansi tsb tercermin dalam teks Proklamasi > > Kemerdekaan pada tanggal 17/8/1945 spt dengan jelas dinyatakan “atas > nama > > bangsa Indonesia”…… maupun dlm Pembukaan UUD 1945 yg secara tegas > dikatakan > > : …."Segala bentuk penjajahan dan penindasan di dunia harus dihapuskan > > karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan."………… > > Salam, > > >

