--- In [email protected], Harya Setyaka <harya.sety...@...>
wrote:
>
> Mohon ralat sebagai catatan; saya tidak punya dugaan apa-2 mengenai si
> Geert.
>
Salah! Si Geert ini sudah dikenal reputasinya sejak 2-3 tahun yang lalu.

> Yang bagi saya 'shocking' adalah; ternyata dalam thread ini ada
> 'generalisasi' terhadap dua individu yang berbeda; satu seorang pemuda
yg
> ber-sepeda-motor membentak Pak Hendro di taman dan satu lagi seorang
Suami
> yg tinggal di apartemen atas di Rotterdam-- sebagai satu entitas: 'Si

Salah! Tidak ada tulisan tentang 'membentak'.

> Maroko' ... tanpa sedikitpun kita ragukan bahwa perilaku kedua
individu
> lepas tersebut adalah dilatar-belakangi hal lain yang non-genetik,
> non-kultural dan non-origin.

Salah! Itu kisah tentang 'consociates', tidak bisa ditarik generalisasi.

> Begitupula si Geert, yang lantas disebut sebagai jenis primata
atoleran,
> dalam men-generalisir para imigran Muslim di Eropa.
>
Betul! Perlu penghayatan 1 siklus kehidupan untuk menangkap emic's
meaning. Geertz mengatakan, manusia yang berbudaya itu berpikir pun
sudah publik. Tapi srigala yang selalu menyeringai adalah homo homini
lupus. Primata berbudaya (homo habilis) baru dimulai 2,3 juta tahun yang
lalu, ditandai dengan ceruk (niche) pada tengkorak atas. Saya lihat di
foto si Geert ini masih memiliki 'thinner cranial bone'. Silahkan
periksa!

> Lantas; apakah seorang kelahiran Papua, yang keturunan ras Melanesia,
lalu
> sah untuk berapriori kepada 'si Jawa' karena kawannya disiksa Polisi
> kelahiran Jawa?
>
Contoh perbandingan tidak pas. Belajarlah memahami emic, bukan logika,
karena masyarakat itu membangun kategori-kategorinya sendiri.

> >> Karen Fog Olwig: 'God created the earth for people to go and from,
not to
> stay in one place"
>
> Lalu mengapa ada 'Kepemilikan Lahan' ? Mengapa ada pagar rumah -
bangunan?
> Tapi memang dari 4 kata pertama dalam kutipan si Olwig pun sudah dapat
> diketahui bahwa si Olwig ini hanya sedang ber-sastra-ria.. tidak ada
nilai
> ilmiahnya sama sekali.
>
Salah! Perlu waktu 2 tahun di Karibia untuk sampai pada kalimat itu;
sama dengan ilmuwan mengerti konsep 'immitation' setelah 7 tahun
memelototi Macaca. Olwiglah yang pertama kali memperkenalkan istilah
'deterritorialized world', dan terus berkembang menjadi konsep populer
saat ini: 'third culture kids', terutama setelah ada fenomena Obama.

> Salam,
> -K-


Saran: daripada berkomentar ringkas, sebaiknya kembangkan juga kemampuan
ber-proposisi secara lengkap. Salam.


Kirim email ke