Mas Fajar ysh.
Trims atas postingnya yg sudah seolah mewakili pandangan saya…. Krnnya dgn itu 
saya tak usah lagi banyak menanggapi postingnya mas Koko……...
Satu lagi yg brkali boleh ditambahkan adlh bhw pemindahan ibukota Brazil ke 
Brasilia sebenarnya banyak dimotivasi oleh pasal dari UU Brazil 1891 yg 
menyatakan ttg “ibukota harus dipindahkan dari Rio de Janeiro kesuatu tempat yg 
dekat dgn pusat negeri”…. Dimana rencana itu sendiri sebenarnya jg didasarkan 
pd rencana lebih awal pada 1827 dimana penasehat dari Kaisar Portugis Pedro I, 
José Bonifacio mengajukan rencana ke semacam MPR disana ttg rencana kota baru 
bernama Brasilia dgn ide awalnya  ingin memindahkan ibukota itu lbh kearah 
barat dari Rio  yg kala itupun sudah dianggap terlampau padat penduduknya……. 
Juga utk rekan EkoBK…. Saya kira ini bukan masalah  kejadian ‘salah obat’ di 
Brazil sana…… namun malah yg terjadi adlh  ‘salah memandang diagnosa’ dari 
kejauhan disuatu lokasi diluar Brazil……….Salam,
aby
  

--- On Wed, 12/23/09, [email protected] <[email protected]> 
wrote:


From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Tgp (2a) Fwd: Ibukota INdoneSia PIndaH ???
To: [email protected]
Date: Wednesday, December 23, 2009, 1:27 AM


  








Bisa jadi, kekumuhan Sao Paulo dan Rio de Janeiro merupakan dampak langsung 
dari besarnya jumlah penduduknya yang juga diwarnai oleh tingginya laju 
pertumbuhan penduduk di satu sisi, dengan karakter kemampuan kapasitas 
pemerintah lokal (kota, metropolitan dan aglomerasi metropolitan serta 
kerjasama di antaranya) yang tidak mampu berkembang seiring dengan besaran 
jumlah dan tingginya laju pertumbuhan penduduk tsb.
 
Kondisi seperti ini tidak hanya terjadi dan menjadi persoalan bagi kota-kota 
raksasa (megacities) di negara2 berkembang aja, tapi juga menjadi karakter bagi 
beberapa kota raksasa di negara maju...
 
Menurut saya, pemindahan dan pembangunan ibukota ke Brasilia bukan untuk 
mengatasi kekumuhan di Sao Pauo atau di Rio de Janeiro. Di samping tujuan 
utamanya untuk memindahkan ibukota dari sebuah kota pesisir yang ramai ke 
kawasan pedalaman yang belum berkembang, kalau dikaitkan dengan kekumuhan di 
Sao Paulo dan Rio ya paling cuma agar pertumbuhan penduduk di Rio dan Sao Paulo 
yang sudah sedemikian besar jumlah penduduknya tidak selalu tetap tinggi. 
Harapannya adalah pembukaan pusat-pusat aktivitas baru di kawasan pedalaman 
Brasil bisa memperlambat laju pertumbuhan penduduk di kedua buah kota raksasa 
Brasil tadi. Dengan demikian, kekurangan sediaan yang telah terjadi (backlog) 
di kedua buah kota tersebut bisa lebih mudah tertangani. Tapi sekali lagi, 
menurut saya, ini mungkin adalah hanya sebuah harapan / ekspektasi. Sedangkan 
bagaimana hasil / resultat-nya yang sebenarnya perlu dicari tahu lewat 
hasil-hasil riset yang spesifik mengenai hal itu (kalau
 ada)...
 
Mungkin segitu dulu ah pendapat saya...
 
Salam,
 
Fadjar Undip
 


--- On Wed, 12/23/09, Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com> wrote:


From: Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com>
Subject: Re: [referensi] Tgp (2a) Fwd: Ibukota INdoneSia PIndaH ???
To: refere...@yahoogrou ps.com
Date: Wednesday, December 23, 2009, 3:15 PM


  


Tapi kekumuhan di Sao Paulo dan Rio tetap tak terselesaikan. .
apa gak salah obat nih?
-K-




























Brasilia yg dikembangkan pd 1956…. Ibukota baru dari Brazil itu juga kini 
berpenduduk 2,5 juta atau 3.6 juta kwsn metropolitannya… dan menjadi kota 
terbesar ke-4 di Brazil……. Banyak jg perusahaan nasionalnya yg berkantorpusat 
disana….. Brasilia berkembang tidak berbasis industri manufaktur tetapi 
berbasis kegiatan konstruksi dan pelayanan/ jasa2… GDPnya terbagi atas Public 
Administration 54.8%, Services 28.7%, Industry 10.2%, Commerce 6.1%, 
Agribusiness 0.2%.......... pd 1987 Unesco menetapkan Brasilia sbg bagian dari 
world heritage…………
 









      

Kirim email ke