Kalau membaca info dr pak budi, pindahnya fungsi pemerintahan dari KL ke PJ itu 
lebih pada kapasitas lahan KL yg gak memungkinkan lagi. Bukan utk 
meng-entertain tujuan regional growth equalities, makanya pindahnya hanya 
beberapa km saja.
Mungkim malaysia lebih percaya solusi lain utk regional equalities, tidak 
sekedar memindahkan ibukota sejauh lebih dari 800km

Atau mau belajar dari myanmar yang memindahkan ibukotanya dari Yangon ke 
Nayphidaw, 300km jaraknya, tapi tepat di central point of myanmar, dan semua 
berdasarkan advis penasihat2 spiritual Jenderal Than Swe.  Jangan2 yang punya 
wawasan regional equalities ini adalah mereka yang punya kedalaman spiritual 
yang mumpuni. 

Salam
Dwiagus


»»»  digowes dari Rempoa dengan BikeBerry® ~  Genjot Teruuusss...!!!

-----Original Message-----
From: budi Situmorang <[email protected]>
Date: Sun, 27 Dec 2009 23:33:41 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Re: Tgp (2a) Fwd: Ibukota INdoneSia PIndaH ???

PAk Andi yg budiman,
 
Usulan saya bukan BSD, krn sudah terlanjur berkembang dan bakal lebih sulit. 
Kalau saya usul sih somewhere (belum pasti? krn hrs dicari dgn cermat dari 
segala aspek dan hrs juga transparan) antara bandara Sukarno Hatta - Jakarta, 
krn bila di JOnggol atau seseorang bilang antar Bekasi - Cikampek, krn lahan yg 
cukup tersedia, sgt tidak mgkn krn menuju je sana saja yg pasti melewati 
Jakarta, sdh pasti macet (anytime loh). Jadi usulan saya di Barat Daya kota 
Jakarta.
 
Tentang RTRWN, bapak mgkn salah informasi krn baru direvisi 1 kali, diawali dgn 
evaluasi, perumusan kembali, baru leal drafting (dalam 3 tahun anggaran 
berturutan), shg jadi PP 26 tahun 2008. Benar, dalam RTRWN baru bicara fungsi 
kota, dan informasi pemindahan ibukota negara belum ada. Pemindahan kota memang 
saat itu sempat berkembang tetapi sepertinya dalam pembahasan menghilang karena 
aspek politisnya yg sangat kental. Pak Andi mgkn ingat juga sempat mencuat akan 
digeser ke Jonggol (jaman orde baru). Informasi ini pernah diklarifikasi pada 
saat diskusi penyiapan perpres jabodetabekjur. Katanya malah perpres tersebut 
dicabut (mungkin ada yg lebih jelas mengetahui riwayat ini). Jadi saat itu 
diputuskan tidak diakomodasikan pak.
 
Demikian dulu info lanjutannya....
Salam,
Budi Situmorang

--- Pada Ming, 27/12/09, Andi Plano <[email protected]> menulis:


Dari: Andi Plano <[email protected]>
Judul: Re: [referensi] Re: Tgp (2a) Fwd: Ibukota INdoneSia PIndaH ???
Kepada: [email protected]
Tanggal: Minggu, 27 Desember, 2009, 9:18 PM

















 Salam Referensiers
 
Ikutan nih. BSD bersaing dengan Tiga Raksa saja kalah memperebutkan ibukota 
kabupaten Tangerang, apa lagi mau jadi ibukota negara ? Harusnya ide pemindahan 
ibukota Indonesia sudah dimuat dalam RTRWN yang sudah 10 th ini direvisi terus, 
yang menghabiskan banyak uang rakyat.
Mohon pencerahannya.
 
@ndi
 
 
 


--- On Sat, 12/26/09, budi Situmorang <[email protected]> wrote:


From: budi Situmorang <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Re: Tgp (2a) Fwd: Ibukota INdoneSia PIndaH ???
To: [email protected]
Date: Saturday, December 26, 2009, 1:06 PM


  






Pak AGus,
 
Ini memang dapat dipahami bila mempelajari studi mereka, beberapa lokasi 
alternatif (dari enam lokasi) adalah menjelaskan hal tersebut (polycentric) , 
tetapi jangan lupa ini adalah ibukota negara (main idea) dan bukan pertumbuhan 
baru yg hanya berbasis ekonomi wilayah semata. Ibukota negara diartikan sbg 
fungsi penyelenggaraan administrasi pemerintahan nasional dan fungsi diplomatik 
negara sahabat. Objektif ini yg scr konsisten dijabarkan ke dalam fungsi ruang, 
kemudian direalisasikan. 
 
Kalo mengadopsi pemikiran malaysia, lokasi paling mungkin menurut saya 
sementara adalah antara BAndara Soekarno-Hatta dengan Jakarta, yang mengarah 
ke Barat Daya, tetapi kalo bisa lokasi tsb yg masih berupa perkebunan atau 
bekas, Idealnya sih memang ada di BSD. BSD sudah keburu dikembangkan jadi kota 
mandiri (fgs perkotaan, ibukota).
 
Referensiers, kalo sekalian keluar dari Jakarta, mgkn sekali tetapi pengalaman 
dari Canberra yg sudah mulai dari awal tahun 1900, dan baru terwujud setelah 50 
tahun. Ini butuh pemikiran yg juga tdk kalah matangnya.
 
Demikian dulu,
Budi Situmorang

--- Pada Sab, 26/12/09, Benedictus Dwiagus S.. <bdwia...@gmail. com> menulis:


Dari: Benedictus Dwiagus S. <bdwia...@gmail. com>
Judul: Re: [referensi] Re: Tgp (2a) Fwd: Ibukota INdoneSia PIndaH ???
Kepada: refere...@yahoogrou ps.com
Tanggal: Sabtu, 26 Desember, 2009, 9:26 AM




Kalau konsisten dengan ide polycentric berdasarkan "keseimbangan jarak" kenapa 
malaysia memilih Putrajaya yang hanya berjarak bbrapa km saja dari KL, dan 
tidak memilih kota di negara bagian seberang di borneo sana ya.

»»» digowes dari Rempoa dengan BikeBerry® ~ Genjot Teruuusss... !!!


From: budi Situmorang <bsitumorang@ yahoo.com> 
Date: Sat, 26 Dec 2009 00:15:36 +0800 (SGT)
To: <refere...@yahoogrou ps.com>
Subject: Re: [referensi] Re: Tgp (2a) Fwd: Ibukota INdoneSia PIndaH ???

  






Dear Referensiers,
 
Menanggapi ibu NIta, Saya kebetulan barusan (awal Desember lalu) ketemu 
Perbadanan Putrajaya, Badan yg menangani pengembangan Putera Jaya di Putera 
Jaya Lantai 9. Menurut mereka, alasannya yang dilaksanakan lsg oleh Dr.M 
(beliau mastermind nya) adalah:
1. Kalo masih di Kuala Lumpur sudah dapat dipastikan tidak akan dapat 
mengembangkan lahan buat pemerintahan Pusat (ke depan) yg cukup. Artinya, lahan 
terbatas bagi berbagai fasilitas dan gedung pemerintahan Pusat (+ perwakilan 
negara tetangga)
2.Kuala Lumpur diarahkan menjadi Commercial dan Financial Center berskala dunia 
mengimbangi SIngapore
3. Mengatasi kesenjangan (disparitas) perkembangan wilayah -- istilah mereka 
membentuk pusat pertumbuhan baru
----
Dari studi yg dilakukan mereka terpilih 6 lokasi kandidat, yang kemudian dikaji 
dengan kriteria berikut:
1. Lahan yg tersedia cukup luas dan less conflicts terutama dengan 
masyarakat/pemilik lahan (Puterajaya merupakan lahan perkebunan kelapa sawit, 
dan hanya ada 10 KK yg dulu bermukim, luasannya cukup besar 5000ha)
2. akses atau dekat dengan koridor yg berkembang (berada persis ditengah dari 
koridor cepat berkembang KLIA-KUala Lumpur)
3. akses ke internasional  (kurang lebih 20 km dari Bandara)
4. Keterlibatan swasta (ada permintaan pasar cukup tinggi untuk dikembangkan) 
dan BUMN untuk utilitas gas, listrik, sanitasi, dll

JAdi terpilihlah Puterajaya tersebut, sejak thn 1995, dan ada satu faktor 
dominan lain yg perlu saya ungkapkan dan ini diakui langsung, yaitu faktor 
Dr.M. Memindahkan ibukota negara tidak bisa tidak harus "tangan besi", 
leadership yg sangat kuat. 
 
Rekan2, pengamatan saya, kita perlu merenungkan kalo memindahkan ibukota, harus 
difokuskan pada fungsi ibukota, yaitu administrasi pemerintahan 
nasional/negara; dan perwakilan negara tetangga/organisasi dunia/PBB. Hal yg 
lain (fgs lain perkotaan) mengikuti sesuai dengan size kota yg diinginkan. 
Puterajaya didesain hanya untuk 350rb maksimal, sekarang sudah 70.000 penduduk 
dan memang ditargetkan 70% penduduk adalah pegawai pemerintahan.
 
Demikian sekedar berbagi informasi (sebagian), semoga bermanfaat.
 
Salam,
Budi Situmorang.
 

--- Pada Rab, 23/12/09, nita <ariny...@yahoo. com> menulis:


Dari: nita <ariny...@yahoo. com>
Judul: Re: [referensi] Re: Tgp (2a) Fwd: Ibukota INdoneSia PIndaH ???
Kepada: refere...@yahoogrou ps.com
Tanggal: Rabu, 23 Desember, 2009, 10:34 PM




Referensiers,
Boleh tahu or ada referensi-mungkin pernah dibahas di sini-apa alasan pem 
Malayia pindahkan pusat pemerintahannya ke Puterajaya? 

Thx.

Nita 
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT




Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang! 






Akses email lebih cepat. 
Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang 
dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis) 







      Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari 
email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke