Kayaknya Uda Eka sedang ngebut baca nih, dari Foucault ke Sahlins, hebat juga Foucault yg berat itu sudah selesai dibaca, pdhal baru week end kemarin... cerita2 dong ttg Sahlins nya... selamat membaca! :)
salam. --- On Thu, 12/31/09, ffekadj <[email protected]> wrote: From: ffekadj <[email protected]> Subject: [referensi] Re: Hawaii To: [email protected] Date: Thursday, December 31, 2009, 3:07 AM Aloha Pak Wilmar. Wilujeng sumping di Bandung, nu aya di lingkung gunung, jantung hate Parahiyangan. Karena sudah cerita the divine kingdom of Hawaii, sebentar, saya mau baca "Islands of History"-nya Sahlins dulu. Ada kata kunci penting untuk analisis ibukota anda: 'structure of the conjuncture' : the structure has an internal diachrony, consisting in the changing relations between general categories or a 'cultural life of the elementary forms'. Siapa tahu bisa menambah kriteria anda. Salam. -ekadj --- In refere...@yahoogrou ps.com, "wilmarsalim" <wil...@...> wrote: > > Pak Eka ysh, > > Saya sudah selesai dari Hawaii pak, sekarang sudah kembali di Bandung. > Ttg Uli, saya sempat jadi asisten penelitiannya sebentar sebelum beliau ke Indonesia untuk menerbitkan buku tersebut. > > Ttg Hawaii, proses penetapan ibukotanya di zaman kerajaan mungkin menarik dicermati. Raja Kamehameha I asalnya dari pulau Hawaii (Big Island) di Selatan yang paling besar. Sewaktu dia memerintah pulau tersebut pusat pemerintahannya terletak di Kona, di bagian Barat. Ketika dia bisa menaklukan pulau Maui yang lebih kecil yang terletak di sebelah Utara dia memindahkan pusat pemerintahannya dari Kona di pulau Hawaii ke Lahaina di pulau Maui dan membangun istana di sana. Lahaina menjadi kota pelabuhan ikan penting bagi para pemburu ikan Paus. Sesudah itu dia terus melakukan penaklukan ke pulau Oahu yang terletak di Utara pulau Maui. Di Oahu dia dan pasukan kanonya mendarat di Waikiki, yang kemudian dia jadikan sebagai basis. Setelah menaklukan Oahu diapun berencana memindahkan pusat pemerintahannya ke Honolulu yang berdekatan dengan Waikiki, yang baru terwujud setelah dia wafat. Sebenarnya dia mencoba juga untuk menaklukan pulau yang paling Utara, Kauai, yang lebih kecil lagi, tapi tidak berhasil. Akhirnya kerajaan Kauai dibiarkan hidup, tapi berada di bawah perlindungannya. Andaikan Kauai juga ditaklukkan, mungkin saja dia pindahkan juga ibukotanya ke Kauai. > > Banyak hal yang bisa diinterpretasikan dari proses tersebut. Salah satunya, pulau Hawaii adalah pulau yang masih aktif gunung apinya, karena yang paling muda. Sementara semakin ke Utara gugusan kepulauan Hawaii usianya semakin tua, di mana Kauai adalah yang tertua dengan gunung api purbanya. Bisa saja faktor keselamatan kerajaannya yang mendasari perpindahan ibukota dari Kona ke Lahaina lalu ke Honolulu, untuk menghindari bencana vulkanik. > > Semoga bermanfaat, > > Wilmar > > --- In refere...@yahoogrou ps.com, "ffekadj" 4ekadj@ wrote: > > > > > > Sebagai tambahan Pak Wilmar, bila anda masih di Hawaii, bisa komunikasi > > dengan Uli Kozok <http://groups. yahoo.com/ group/referensi/ message/3432> > > yang sudah meneliti Kerinci dan Yogya. Salam. > > > > -ekadj > > >

