Iya bener itu pak….. dan gimana kalau sekalian tiap sabtu minggu mereka 
diajakin pd bawa pengki dan sapu lidi bersihin got dan jalan ….khan biar 
sekalianan ….bukan hanya hijau saja tapi sekaligus bersih gitu …….hehe …ini 
ceritanya planner jenuh dan ngajak tukeran  lingkup pengabdian sama arsitek 
lansekap dan ahli lingkungan gitu ya hehe…… iya sih… bener itu, biar mereka 
ganti sekali2 pd tahu dan ngerasa bhw mikirin lingkungan itu ternyata ‘lbh 
mewah’ dan ‘lbh asyik’ ketimbang bgmn beratnya mikirin penanggulangan 
kemiskinan, perluasan kesempatan kerja ataupun peningkatan kapasitas ekonomi 
nasional dan memajukan ekonomi sosial kawasan2 tertinggal …. Kalau nanem yg 
hijau2 gitu  khan enak, konkrit dan asyik gitu ya …. Sudah kerjanya gampang, 
langsung keliatan hasilnya dan bisa langsung dinikmati pula pemandangannya  
…..yah maklumlah, kerjanya planner itu  (supposed) memikirkan yg berat2 (amat 
sering jg abstrak) dan amat
 sangat melelahkan (tapi mulia) ttg ekonomi sosial ruang …bahkan tak kurang jg 
hankam, budaya dsb ……jadi kalau pegel ya sekali2 perlu ‘rekreasi’ batin juga 
dong ya? :).......…lanjutkan, lbh cepat lbh baik…....:) 
 
 
Re: [referensi] PWK: Langkah2 Sustainable City
Tuesday, February 9, 2010 1:35 PM
From: "Budhy TS Soegijoko" <[email protected]>
  
Pak, bgm kl mengajak warga menanam di"pekarangan" masing2 dalam pot2 dari 
kaleng, dari kotak2 bunga kayu. Paling tidak menghijaukan dan membuat 
lingkungan sekitar kita asri. Ajak anak2, spy dari dini mereka telah 'aware' 
ttg tanam-menanam.
 
On Feb 9, 2010, at 6:56 AM, Risfan M wrote:



RE: [referensi] PWK: Langkah2 Sustainable City
Tuesday, February 9, 2010 1:11 AM
From: "Irendra Radjawali" <[email protected]>
 
  
Pak Risfan yang baik, 
kami di Makassar mencoba melihat "keberlanjutan" ini dari sisi lingkungan, 
ekonomi, dan sosial-budaya. dengan segala keterbatasan kami, kami mencoba 
membongkarnya dari sudut pandang "energi". Akhirnya, kami mencoba melakukan 
kegiatan-kegiatan sederhana (juga membuka "ruang-ruang politik kota agar warga
bisa mengemukakan pendapat dan juga mendapatkan informasi) seperti memisahkan 
sampah basah dan kering, kemudian teman-teman muda di Unhas mencoba mengganti 
beberapa ojek dengan "fuel-cell", kemudian kampanye juga mengurangi penggunaan 
kertas (paling tidak kalau mencetak, bolak balik), dan kami juga mencoba 
membuka jaringan pada pengambil keputusan. 
Salam hormat dan jabat erat,
Radja


To: refere...@yahoogrou ps.com
From: risf...@yahoo. com
Date: Mon, 8 Feb 2010 15:56:23 -0800
Subject: [referensi] PWK: Langkah2 Sustainable City

Rekans ysh,
Di radio mobil saya dengar kampanye Walikota Bekasi soal penghijauan, penanaman 
pohon demi anak cucu, dikaitkan dengan pemanasan bumi yang sudah terjadi. Bulan 
lalu RW saya juga sudah beliau kunjungi.
DKI dalam penyusunan RTRW nya juga jelas mengaku soal neraca hijaunya deficit.
Tema2 sustainable city sudah menjadi tema tiap new town yang dipasarkan.
Adakah langkah2 sederhana yang bisa mulai dilaksanakan? Salam, 
Risfan Munir
 
 
 


      

Kirim email ke