Pak Risfan dan sahabats, Tambahan saja nih Pak. Menurut saya, sustainable city selain aspek fisik juga perlu dipikirkan lebih serius tentang aspek sosial-budayanya terutama dikaitkan dengan integrasi sosial-kebudayaan. Pesan gagasan Dr Sudaryono dalam Seminar Nasional Humanisme, Arsitektur dan Perencanaan yaitu bahwa kita mulai saat ini harus semakin mengembangkan "deep moral comunity". Wujud wantahnya: melakukan tindakan-tindakan "yang unik namun tidak eksklusif" menuju ke arah "space of and for the common". Artinya, boleh-boleh saya membangun kota yang kompak, green city, ruang-ruang politik di kota, namun hendaknya semua itu dilandasi oleh deep moral community itu, yang unik namun tidak eksklusif. Dengan kata lain, kita memang harus membangun pluralisme-transendental !!!
Tentu tindakan riil sehari-harimelalui dunia praktek nyata sebagai konsultan, misalnya, harus dilandasi mindset yang tepat sejak dalam pikiran, dan itu lahir dari pemahaman bahwa arsitek dan planner dengan instrumen "space" masih meyakini bisa membangun masyarakat yang lebih baik dan semakin baik. Jika keyakinan dan ideologi pluralistik ini vacuum dari ruang kesadaran kita, hasilnya memang menjadi berbeda, cita-cita yang agung kandas di tengah jalan..... Salam, Djarot Purbadi http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK] http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF] http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com --- On Thu, 2/11/10, Risfan Munir <[email protected]> wrote: From: Risfan Munir <[email protected]> Subject: [perkotaan] RE: [referensi] PWK: Langkah2 Sustainable City To: [email protected] Cc: [email protected] Date: Thursday, February 11, 2010, 7:19 AM Sdr Irendra dan Rekans ysh, Masih terkait cerita upaya Anda, tampaknya dalam wacana Sustainable City ini muncul bebera buzz words seperti smart-city, compact-city, green-city. Sebagaimana kisah Anda, keberlanjutan kota tentu mencakup atau bergantung pada keberlanjutan secara ekonomi, ekologi dan sosial. Smart-city dikaitkan dengan keunggulan atau kemandirian ekonominya, selain teknologinya (ada cybercity?). Juga dalam pengelolaan waste, agar tidak ekspor sampah, air kotor ke tempat lain. Compact-city, mengacu pada kekompakan, pengaturan agar bisa mengurangi kebutuhan transportasi. Tidak lapar lahan. Pada aspek sosial juga bisa diartikan sebagai cohesiveness, kuatnya social capital, kerukunan warga. Green-city, barangkali ini sudah banyak dibahas. Pendekatannya seperti biasa tiga jalur. Jalur pemerintah dengan turbinwas nya. Jalur swasta dengan mengundang atau mengendalikan pembangunan yang mereka lakukan, mempromosikan sustainable city itu. Jalur ketiga, yang Anda sudah mulai, dan yang saya ceritakan kemarin. mudah2an memancing tulisan dan ide lain. Salam, Risfan Munir From: Irendra Radjawali <ra...@hotmail. com> Sent: Tuesday, February 09, 2010 4:11 PM To: refere...@yahoogrou ps.com Subject: RE: [referensi] PWK: Langkah2 Sustainable City Pak Risfan yang baik, kami di Makassar mencoba melihat "keberlanjutan" ini dari sisi lingkungan, ekonomi, dan sosial-budaya.dengan segala keterbatasan kami, kami mencoba membongkarnya dari sudut pandang "energi". Akhirnya,kami mencoba melakukan kegiatan-kegiatan sederhana (juga membuka "ruang-ruang politik kota agar wargabisa mengemukakan pendapat dan juga mendapatkan informasi) seperti memisahkan sampah basah dan kering,kemudian teman-teman muda di Unhas mencoba mengganti beberapa ojek dengan "fuel-cell", kemudian kampanyejuga mengurangi penggunaan kertas (paling tidak kalau mencetak, bolak balik), dan kami juga mencoba membukajaringan pada pengambil keputusan. Salam hormat dan jabat erat,Radja "Hasta La Victoria Siempre" To: refere...@yahoogrou ps.com From: risf...@yahoo. com Date: Mon, 8 Feb 2010 15:56:23 -0800 Subject: [referensi] PWK: Langkah2 Sustainable City Rekans ysh, Di radio mobil saya dengar kampanye Walikota Bekasi soal penghijauan, penanaman pohon demi anak cucu, dikaitkan dengan pemanasan bumi yang sudah terjadi. Bulan lalu RW saya juga sudah beliau kunjungi. DKI dalam penyusunan RTRW nya juga jelas mengaku soal neraca hijaunya deficit. Tema2 sustainable city sudah menjadi tema tiap new town yang dipasarkan. Adakah langkah2 sederhana yang bisa mulai dilaksanakan? Salam, Risfan Munir Chat online and in real-time with friends and family! Windows Live Messenger

