Pak Bambang ysh, Memang tidak mudah tapi asal ada kemauan yang keras guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk dapat hidup dilingkungan yang lebih baik pasti bisa.
Sebagai gambaran untuk pengungsi yang berjumlah 1.700 jiwa ini. Dibutuhkan lahan hanya 5.000 m2, sementara akibat pemindahan 1.700 jiwa akan diperoleh lahan seluas 425 KK X luas masing-masing keluarga. Jika masing-masing hanya punya tanah 30 m2 sudah kembali seluas 12.750 m2 dan demikian seterusnya . Salam RM --- In [email protected], "Bambang Tata Samiadji" <bta...@...> wrote: > > > > Yth. Bung RM, saya hargai pendapat Anda. Tapi tak mudah. Konsolidasi tanah > itu tidak bisa dilakukan pada kawasan yang sudah terbangun seperti Jakarta > ini. > > Thanks. CU. BTS. > > > Pak Eka Ysh, > > > > > Terus terang saya gemes melihat bencana banjir yang selalu > berulang tiap > > tahunnya. Memang jika terjadi banjir 100 tahunan > apa mau dikata, tapi > > kalau tahunan dan tahun depan akan > menghadapi hal yang sama tentu ini > > suatu kesalahan yang fatal > :-) > > > > Ide ini sebenarnya juga untuk mengakomodasi > kebutuhan akan Ruang Terbuka > > Hijau (RTH) dan sekaligus Mitigasi > (tindakan terencana dan berkelanjutan > > agar bisa mengurangi > dampak jangka panjang atas kehidupan dan properti di > > satu > daerah yang terkena bencana) > > > > Gagasan yang ada > dibelakangnya adalah konsolidasi lahan yang seharusnya > > diawali > dari lahan pemerintah didekat lokasi yang hendak ditata agar > > > masyarakat tidak tercabut dari akarnya. Saya gunakan istilah Tata untuk > > > menggati 'pembebasan lahan' karena pada dasarnya sebuah kota > metropolitan > > seperti Jakarta ini memang membutuhkan keragaman > jenis tenaga kerja yang > > sangat lebar. Dilain pihak penggusuran > dengan ganti rugi ternyata juga > > menimbulkan masalah baru yakni > semakin melebarnya kota yang menjadi sulit > > penanganannya. > > > > Konsolidasi lahan ini tentunya ditujukan agar biaya > konstruksi pembangunan > > apartemen murah ini tidak dibebani > tingginya harga tanah. > > > > salam > > > > > RM > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > --- In > [email protected], "ffekadj" <4ekadj@> wrote: > > >> > >> > >> Pak Rachmad ysh, sudah lama > tak posting, mudah-mudahan bisa intens lagi. > >> Gagasannya > menarik, konstruktif, dan feasible pak. Ada beberapa gagasan > >> sebenarnya: 1) provisi lahan publik (RTH/RTB), 2) mitigasi > bencana, 3) > >> heavy construction for the poor, 4) investasi > > >> <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/92> > publik, 5) > >> (local) government initiatives, dll. > >> > >> Kalau dapat gagasan ini dibicarakan dalam > diskusi Jakarta 2030. Uangnya > >> juga 'uang kecil', sekitar > 0,05% APBD. Jadi t1 bisa inisiasi, t2 > >> konstruksi, dan t3 > ditempati. Untuk masalah bencana kita memang harus > >> > pragmatis, 'belum kuat' menentang kehendak alam. Termasuk > >> > dipertimbangkan juga pak, banjir 2006 sudah sampai ke Merdeka Utara. > >> Salam. > >> > >> -ekadj > >> > >> > >> --- In [email protected], "Rachmad > M" <rachmadm@> wrote: > >> > > >> > > Setiap tahun pasti kita membaca problem banjir yang melanda Jakarta. > >> Telah banyak upaya dilakukan antara lain membuat Banjir Kanal > Timur yang > >> menelan banyak biaya. > >> > > >> > Namun, sebenarnya ada cara yang lebih mudah mengatasi ini > yakni > >> membiarkan daerah genang menjadi daerah hijau. Pada > saat banjir, biarkan > >> daerah ini banjir oleh karenanya pada > daerah tersebut dilarang > >> dipergunakan untuk hunian. > Pergunakan saja untuk pertamanan atau kawasan > >> kaki lima. > > >> > > >> > Jika kita perhatikan jumlah > pengungsi yang mencapai 1.700 Jiwa, maka > >> ini diperkirakan > sekitar 425 KK jika masing-masing KK terdiri dari > >> > Ibu,Bapak, dan dua anak. Kalau dibuatkan apartemen sederhana > >> masing-masing dengan luasan 50 m2 maka hanya dibutuhkan 21.250 > m2. > >> Dengan dasar bangunan 2000 m2 maka dibutuhkan sekitar > 11 lantai dengan > >> harga sekitar 22.000 x 2.500.000 = 55 M > cukup dibangun diatas 5.000 m2 > >> milik pemda. > >> > > > >> > Maka selesailah masalah banjir ditambah > bertambahnya daerah hijau > >> serta tertatanya kehidupan > masyarakat perkotaan. > >> > > >> > Salam > >> > > >> > RM > >> > > >> > > > >> > > >> > > >> > Jakarta - > Banjir yang melanda Ibu kota selama dua hari menyebabkan > >> > ribuan warga mengungsi. Hingga, Sabtu, 13 Februari malam, jumlah > >> pengungsi terus bertambah. > >> > > >> > > "Jumlah pengungsi bertambah dari semula 1.039 menjadi 1.700 jiwa > > >> karena khawatir ada kenaikan air pada malam hari," > kata Staf Khusus > >> Presiden Bidang Bantuan Sosial dan > Bencana, Andi Arif melalui pesan > >> singkat kepada detikcom, > Sabtu (13/2/2010) malam. > >> > > >> > > Pengungsi, menurut Andi, saat ini telah menerima bantuan dari berbagai > >> pihak. Tapi di beberapa tempat, pengungsi masih membutuhkan > bantuan. > >> > > >> > "Di tempat-tempat > pengungsian masih memerlukan bantuan terutama untuk > >> > anak-anak dan para usia lanjut," imbuh lulusan FISIP UGM ini. > >> > > >> > Hujan lebat di Bogor menyebabkan air > sungai Ciliwung yang mengarah ke > >> Jakarta meluap. Akibatnya, > banjir pun tak terbendung. Satu orang tewas > >> karena > tenggelam selama dua hari banjir melanda Ibu kota. > >> > > >> > > >> > > >> > http://www.detiknews.com/read/2010/02/14/022152/1299065/10/pengungsi-ban\ > > >> jir-jaka\ > >> > rta-capai-1700-jiwa > >> > > >> > > > > > > >

