Halo mas Dwi yg baik,
Walau pertanyaan pak Jokowi itu sebenarnya lbh mengharapkan jawaban dari 
Solution Exchange-UN ....namun pandangan berikut ini justru berasal dari mitos 
yg banyak dipercaya kebenarannya baik oleh  orang solo sendiri maupun   oleh 
orang bukan asli Solo  lho.........
Denger2 sih ada mitos .. kalau mau berkarier sukses ....katanya sih syaratnya 
KAWINI-lah dulu putri Solo.......Kalo gak percaya silahken nanya sendiri kpd yg 
udh pada  mempraktekken.....Soeharto misalnya .. semenjak mengawini ibu Tien 
(puti Solo keturunan Mangkunegaran) kariernya  lalu melesat dan bahkan sempat 
jadi presiden sampai 32 tahun dan itupun ada yang bilang ..gara2 ditinggal Ibu 
Tien maka semenjak itu bintangnya redup dan lengser...... lalu Akbar Tanjungpun 
ikut2an cari putri Solo dan hasilnya?.... ia menjadi menteri termuda (usia 36 
tahun) bahkan kemudian menjadi ketua DPR dan malah skrg meraih gelar doktor 
dari UGM....... Amien Rais, Jendral Djoko Santoso dan pak Djoko Kirmanto 
(Menteri PU) apalagi ........selain pada mengawini putri Solo mereka sendirioun 
konon juga asli Solo ......jadi maka gak usah ditanya lagilah bgmn hasil 
kariernya.......
Jadi kalau mas Dwi bener mau nolongin pak walikota Solo itu ......silahken anda 
nanya .....pak Djokowi itu sudah mengawini putri Solo ato belum....... kalau 
belum ya  kalo memang bener ingin sukses ya gimanalah gitu caranya ......biar 
kariernya sbg walikota bisa sukses besar gitu lho ......salam,
aby

 


--- On Mon, 2/22/10, Dwiagus Stepantoro <[email protected]> 
wrote:


From: Dwiagus Stepantoro <[email protected]>
Subject: [referensi] dr Pak JokoWi (Walkot Solo) FW: [se-urdv-id] QUERY: 
Collecting and Interpreting Local Socio-Economic Data - Advice; 
Experiences./Pertanyaan: Mengumpulkan dan Mengintegrasikan data sosial-ekonomi. 
Reply by 4 March 2010. [SEC=PERSONAL]
To: [email protected]
Date: Monday, February 22, 2010, 12:46 AM


  





Rekan referensiers,
 
Barangkali ada yang bias bantu pak JokoWi,… 
Cheers
dwiagus
 




From: "Walikota Joko Widodo" 

Date: Fri, 19 Feb 2010 10:28:26 +0000

To: Urban Development Community<se-urdv...@solex- un.net>

Subject: [se-urdv-id] QUERY: Collecting and Interpreting Local Socio-Economic 
Data - Advice; Experiences. /Pertanyaan: Mengumpulkan dan Mengintegrasikan data 
sosial-ekonomi. Reply by 4 March 2010.

 
 
Dear members,
 
As the mayor of a city of 700,000 inhabitants in Central Java , I have been 
working to bring residents closer to government, increase their awareness of 
urban issues and participation in addressing those issues.
 
To support these efforts, I would like to learn from the experiences of other 
cities that have involved citizens and neighborhood officials in the collection 
and interpretation of local social-economic data and as a result have been able 
to make better decisions and implement more efficient development initiatives. 
 
I am thus requesting members of the Urban Development Community to share their 
insights on the following questions:
·         Do you think based on your experience; better data would make the 
monitoring of problems, services and improvements more effective?
·         What are your experiences making socio-economic data more 
understandable and accessible to citizens and officials for decision-making?
·         Are there any innovative data systems designed to enable mayors to 
work better with their technical heads of department? If so, please share 
information about these systems.
 
Finally, we are looking for examples/stories describing how local investment 
resulted in the collection of quality neighborhood level data, which was deemed 
credible by the local community.
 
Thank you in advance for your suggestions and interest in supporting our 
efforts to improve local governance and increase citizen participation.
 
Regards,
 
Walikota Joko Widodo
City of Solo Government, Solo

 
 
Click here for English version
 
Rekan Yth, 
 
Sebagai walikota dari sebuah kota berpenduduk 700,000 di daerah Jawa Tengah , 
saya terus berupaya agar masyarakat lebih dekat berinteraksi dengan pemerintah 
daerah, dan meningkatkan kesadaran mereka akan isu perkotaan dan berpastisipasi 
aktif di dalam keiatan pembangunan perkotaan.
 
Untuk itu, saya ingin belajar dari pengalaman kota lain yang telah berhasil 
melibatkan warganya dan aparat kelurahan dalam melakukan pengumpulan dan 
pengintegrasian data sosial-ekonomi ke dalam proses perencanaan, dan 
berkontribusi dalam penyusunan insiiatif pembangunan yang lebih efektif. 
 
Dengan ini, saya ingin bertanya kepada anggota komunitas “Urban Development” 
untuk berbagi pendapat mengenai hal sebagai berikut:
·         Berdasarkan pengalaman anda; apakah data yang akurat akan membuat 
proses monitoring permasalahan, pelayanan dan upaya peningkatan kinerja lebih 
efektif? 
·         Berdasarkan pengalaman anda, bagaimanakah cara menyusun data sosial 
ekonomi sehingga lebih mudah dimengerti dan aksesible bagi warga dan aparat 
kelurahan dalam proses penyusunan kebijakan? 
·         Apakah ada sistem data yang inovatif yang didesain untuk memungkinkan 
walikota untuk berkooordinasi dengan lebih baik dengan kepala teknis di setiap 
departemen? Jika ada, mohon informasinya mengenai sistem ini. 
 
Di akhir query ini, saya juga mencari contoh pengalaman dan cerita sukses 
mengenai investasi lokal yang mampu menghasilkan metode pengumpulan data di 
tingkat komunitas yang dapat dipercaya oleh warga
 
Terima kasih sebelumnya atas saran dan perhatian anda untuk mendukung upaya 
kami meningkatkan tata pemerintahan lokal dan meningkatkan partisipasi warga. 
 
Salam,
 
Walikota Joko Widodo
City of Solo Government, Solo
 
 
 
 
 
************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ****
This email and any files transmitted with it are confidential and intended
solely for the use of the individual or entity to whom they are addressed.
If you have received this email in error, please delete the email and any
attachments and notify the sender.

The Commonwealth does not warrant that any attachments are free from
viruses or any other defects. You assume all liability for any loss, damage
or other consequences which may arise from opening or using the attachments.
************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ****
 







      

Kirim email ke