Eyang, tergantung kacamatanya. Jika memakai kacamata mitos tadi ya mungkin perlu/harus kawin secara fisik dan spiritual, seperti yang sudah mempraktekkan para pendahulu dan kebetulan berhasil...heheheeee.....
Kalau kacamatanya lain, barangkali bisa kawin secara intelektual, maka sebaiknya yang pria warga milis ini nggak usah ikut campur entar malahan ngisruh....saran saya anggota milis ini yang putri dan intelektual dari Solo, silahkan berpartisipasi membantu pak Djowi yang sudah berteriak help-help itu. Salam, Djarot Purbadi http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK] http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF] http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com --- On Mon, 2/22/10, hengky abiyoso <[email protected]> wrote: From: hengky abiyoso <[email protected]> Subject: Re: [referensi] dr Pak JokoWi (Walkot Solo) FW: [se-urdv-id] QUERY: Collecting and Interpreting Local Socio-Economic Data - Advice; Experiences./Pertanyaan: Mengumpulkan dan Mengintegrasikan data sosial-ekonomi. Reply by 4 March 2010. [SEC=PERSONAL] To: [email protected] Date: Monday, February 22, 2010, 10:09 PM Halo mas Dwi yg baik, Walau pertanyaan pak Jokowi itu sebenarnya lbh mengharapkan jawaban dari Solution Exchange-UN ....namun pandangan berikut ini justru berasal dari mitos yg banyak dipercaya kebenarannya baik oleh orang solo sendiri maupun oleh orang bukan asli Solo lho......... Denger2 sih ada mitos .. kalau mau berkarier sukses ....katanya sih syaratnya KAWINI-lah dulu putri Solo.......Kalo gak percaya silahken nanya sendiri kpd yg udh pada mempraktekken. ....Soeharto misalnya .. semenjak mengawini ibu Tien (puti Solo keturunan Mangkunegaran) kariernya lalu melesat dan bahkan sempat jadi presiden sampai 32 tahun dan itupun ada yang bilang ..gara2 ditinggal Ibu Tien maka semenjak itu bintangnya redup dan lengser..... . lalu Akbar Tanjungpun ikut2an cari putri Solo dan hasilnya?... . ia menjadi menteri termuda (usia 36 tahun) bahkan kemudian menjadi ketua DPR dan malah skrg meraih gelar doktor dari UGM....... Amien Rais, Jendral Djoko Santoso dan pak Djoko Kirmanto (Menteri PU) apalagi ........selain pada mengawini putri Solo mereka sendirioun konon juga asli Solo ......jadi maka gak usah ditanya lagilah bgmn hasil kariernya... .... Jadi kalau mas Dwi bener mau nolongin pak walikota Solo itu ......silahken anda nanya .....pak Djokowi itu sudah mengawini putri Solo ato belum....... kalau belum ya kalo memang bener ingin sukses ya gimanalah gitu caranya ......biar kariernya sbg walikota bisa sukses besar gitu lho ......salam, aby --- On Mon, 2/22/10, Dwiagus Stepantoro <Dwiagus.Stepantoro@ ausaid.gov. au> wrote: From: Dwiagus Stepantoro <Dwiagus.Stepantoro@ ausaid.gov. au> Subject: [referensi] dr Pak JokoWi (Walkot Solo) FW: [se-urdv-id] QUERY: Collecting and Interpreting Local Socio-Economic Data - Advice; Experiences. /Pertanyaan: Mengumpulkan dan Mengintegrasikan data sosial-ekonomi. Reply by 4 March 2010. [SEC=PERSONAL] To: refere...@yahoogrou ps.com Date: Monday, February 22, 2010, 12:46 AM Rekan referensiers, Barangkali ada yang bias bantu pak JokoWi,… Cheers dwiagus From: "Walikota Joko Widodo" Date: Fri, 19 Feb 2010 10:28:26 +0000 To: Urban Development Community<se-urdv...@solex- un.net> Subject: [se-urdv-id] QUERY: Collecting and Interpreting Local Socio-Economic Data - Advice; Experiences. /Pertanyaan: Mengumpulkan dan Mengintegrasikan data sosial-ekonomi. Reply by 4 March 2010. Dear members, As the mayor of a city of 700,000 inhabitants in Central Java , I have been working to bring residents closer to government, increase their awareness of urban issues and participation in addressing those issues. To support these efforts, I would like to learn from the experiences of other cities that have involved citizens and neighborhood officials in the collection and interpretation of local social-economic data and as a result have been able to make better decisions and implement more efficient development initiatives. I am thus requesting members of the Urban Development Community to share their insights on the following questions: · Do you think based on your experience; better data would make the monitoring of problems, services and improvements more effective? · What are your experiences making socio-economic data more understandable and accessible to citizens and officials for decision-making? · Are there any innovative data systems designed to enable mayors to work better with their technical heads of department? If so, please share information about these systems. Finally, we are looking for examples/stories describing how local investment resulted in the collection of quality neighborhood level data, which was deemed credible by the local community. Thank you in advance for your suggestions and interest in supporting our efforts to improve local governance and increase citizen participation. Regards, Walikota Joko Widodo City of Solo Government, Solo Click here for English version Rekan Yth, Sebagai walikota dari sebuah kota berpenduduk 700,000 di daerah Jawa Tengah , saya terus berupaya agar masyarakat lebih dekat berinteraksi dengan pemerintah daerah, dan meningkatkan kesadaran mereka akan isu perkotaan dan berpastisipasi aktif di dalam keiatan pembangunan perkotaan. Untuk itu, saya ingin belajar dari pengalaman kota lain yang telah berhasil melibatkan warganya dan aparat kelurahan dalam melakukan pengumpulan dan pengintegrasian data sosial-ekonomi ke dalam proses perencanaan, dan berkontribusi dalam penyusunan insiiatif pembangunan yang lebih efektif. Dengan ini, saya ingin bertanya kepada anggota komunitas “Urban Development” untuk berbagi pendapat mengenai hal sebagai berikut: · Berdasarkan pengalaman anda; apakah data yang akurat akan membuat proses monitoring permasalahan, pelayanan dan upaya peningkatan kinerja lebih efektif? · Berdasarkan pengalaman anda, bagaimanakah cara menyusun data sosial ekonomi sehingga lebih mudah dimengerti dan aksesible bagi warga dan aparat kelurahan dalam proses penyusunan kebijakan? · Apakah ada sistem data yang inovatif yang didesain untuk memungkinkan walikota untuk berkooordinasi dengan lebih baik dengan kepala teknis di setiap departemen? Jika ada, mohon informasinya mengenai sistem ini. Di akhir query ini, saya juga mencari contoh pengalaman dan cerita sukses mengenai investasi lokal yang mampu menghasilkan metode pengumpulan data di tingkat komunitas yang dapat dipercaya oleh warga Terima kasih sebelumnya atas saran dan perhatian anda untuk mendukung upaya kami meningkatkan tata pemerintahan lokal dan meningkatkan partisipasi warga. Salam, Walikota Joko Widodo City of Solo Government, Solo ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* **** This email and any files transmitted with it are confidential and intended solely for the use of the individual or entity to whom they are addressed. If you have received this email in error, please delete the email and any attachments and notify the sender. The Commonwealth does not warrant that any attachments are free from viruses or any other defects. You assume all liability for any loss, damage or other consequences which may arise from opening or using the attachments. ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ****

