Cak Andri,

mungkin ada masukan sedikit untuk membuat simulasi tentang Korupsi .... tapi 
kalau boleh Cak Andri kembangkan menggunakan Soft System terlebih dahulu .... 
ini akan memperjelas bagaimana Modellingnya bisa berjalan.

Banyak faktor determinant yang tidak terlihat dalam tercapainya kejadian 
korupsi tersebut. Salah satunya adalah fungsi budaya. Kalau kita mau lebih 
dalam lagi adalah fungsi pemimpin dan nilai2 simbolis yang dibangun.

Konsep Wong Agung dengan pendekatan mikro-makro cosmos dan menjadi wakil sang 
Khaliuk di mayapada ini, juga indikator bangun pemimpin baik itu melalui Sapta 
Chandra, atau Hasta  Brata akan menjadikan seorang pemimpin pada nilai2 
kemunafikan .... nah disinilah sebenarnya akan muncul para pemimpin yang pandai 
mengatur dan mengolah kata (jadi word processor... he he he) namun tidak mampu 
untuk menginternalisasi pada dirinya.

Saya kebetulan sedang meneliti faktor budaya dalam proses reformasi ..... 
bukunya Kotter dalam Leading Change mungkin bisa awal penelitian tersebut ... 
tetapi perlu diperdalam lagi.

Salam dan maaf kalau kalimat saya berantakan, 

bambang sp

Kirim email ke