Milisters ysh, Ttg arah pengembangan kota ….terutama lagi berbicara berkait size kota …..kalau kita merefer ke pendpt Mark A.Weiss misalnya (Teamwork : Why Metropolitan Economic Strategy is The Key to Generating Sustainable Prosperity and Quality of Life for The World (Global Urban Development Volume 1 Issue 1 May 2005) ….dikatakannya l/k bhw unit geografik terpenting dari aktivitas ekonomi dunia hari ini, selain drpd nation-state itu sendiri ….adlh tak lain dari apa yg disebut namanya sbg ‘kawasan urban’/ urban regions ……yg lbh lanjut akan dikatakannya secara eksplisit bhw yg dimaksud lbh jauh dgn kawasn urban itu tiada lain adlh kawasan2 metropolitan…….. Dimana-mana diseluruh dunia, disetiap negara …..lbh dari separuh pendapatan nasionalnya digerakkan oleh apa yg disebut namanya sbg kawasan urban …..dimana persentasenya bervariasi dari rata2 55% di negara berkembang dgn pendapatan rendah ….sampai kpd rata2 85% pada negara maju berpendapatan tinggi………
Apa yg perlu digaris bawahi mnrt Weiss dari statistik tsb adlh bhw pd setiap data peran kawasan urban berkait persentase pendapatan nasionalnya ….persentase tsb (terutama pd kawasan2 metropolitannya) selalu melampaui persentase rata2 nasionalnya……..Pd negara2 berpendapatan rendah dimana urban areanya mengcover rata2 55% dari pendapatan rata2 nasional….urban share dari populasi rata2nya adlh 32% ......Pd middle income countries, urban share dari rata2 income nasionalnya adlh 73%, dimana urban share dari population rata2 50% .....sementara utk negara high income ….rata2 kontribusi urban kpd pendapatan nasionalnya adlh 85% ….dimana proporsi urban dari total penduduk nasionalnya adlh 79% ........ Ini menunjukan bhw semakin besar level dari urbanisasi pd sebuah negara …semakin besar pula tingkat kesejahteraannya …...dan sebaliknya semakin sejahtera sebuah negara ……pd saat yg sama ia semakin urbanized pula…… Sepertinya skrg perlu lbh dipastikan…… apakah pandangan2 anti pengembangan metropolitan itu masih berlaku kenceng dimasyarakat perencanaan kita ataukah sdh mulai berubah ……. Kalau masih kenceng juga ya lalu utk apa mau kembangkan (kota besar) Banjarmasin …..krn kalau ia jadi bagus …pasti ia jadi berkembang …akan berdatangan migran ….dan pastilah sedikit lagi ia akan jadi metropolis juga…….maka kepastian pandangan itu jadi perlu ….agar jelas visi dan langkah kita ttg kota2 hari ini dan yad itu bgmn …… salam, aby --- On Sun, 8/15/10, hengky abiyoso <[email protected]> wrote: From: hengky abiyoso <[email protected]> Subject: [referensi] Re: (1) Banjarmasin Banjarmasin To: "referensi" <[email protected]> Date: Sunday, August 15, 2010, 7:56 AM Milisters ysh, Walau jarang disentuh oleh banyak milisters …dan daripada tidak samasekali (krn sepertinya banyak yg lbh asyik ngerumpiin masalah2 lain non-keruangan/ termasuk saya juga disitu :-))……..) ….namun sungguh asyik membayangkan mimpi pengembangan kota2 menengah di Indonesia kala ada satu dua yg mengemukakannya..….. Ya walaupun mimpi pengembangannya itu tak semata murni krn telah secara umum muncul greget pd masyarakat planners indonesia utk selalu ingin mengembangkan sistem kota2 utama agar secara umum dpt menjadi lbh dinamis …dan kali ini kebetulan dikaitkan dgn pertanyaan ttg kemungkinan jadi lokasi baru ibukota negeri ………namun setidaknya ini sdh menjadi bagian utama dari upaya terusmenerus menegakkan issue keruangan yg menjadi ciri khas pembahasan dimilis ini……… Memindahkan ibukota negeri kelokasi amat dekat dari ibukota lama (spt dari Jkt ke Jonggol) akan segera mengingatkan kita pada kasus Putrajaya, Malaysia ……dan sebaliknya memindahkan ibukota negeri nun jauh ketengah hutan amat menjauh dari ibukota lama (tapi tak dirawa2 tepi sungai) …..segera membawa ingatan kita pd pengalaman Brazil dalam memindahkan ibukotanya ke Brasilia ………dimana keduanya bolehlah dikata sbg berhasil….… Sebenarnya akan sangat baik kalau kita selalu dgn amat sering mewacanakan teknik pengembangan kota-kota menengah dan kota besar diluar Jawa agar dpt menjadi kota2 yg secara eksosbudlinghankamkum mampu meningkatkan kesejahteraan eksosbud komunitas, bangsa dan negara ……… tapi memang situasinya spt menjadi aneh ketika kita akan coba dengan wacana2 demikian….….. Setidaknya akan ada yg mengejek itu mimpi dan utopia …..ada juga malahan seorang guru besar dari kiblat pengajaran planologi yg sekitar 1 atau 2 dekade lalu saya dapatkan dulu (di Kompas) berpandangan bahwa perkembangan kota metropolitan Jakarta amat merisaukan …..yg itu bisa saja diartikan secara mendua oleh para mahasiswanya dan masyarakat luas….spt bahwa pertama pengembangan kota metropolitan itu tdk merisaukan …..namun perkembangan Jkt sbg kota primat tanpa tandinganlah yg merisaukan ……atau bisa juga diartikan bhw Jkt atau bukan …pokoknya asalkan yg namanya kota metropolitan itu arah perkembangannya merisaukan ……… Tak kurang masih pada sekitar dekade yg sama dgn itu …seorang (kini) guru besar sosiologi (masih dari lingkungannya prof ATA juga) malah mengatakan bhw yg namanya kota metropolitan itu adlh ‘kota yg kecelakaan’ ……seakan ia mau mengatakan bhw kota yg gak celaka itu ya adalah kota2 kecil dan menengah ……nah pandangan2 demikian inilah yg bisa dikata repot utk bangsa dan negara juga mahasiswa jadi berpandangan bias……..terutama dikaitkan dgn upaya mensejahterakan eksosbud bangsa dan negara namun dgn cara ingin menghindari pengembangan kota2 besar dan metropolitan……..

