Sebentar pak, saya mau ambil pulpen dulu untuk mencatat :

"............. maka kepastian pandangan itu jadi perlu, agar jelas visi dan
langkah kita tentang kota-kota hari ini dan yang akan datang itu bagaimana
……"

Yaaa sudah bisa dilanjut pak, monggo.


2010/8/16 hengky abiyoso <[email protected]>

>
>
>    Milisters ysh,
>
> Ttg arah pengembangan kota  ….terutama lagi berbicara  berkait  size kota
> …..kalau kita merefer ke pendpt  Mark A.Weiss  misalnya (Teamwork : Why
> Metropolitan Economic Strategy is The Key to Generating Sustainable
> Prosperity and Quality of Life for The World (*Global Urban Development
> Volume 1 Issue 1 May 2005**) * ….dikatakannya l/k bhw* * unit geografik
> terpenting dari aktivitas ekonomi dunia hari ini, selain drpd  nation-state
>  itu sendiri ….adlh tak lain dari  apa yg disebut namanya sbg ‘kawasan
> urban’/ urban regions ……yg lbh lanjut akan dikatakannya secara eksplisit
> bhw yg dimaksud lbh jauh dgn kawasn urban itu tiada lain adlh kawasan2
> metropolitan……..
>
> Dimana-mana diseluruh dunia, disetiap negara …..lbh dari separuh
> pendapatan nasionalnya digerakkan oleh apa yg disebut namanya sbg kawasan
> urban …..dimana persentasenya bervariasi dari rata2 55% di negara
> berkembang dgn pendapatan rendah ….sampai kpd rata2 85% pada negara maju
> berpendapatan tinggi………
>
> **
>
> Apa yg perlu digaris bawahi mnrt Weiss dari statistik tsb adlh bhw
>
> pd setiap data peran kawasan urban berkait persentase pendapatan
> nasionalnya ….persentase tsb  (terutama pd kawasan2 metropolitannya)
> selalu melampaui persentase rata2  nasionalnya……..Pd negara2 berpendapatan
> rendah dimana urban areanya mengcover rata2 55% dari pendapatan rata2
> nasional….urban share dari populasi rata2nya adlh  32% ......Pd middle
> income countries, urban share dari rata2 income nasionalnya adlh 73%, dimana
> urban share dari population rata2 50% .....sementara utk negara high income
> ….rata2 kontribusi urban kpd pendapatan nasionalnya adlh 85% ….dimana
> proporsi urban dari total penduduk nasionalnya adlh 79% ........ Ini
> menunjukan bhw semakin besar level dari urbanisasi pd sebuah negara …semakin
> besar pula tingkat kesejahteraannya …...dan sebaliknya semakin  sejahtera
> sebuah negara ……pd saat yg sama ia semakin urbanized pula……
>
> Sepertinya skrg perlu lbh dipastikan…… apakah pandangan2 anti pengembangan
> metropolitan itu masih berlaku  kenceng dimasyarakat perencanaan kita
> ataukah sdh mulai berubah ……. Kalau masih kenceng juga ya lalu  utk apa
> mau kembangkan (kota besar) Banjarmasin …..krn kalau ia jadi bagus …pasti ia
> jadi berkembang …akan berdatangan migran ….dan pastilah sedikit lagi ia akan
> jadi metropolis juga…….maka kepastian pandangan itu jadi perlu  ….agar
> jelas visi dan langkah kita ttg kota2 hari ini dan yad  itu bgmn …… salam,
>
> aby
>
> * *
>
> --- On *Sun, 8/15/10, hengky abiyoso <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: hengky abiyoso <[email protected]>
> Subject: [referensi] Re: (1) Banjarmasin Banjarmasin
> To: "referensi" <[email protected]>
> Date: Sunday, August 15, 2010, 7:56 AM
>
>
>
> Milisters ysh,
>
> Walau jarang disentuh oleh banyak milisters …dan daripada tidak samasekali
> (krn sepertinya banyak yg lbh asyik ngerumpiin masalah2 lain non-keruangan/
> termasuk saya juga disitu :-))……..)
>
>  ….namun sungguh asyik membayangkan mimpi pengembangan kota2 menengah di
> Indonesia kala ada satu dua yg mengemukakannya..…..
>
> Ya walaupun mimpi  pengembangannya itu tak semata murni krn telah secara
> umum muncul greget pd masyarakat planners indonesia utk selalu ingin
> mengembangkan sistem kota2 utama  agar secara umum dpt menjadi lbh dinamis
> …dan kali ini kebetulan dikaitkan dgn pertanyaan ttg kemungkinan jadi lokasi
> baru ibukota negeri  ………namun setidaknya ini sdh menjadi bagian utama dari
> upaya  terusmenerus menegakkan issue keruangan yg menjadi ciri khas
> pembahasan dimilis ini………
>
> Memindahkan ibukota negeri kelokasi amat dekat dari ibukota lama (spt dari
> Jkt ke Jonggol) akan segera mengingatkan kita pada kasus Putrajaya, Malaysia
> ……dan sebaliknya memindahkan ibukota negeri nun jauh ketengah hutan amat
> menjauh dari ibukota lama (tapi tak dirawa2 tepi sungai) …..segera membawa
> ingatan kita pd pengalaman Brazil dalam memindahkan ibukotanya ke Brasilia
> ………dimana keduanya bolehlah dikata sbg berhasil….…
>
> Sebenarnya akan sangat baik kalau kita selalu dgn amat sering mewacanakan
> teknik pengembangan kota-kota menengah dan kota besar diluar Jawa agar  dpt
> menjadi kota2 yg secara eksosbudlinghankamkum mampu meningkatkan
> kesejahteraan  eksosbud komunitas, bangsa dan negara ……… tapi memang
> situasinya spt menjadi aneh ketika kita akan coba dengan wacana2
> demikian….…..
>
> Setidaknya akan ada yg mengejek itu mimpi dan utopia …..ada juga malahan
> seorang guru besar dari kiblat pengajaran planologi yg  sekitar 1 atau 2
> dekade lalu  saya dapatkan dulu (di Kompas) berpandangan bahwa
> perkembangan kota metropolitan Jakarta amat merisaukan …..yg itu bisa saja
> diartikan secara mendua oleh para mahasiswanya  dan masyarakat luas….spt
> bahwa pertama pengembangan kota metropolitan itu tdk merisaukan …..namun
> perkembangan Jkt sbg kota primat tanpa tandinganlah yg merisaukan ……atau
> bisa juga diartikan bhw Jkt atau bukan …pokoknya asalkan yg namanya kota
> metropolitan itu arah perkembangannya merisaukan ………
>
> Tak kurang  masih pada sekitar dekade yg sama dgn itu …seorang (kini) guru
> besar sosiologi (masih dari lingkungannya prof ATA juga)  malah mengatakan
> bhw yg namanya kota metropolitan itu adlh ‘kota yg kecelakaan’ ……seakan ia
> mau mengatakan bhw kota yg gak celaka itu ya adalah kota2 kecil dan menengah
> ……nah pandangan2 demikian inilah yg bisa dikata repot utk bangsa dan negara
>  juga mahasiswa jadi berpandangan bias……..terutama dikaitkan dgn upaya
> mensejahterakan eksosbud bangsa dan negara namun  dgn cara ingin
> menghindari pengembangan kota2 besar dan metropolitan……..
>
>
>
>
>  .
>
> 
>

Kirim email ke