Novi,
Bolehkah saya posting juga tulisan sangat inspiratif ini di blog
http://family-writing.com ?
terima kasih
salam
nilna
Novi Ningsih <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mereka Tak Pernah Menyerah
novi_khansa
Kalau mau belajar arti pantang menyerah lihatlah anak kecil di sekeliling
Anda. Merekalah jiwa-jiwa yang tak akan pernah berhenti hingga berhasil. Kalau
hari ini belum bisa, maka besok mereka akan mencoba lagi. Kalau tadi gagal,
jatuh, mereka tidak akan jera, dan terus berusaha mencoba.
====================
Manusia rentan pada masa-masa kegagalan. Proses yang dijalani seolah-olah
menjadi sia-sia. Lalu, akan hadir keengganan untuk mencoba kembali.
Coba kita tengok anak kecil di sekeliling kita. Apakah mereka pernah
merasakan takut dan tak ingin ketika dilahirkan. Padahal kenyamanann begitu
terjamin di rahim sang Bunda. Ketika lahir ke dunia, untuk meminta apapun,
mereka harus menangis.
Berjalannya waktu, secara alami mereka akan belajar tengkurap, berguling,
merangkak, hingga berjalan, dan tiba masanya mereka berlari sangat cepat.
Mari kita sama-sama perhatikan anak usia 1 tahun. Mereka melihat di
sekelilingnya bisa berjalan, tampaknya menyenangkan. Mereka pun mencoba, kadang
kita membantu dengan menuntunnya hingga akhirnya kaki-kaki kecil itu bisa
melangkah.
Ibu saya pernah punya kekhawatiran, saya tak mampu berjalan dengan kondisi
kaki yang lemas dan kecil. Padahal saat itu gizi saya terjamin, saya pun
mendapatkan ASI ekslusif. Tapi, berjalannya waktu saya mampu melangkah
kaki-kaki saya hingga hari ini. Kenikmatan berjalan yang kadang tidak kita
sadari.
Anak-anak tak pernah merasa takut, tak pernah jera ketika gagal. Rasanya
sebagai manusia dewasa, saya merasa malu kepada mereka.
Salah satu keponakan saya bernama Fahmi, usianya sudah 18 bulan. Karena
kondisi alergi pada dirinya, tubuhnya begitu kecil. Tapi, itu tak menghalangi
dia mencoba menaiki beraneka benda yang ada di jangkauan. Dia pernah menaiki
motor-motoran milik kakaknya yang berusia lima tahun. Mencoba dan terus mencoba
hingga akhirnya dia bisa. Kadang justru kekhawatiran hadir di tengah kami.
Lain lagi dengan saudara kembarnya, Fahimah yang bertubuh lebih gemuk. Beum
lama, dia hampir jatuh dari tangga karena mencoba menaiki tangga. Biasanya,
ketika dia menaiki tangga, kami akan mengawasinya dari belakang. Tapi, begitu
gesitnya Fahimah mencapai tangga, hingga hampir dia terjatuh. Selanjutnya, dia
sempat tak berani menjelajahi tangga itu. Tapi, tidak lama kemudian dia kembali
menaiki tangga tanpa takut.
Sering saya perhatikan tiga keponakan saya. Mereka sangat lucu dan
menggemaskan. Binar matanya sangat indah. Di sana terpancar kekuatan untuk
selalu berusaha, tidak kenal kata menyerah. Mereka selalu bersemangat mencoba
hal-hal yang baru.
Mereka memang anak-anak, akan menangis ketika jatuh dan belum berhasil. Tapi,
hanya sebentar mereka menangis, kemudian bangkit lagi dan sudah berlari.
Ketika beranjak besar, kita banyak dihadapkan pada berbagai masalah dan
keadaan. Di sana kita diuji, apakah kita akan menyerah atau terus maju. Di sana
ada proses pembelajaran. Di sana ada proses kedewasaan. Di sana banyak hal kita
dapatkan. Di sana pun ada pilihan, mau menyerah atau tetap maju...
Mari sama-sama belajar pada buah hati kita, keponakan kita, adik-adik kita,
sebuah usaha tanpa kenal kata menyerah. Bukankah kita memang harus berusaha dan
hasil akhir hanya Allah yang menentukan.
SEMANGAT!!!
SEMANGAT!!!
SEMANGAT!!!
*nop yang ketika "down" dapat bisikan: "kamu bisa, kamu bisa, kamu bisa... kamu
bisa... insya Allah... ayo jangan menyerah, bisa... SEMANGAT (jayus.mode.on )
novi_khansa'kreatif
~Graphic Design 4 Publishing~
YM : novi_ningsih
http://akunovi.multiply.com
http://novikhansa.rezaervani.com/
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.