...................Ikhlas sebuah kata yang mudah diucapkan tapi sukar dipahami
dan dijalankan.......apalagi jika menyangkut keselamatan baik didunia maupun
akherat.........seseorang yang dengan iklas menerima apapun yang dikehendaki
Tuhannya atas dirinya pada dasarnya adalah orang yang bertakwa tak peduli pada
saat ini dia dalam keadaan baik ataupun jelek/buruk perbuatannya sebab pada
akhirnya alloh akan memberikan jalan baginya untuk ta'at pada perintahnya
(Syari'ah Islam).........maka dari itu kunci untuk mencapai ridho illahi guna
mendapat keselamatan baik dunia maupun akhirat adalah keikhlasan kita dalam
menerima segala hal yang diputuskan Alloh untuk kita............Ass.W.Wb.
Zuhriyyah Hidayati <[EMAIL PROTECTED]> wrote: alkisah, di zaman Nabi
Musa as, ada seorang rahib bertanya kepada Nabi Musa as.
"hai Musa, aku bertanya kepadamu, kira2 setelah mati nanti, di manakah
tempatku? di surga atau di neraka?"
"wah, itu urusan Allah. aku tidak tau tentang itu." jawab Nabi Musa
"sebagai nabi Allah, pastilah kamu dapat menanyakannya kepada Allah."
"oke... aku akan meminta petunjuk kepada Allah tentang tempatmu kelak." jawab
Nabi Musa.
setelah tiga hari, Nabi Musa kembali dengan membawa jawaban untuk si rahib.
"tempatmu di surga karena ketaatanmu kepada Allah." jawaban Nabi Musa
"o.. iya, tentu tempatku di sana. aku sudah mengiranya. thanks ya Musa." rahib
berlalu sambil tersenyum-senyum.
tidak lama kemudian, datanglah pemuda yang terkenal pemabuk, perampok, dan
penjahat. hampir segala kejahatan pernah dia lakukan. si pemuda mendekati Nabi
Musa dengan membawa pertanyaan yang sama dengan sang rahib. Nabi Musa juga
tidak langsung menjawab, tapi menangguhkannya sampai tiga hari.
pada hari ketiga, si pemuda kembali bertanya kepada Nabi Musa tentang tempatnya
kelak sesudah mati.
"tempatmu di neraka, karen kedurhakaan yang telah kamu lakukan."
"alhamdulillah, aku masuk neraka." jawab si pemuda yang membuat Nabi Musa heran.
"kenapa kamu bahagia dengan neraka sebagai tempat hari depanmu?" tanya Nabi
Musa.
"aku bahagia, setidaknya Allah masih mnegingatku, memedulikanku, serta
memberikanku tempat setelah aku mati kelak. sungguh Allah adalah Zat Yang Maha
Pemurah."
konon, kisah kedua orang tersebut terbalik di akhir ceritanya. sang rahib
ditempatkan di neraka karena ksombongannya. dan si pemuda masuk surga karena
keikhlasannya, juga karena si pemuda berobat setelah pertemuannya dengan Nabi
Musa.
cerita ini memang sederhana. cerita ini aku dapat dari pak Untung S. Rajab,
brigadir jenderal polisi di markas besar polri di bilangan kebayoran baru. aku
ke sana untuk wawancara dan menjadikan beliau sebagai profil di majalah yang
kami olah.
aku pribadi, menjadikan kisah tersebut sebagai penyemangat hidupku. di tengah
beratnya ujian yang aku hadapi, aku harus menanamkan kepercayaan dalam diri,
bahwa ini adalah ujian, wujud kecintaan Allah kepadaku. juga merupakan bukti
bahwa Allah masih memedulikanku.
dan, hanya kepada Mu, ya Allah, aku mengadu. hanya kepada Mu, aku pasrah. hanya
kepda Mu aku merintih.
www.zuh86.multiply.com
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!