Assalaamu 'alaikum Bro Reza, He..he..he..(33x ya)...terima kasih atas tanggapannya. Kesannya seperti itu ya? saya bukan bermaksud sombong sich, tapi hanya ingin menilai seseorang saja dengan memintanya memberikan pendapat terhadap suatu situasi. Salah satu aspek penilaian pada orang adalah 'kepala'nya, artinya aspek kognitif dan keseluruhan cara berpikirnya (qiyadah fikriyyah, meminjam istilah dari teman-teman HTI mah). Satu aspek penting lain dalam menilai orang adalah perbuatannya (amal), tetapi untuk konteks di milis ini belum bisa (karena belum ada interaksi tindakan). Tapi satu hal, saya berusaha untuk tidak pernah menjadikan 'penampilan fisik/luar' sebagai dasar penilaian terhadap 'kualitas' orang lain. Kata 'kualitas' dipilih karena didalamnya ada makna tingkatan/leveling/degree tentang kondisi sesuatu (bisa barang, jasa, atau bahkan orang). Kita sudah akrab dengan frase 'kualitas produk, kualitas jasa, kualitas manusia Indonesia, kualitas SDM, kualitas iman, kualitas amal, dan tentu saja boleh kita menggunakan frase "Kualitas Kepala". Saya berusaha untuk tetap menjadi pribadi hanif yang mencintai kebenaran darimana pun datangnya. 'alaa kulli haal, maafkan bila terkesan seperti sombong...bukan maksud hati!
Wassalam, DUDUNG ABDURRAHMAN --- On Thu, 6/19/08, Reza Ervani <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Reza Ervani <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [rezaervani] [OPINI] Wah, Kang Dudung Abdurrahman bisa Sombong Juga ya .... :-) To: [email protected] Date: Thursday, June 19, 2008, 6:21 PM Assalamu alaikum Kang Dudung, Jujur, kaget saya membaca bagian ini : "saya ajukan pertanyaan terbuka saja dech untuk mengetahui 'kualitas kepala' Anda" .... Wah ... wah ... wah ... :-) Jadi ingat nasehat anda buat saya dulu ;-) Saya salinkan ya buat menyegarkan : "Hanya pribadi yang cenderung kepada sikap hanif yang dapat melihat kesalahan diri dan sinar kebenaran dari orang lain, siapapun dia." Salam, Akhuka Fillah Reza Ervani --- In [EMAIL PROTECTED] ups.com, Abah <[EMAIL PROTECTED] .> wrote: > > Bismillaahirrahmaan irrahiim > Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh.. . > > Bro Yedi yang dirahmati Allah SWT, > Membaca pengumuman Anda, saya ingin katakan bahwa: > Pertama; "Anda sudah menutup diri dan apriori dengan berbagai kemungkinan kebenaran, bahwa mungkin ada butir-butir kebenaran dari apa yang disampaikan oleh teman-teman JIL atau Jaringan Islam Liberal (saya ingin hormati nama aslinya, tanpa aura kebencian dan buruk sangka seperti yang Anda semburkan dengan penuh semangat itu!)". So, kalaupun Anda menonton acara itu tanpa berkedip sekalipun, Anda tidak akan memperoleh pencerahan apa-apa, kecuali Anda semakin yakin bahwa JIL itu sesat, karena Anda sudah melakukan "default setting" seperti itu dalam seluruh syaraf inderawi dan berpikir Anda. sehingga, segala sesuatu informasi (kata, gerak tubuh, tulisan, dll) yang berbeda dengan default setting akan segera ditolak, tanpa diberi kesempatan untuk berkembang biak. Dalam perspektif agama sebagai proses pencarian tanpa akhir, maka pendekatan Anda ini tidak akan menghasilkan apa-apa, kecuali ketakaburan dan kejumudan!!! . Bersikaplah lebih adil dan santun > terhadap perbedaan, maka Anda akan menjadi pribadi yang lebih dekat dengan Allah dan juga manusia. > Kedua: ragam pemikiran yang Anda sebut dengan nada 'merendahkan' dan 'rasa muak' sebagai SIPILIS juga menunjukkan belum matangnya Anda secara intelektual. Bacalah lebih banyak berbagai buku dan literatur dengan hati terbuka dan keyakinan, maka Anda bisa lebih menghargai betapa indahnya 'perdebatan intelektual' antara Ustadz Adian Husaini (yang Anda hormati dengan sepenuh hati) dengan 'Iblis' (yang Anda kecam dengan segenap jiwa). Bisa jadi Sang Ustadz 'kelabakan' merangkai argumentasi dan dalil, karena Ustadz juga hanya manusia yang punya keterbatasan pengetahuan dan ketidakakuratan persepsi. Begitu pula 'manusia Iblis' yang Anda sumpahi itu (yang bisa jadi lebih dekat hati dan jiwanya dengan Allah SWT daripada saya dan juga Anda). Siapa yang tahu kan? Ilmu Allah itu maha luas, dan janganlah kita mengkerdilkan itu dengan 'kebodohan' kita. Rasulullah pernah memuji perbedaan pendapat diantara para sahabat (yang intelektulitasnya matang) tentang suatu > masalah, dan Rasulullah justru menasehati sahabat yang protes dan bingung dengan perbedaan itu untuk 'belajar lebih banyak lagi dan bersikap adil terhadap perbedaan pemikiran'. Jadi, nasehat saya pada Anda sama seperti nasehat Rasululullah kepada sahabat yang protes dan kebingungan dengan perbedaan itu. > Ketiga; jika saya nyatakan kepada Anda bahwa saya adalah salah satu pengidap SIPILIS (yang Anda sebut penyakit itu), Apa yang akan Anda lakukan pada saya? (saya ajukan pertanyaan terbuka saja dech untuk mengetahui 'kualitas kepala' Anda). > > Wallaahu a'lam bil muraadihi > Billaahi fi sabiil al haq. > Wassalaamu 'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.. . > > > Wassalam, > > DUDUNG ABDURRAHMAN (39 tahun) > Tukang Mengajar di UNISBA (Fakultas Ekonomi dan Syariah) > dan Biker Anggota TAB (NRA 476) > > > --- On Wed, 6/18/08, Yedi Chrisnandhi <yedi.blade@ ...> wrote: > > From: Yedi Chrisnandhi <yedi.blade@ ...> > Subject: [rezaervani] Re: [INFO] Saksikan Debat Ahmadiyah di TVOne malam ini > To: [EMAIL PROTECTED] ups.com > Date: Wednesday, June 18, 2008, 8:32 PM > > > > > > > Bismillahirrahmanni raahim... > aswrwb > > waduuuuh kemarin saya kelewat... ada yang sempat lihat? > apa ada yang sempat merekam? > ceritain dong :-) > > > 2008/6/18 Farry Yudi Sutami <zuria_sutami@ yahoo.com>: > > > > > > > > > Saksikan program Debat di TVOne malam ini Rabu, 18 Juni 2008, jam > 19:30-20.30Debat antara ustadz Adian Husaini, MA (Ph.D Candidate/www. . insistnet.com) dengan JIL (Jaringan Iblis Laknatullah) dan kaum pengidap SIPILIS (sekulerisme, pluralisme, liberalisme) Jangan lewatkan!! > > > > > -- > Yedi Chrisnandhi > Revota!Softlabs > www.revota.com > > 0818.633.366 > 022.9118.0879 >
