Komentar ini tidak untuk dikomentari..
Tapi tidak tahan juga untuk berkomentar :
Untung Pak Dudung posting ini bukan di milis Tauziyah.. :)

-dwip-

--- In [email protected], Abah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Salam hangat,
> Bro Yeddi,
> Terima kasih atas pengertiannya (jadi pengen malu..he99x). Saya 
sepenuhnya sepakat dengan pernyataan Anda. Kecuali dalam satu hal 
yaitu ketika Anda memberi penetapan atribusi (yang dalam pendengaran 
saya menjadi semacam stigma) terhadap kesesatan, dalam 
kalimat: 'pada sodara kita yang memang sedang "Tersesat". Entahlah, 
mungkin saya termasuk orang yang alergi dengan penjulukan 'Tersesat' 
kepada orang lain dalam suatu aspek yang sangat interpretatif. Dalam 
konteks ini, saya lebih cenderung memandang pemahaman Ahmadiyah 
terhadap berbagai aspek agama Islam itu sebagai perbedaan 
ekspresi/pengungkapan saja dan bukan perbedaan substantif. 
Singkatnya, Saya masih menganggap Ahmadiyah sebagai bagian dari 
Islam yang pluralistik sebagai fakta objektif, beragamnya kelompok-
kelompok dalam agama Islam. Spektrum kelompok Islam itu memang 
beragam. Sejarah peradaban Islam yang saya pahami menunjukkan 
polarisasi kelompok-kelompok itu tidak semata karena  alasan
>  ideologis, tetapi bahkan juga karena alasan politik dan 
kekuasaan. Itu yang saya pahami sebagai fakta objektif sejarah.
> Bahkan, jika seandainya pun terdapat perbedaan substansial, maka 
bagi saya, perlindungan terhadap eksistensi dan hak hidup Ahmadiyah, 
tetap harus dijamin oleh negara dan masyarakat Indonesia. Solusi 
untuk selalu menghilangkan pihak-pihak yang berbeda adalah karakter 
kekuasaan yang otoriter, dengan dasar pijakan yang berbeda-beda: 
Orde Baru mengatasnamakan Pancasila yang 'dibajak' oleh penafsiran 
kekuasaan. Bukan tidak mungkin, otoritarianisme (yang bercirikan 
pemaksaan) bisa dilakukan atas nama agama, 'agama Islam' kita 
yang 'dibajak' oleh penafsiran kekuasaan. Menurut pendapat saya, 
jika demikian halnya, agama Islam hanya dijadikan alat saja untuk 
melenyapkan 'musuh-musuh politik' yang sebelumnya diberi atribut 
sebagai 'musuh Tuhan', musuh Allah' supaya upaya memerangi dan 
melenyapkannya memiliki nilai 'kesyahidan' sebagai motivatornya.
> Jujur, saya ngeri dan tidak habis pikir menyaksikan video 
pengakuan (Yusuf Kalla bahkan mengajak para ulama MUI menyaksikan 
video itu) para pelaku bom Bali yang memahami dan meyakini 
motivasi 'syahadah/kesyahidan' dengan aplikasi pembunuhan massal 
seperti itu. Menurut saya,  inilah pembajakan nilai-nilai luhur 
Islam oleh hawa nafsu kekuasaan atas nama Tuhan. Aplikasi 
motivasi 'kesyahidan' atas nama Tuhan seperti pelaku bom bali itu, 
menurut saya kok sama saja ya dengan seorang pencopet yang 
membaca 'Bismillaahi tawakkaltu alallah la haula wa la quwwata illa 
billah' ketika hendak mengambil dompet orang lain supaya memperoleh 
keselamatan. Atau sama juga dengan seorang pelacur wanita dan 
pasangannya yang bersama-sama membaca "Allaahumma jannibnasy 
syaithoon wajannibisy syaithoon ma razaqtanaa" ketika hendak berzina 
supaya perjinahannya "diberkahi".
> Jadi, saya alergi dengan atribusi 'Tersesat' kepada orang lain, 
karena khawatir nilai-nilai Islam 'dibajak' oleh orang-orang yang 
akan berupaya untuk melenyapkan "kesesatan" itu dengan memaki, 
memukuli, dan membunuh jiwa-jiwa yang justru ingin dilindungi dan 
dipelihara oleh 'maqashid syariah', nilai-nilai universal dari 
sistem hukum Islam.
> Kurang lebih demikian juga sikap saya terhadap berbagai isme 
pemikiran yang dianggap "tersesat" sebagaimana disebut secara 
pejoratif oleh Akh Farry dengan SIPILIS.
> Dengan segenap kerendahan hati,
> DUDUNG ABDURRAHMAN
> --- On Thu, 6/19/08, Yedi Chrisnandhi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> From: Yedi Chrisnandhi <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [rezaervani] Re: [INFO] Saksikan Debat Ahmadiyah di TVOne 
malam ini
> To: [email protected]
> Date: Thursday, June 19, 2008, 4:17 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Bismillahirrahmanni rrahim...
> waswrwb
> Kepada bapak Dudung yang juga di Rahmati Allah SWT :-)
> 
> Terima kasih atas masukannya, Awalnya saya kaget lho ko dapet 
respon begitu hehe2, saya pribadi tidak masalah bapak kasi respon 
begitu dan saya hormati bapak yang secara jantan meminta maaf 
(padahal saya belum nuntut apa2 lho).
> 
> 
> Terus terang saya sih gak berpikir sejauh itu, saya emang suka 
acara debat/diskusi (siapapun dan dengan tema apapun), karena dari 
acara tsb saya pribadi bisa banyak dapat ilmu dan mengenal karakter 
orang disamping bisa melihat permasalahan dari berbagai sudut 
pandang.
> 
> Dengan memposisikan sebagai "pengamat" pada awalnya, kita bisa 
MELIHAT permasalahan dengan lebih JERNIH dan OBJEKTIF, mencari 
SOLUSI dan bagaimana MENYAMPAIKAN dan MENJALANKAN solusi itu pada 
saudara kita yang memang sedang "Tersesat"
> 
> Pak Dudung yang saya Hormati...
> 
> Dibanding debat saya lebih senang diskusi, PENDEBAT saya rasakan 
banyaknya bukan pencari KEBENARAN tapi pencari PEMBENARAN
> 
> Hatur nuhun
> 
> Waswrwb
> 
> 
> 
> 2008/6/20 Abah <[EMAIL PROTECTED] com>:
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Assalaamu a'alikum wr.wb.
> 
> Bro Yedi,
> Maafkan kesalahan saya. Saya pikir yang membuat pengumuman tentang 
debat itu adalah Anda, sehingga tanggapan saya ditujukan kepada Bro 
Yeddi. Ternyata, pengumuman itu dibuat oleh  Akh Farry  Yudi Sutami. 
Jadi, Anda dalam tanggapan saya seharusnya ditujukan untuk Akh Farry 
Yudi Sutami. Tapi, jika Bro Yedi sepakat dengan Akh Farry, maka 
berarti saya memperoleh kawan berdiskusi yang lebih banyak. 
Alhamdulillah.
> 
> Wassalam,
> 
> DUDUNG ABDURRAHMAN
> 
> 
> 
> Bismillahirrahmanni raahim...
> aswrwb
> 
> waduuuuh kemarin saya kelewat... ada yang sempat lihat?
> apa ada yang sempat merekam?
> ceritain dong :-)
> 
> 
> 2008/6/18 Farry Yudi Sutami <zuria_sutami@ yahoo.com>:
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Saksikan program Debat di TVOne malam ini Rabu, 18 Juni 2008, jam
> 19:30-20.30Debat antara ustadz Adian Husaini, MA (Ph.D 
Candidate/www. . insistnet.com) dengan JIL (Jaringan Iblis 
Laknatullah) dan kaum pengidap SIPILIS (sekulerisme, pluralisme, 
liberalisme) Jangan lewatkan!!
> 
> 
> 
> 
> --
> Yedi Chrisnandhi
> Revota!Softlabs
> www.revota.com
> 
> 0818.633.366
> 022.9118.0879
> 
> 
> 
> 
> 
> --
> Yedi Chrisnandhi
> Revota!Softlabs
> www.revota.com
> 
> 0818.633.366
> 022.9118.0879
>


Kirim email ke