"Banyak orang yang cara bicaranya paling lancar
atau jalan pikirannya paling logis
tetapi bukan seorang pemikir yang BIJAK"

Afwan..
Jazaa Kummulohu Khoiron
Jazaa Hummulohu Khoiron

Deny Rosadi






  --- In [email protected], dayan rusnaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  >
  > Mohon maaf sebelumnya...aneh ya saya melihat anda-anda
  beragumentasi, ada yang pro dan yang kontra..maaf buat Nopie
  Wamurga...saya berpendapat ilmu kita masih belum mumpuni untuk masalah
  ini...mungkin kita hanya tahu mengenai syariat islam hanya bersumber
  dari buku...tapi yang saya lihat dari semua argumen tidak mengupas
  habis masalah rokok itu boleh apa tidak..sedangkan wawasan tentang
  islam itu luas...dan yg tidak habis saya pikir ..anda hanya bisa
  berkomentar dibelakang...klo berani duduk bareng langsung dengan MUI
  untuk membahas masalah ini....maaf saya bukan membela MUI..hanya saja
  saya kurang sependapat..dengan orang yg berani ngomong dibelakan dan
  tidak berani mengeluarkan solusi...sekali lagi maaf...dari pada energi
  kita habis memikirkan hal ini..lebih baik kita fokus ke Ramadhan
  saja...siaa tahu ini Ramadhan terakhir kita....maaf ya jika ada yang
  kurang berkenan dengan tulisan saya ini...saya ini hanya manusiauh
  khilaf....
  >
  > --- Pada Kam, 11/9/08, NoPie Wamurga <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
  >
  > Dari: NoPie Wamurga <[EMAIL PROTECTED]>


  Saya sependapat dengan Sirrull, tapi disini kita lihat ahli Zikir
  itu juga bukan yang pasif sepertiyang katanya ulama-ulama Indonesia,
  Ahli Zikir itu adalah yang aktif untuk mengatakan yang haq itu haq dan
  yang bathil itu bathil, tapi di Indonesia saya melihat mereka yang
  mengaku ulama itu tidak ada yang berani mengatakan bahwa Hukum di
  Indonesia itu tidak sesuai denga Al Qur'an dan Sunnah! malah begitu
  patuhnya kepada Hukum Thogut!
  > Untuk mengenai permasalahan Rokok saya sangat sependapat dengan "Tri
  belitung" semua kembali kepada diri masing-masing. Toh mereka yang
  merokok sangat sadar betul konsekuensi apa yang di dapat kalo mereka
  merokok, ALLAH saja menyerahkan kepada manusia ntuk mengatur hidupnya
  sendiri asal tidak bertentangan Al Qur'an dan Hadits!
  > Jadi silahkan saja yang mau menerima atau menolak Fatwa MUI tentang
  haramnya Rokok!!!
  > Billahi fi Sabililhaq Fastabiqul Khairat
  > Wassalamu 'alaikum....
  >
  > --- On Thu, 9/11/08, sirrull-asrar <nurulhaq0911@ yahoo.com. sg> wrote:
  >
  > From: sirrull-asrar <nurulhaq0911@ yahoo.com. sg>
  > Subject: [rumahilmu] Re: [CATHAR] Rokok, Wah Haram???!!
  > To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
  > Date: Thursday, September 11, 2008, 7:39 PM

  > Maksud Firman Allah:
  > “Bertanyalah kepada Ahli Zikir jika kamu tidak ada pengetahuan
  tentang hal itu.”
  > (An-Nahl:43)


   Ayat ini menuntut kita untuk merujuk kepada orang yang dikatakan
  Ahli Zikir dalam memberi jawapan kepada persoalan kehidupan kita. Ayat
  ini, sesungguhnya, sangat relevan dalam memberi jalan keluar kepada
  permasalahan sosial yang melanda masyarakat hari ini seperti gejala
  dadah, seks bebas, rasuah dan vandalisme etc etc
  >
  > Ahli Zikir inilah yang patut menjadi tempat rujuk semua pihak dalam
  menyelesaikan masalah masyarakat itu. Malangnya, kebanyakan daripada
  kita merujuk kepada yang bukan ahlinya dan hasilnya masalah tetap
  tidak selesai-selesai, malah semakin hari semakin bertambah pula.
  Maka, benarlah kata-kata Rasulullah iaitu: “Apabila sesuatu urusan
  itu diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kerosakan
  yang bakal menimpa.”
  > Siapakah dia Ahli Zikir yang dianjurkan Tuhan agar kita merujuk
  kepadanya dalam persoalan kehidupan?
  > Ahli Zikir ini bukanlah orang yang duduk-duduk berzikir atau
  berjalan-jalan dengan membawa tasbih ke sana sini sambil mulutnya
  kumat-kamit. Benar, mereka itu berzikir tetapi belum lagi boleh
  diiktiraf sebagai Ahli Zikir. Yang dimaksudkan Ahli Zikir ini ialah
  orang yang hatinya benar-benar sudah terhubung dengan Tuhan dalam
  semua hal.
  > Firman Allah:
  > Orang-orang yang hatinya terhubung dengan Allah pada waktu berdiri,
  duduk dan berbaring (Ali-Imran:191)
  > Apabila hatinya sudah terhubung dengan Tuhan, maka jadilah dia orang
  kesayangan Tuhan seperti yang digambarkan oleh Tuhan dalam sebuah
  Hadis Qudsi:
  > "Amal-amal ibadah fardhu yang Aku wajibkan kepada hamba-Ku yang
  mereka lakukan untuk mendekatkan dirinya kepada-Ku dan Hamba-Ku itu
  sentiasa melakukan ibadah-ibadah sunnat untuk mendekatkan diri
  kepada-Ku hingga Aku mencintainya. Dan apabila Aku mencintainya, maka
  Aku menjadi telinga baginya untuk mendengar, mata untuk melihat,
  tangan untuk memegang serta kaki untuk berjalan. Apabila ia meminta
  kepada-Ku pasti akan Kuberi. Apabila meminta perlindungan kepada-Ku
  pasti akan Kulindungi."
  >
  > Inilah dia gambaran orang yang sudah terhubung hati dengan Tuhan
  atau disebut juga sebagai Ahli Zikir. Oleh yang demikian, bilamana
  dirujuk kepada Ahli Zikir tentang sesuatu masalah, makanya masalah itu
  diselesaikan mengikut kehendak Tuhan. Dorongan hatinya adalah dorongan
  Tuhan.. Bilamana dia berbuat, dia berbuat bagi pihak Tuhan. Bilamana
  dia berpendapat, dia berpendapat bagi pihak Tuhan. Kerana kehendak
  hatinya sudah selari dengan kehendak Tuhan. Tuhan pasti akan membantunya.

  > tri belitung <tri_belitung@ yahoo.com> wrote:
  Kalo mau berargument saya rasa sah-sah saja, tapi kalo kita punya
  perbedaan pandangan sebaiknya kita kembalikan ke Al Qur'an dan
  Hadist. Mungkin ada rekan-rekan yg bisa menjelaskan mengenai dalil
  yg kuat mengenai rokok tapi tidak dipaksain. Soal mau terima atau
  tidak Fatwa MUI, menurut saya kembali ke diri kita masing-masing yang
  akan memikirkan apakah fatwa tersebut memang benar dan dampaknya
  kepada diri sendiri maupun orang lain.Â
  >
  > Mohon maaf bila tidak berkenan.
  >
  >
  > --- On Thu, 9/11/08, NoPie Wamurga <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
  >
  > From: NoPie Wamurga <[EMAIL PROTECTED] com>
  > Subject: [rumahilmu] Re: [CATHAR] Rokok, Wah Haram???!!
  > To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
  > Date: Thursday, September 11, 2008, 4:05 PM


   Trima Kasih Kalo menganggap Pemikiran saya anaeh! Dan Haram saya
  dikasihani... .
  > Justru yang kasian itu pemikiran kalian yang sampe mau patuh apalagi
  taat dengan Fatwa MUI yang sangat-sangat dipertanyakan Keimanannya! !!
  Mereka cuma sibuk memikirkan sesuatu permasalahan yang tidak
  substansial, tidak pernah melakukan Solusi agar akidah bangsa
  Indonesia ini benar-benar terjaga dari Hukum Thogut bangsa ini! Bahkan
  mereka tunduk patuh pada hukum Thogut bangsa ini, termasuk anda!!!
  >
  > --- On Thu, 9/11/08, Cahaya <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
  >
  > From: Cahaya <[EMAIL PROTECTED] com>
  > Subject: [rumahilmu] Re: [CATHAR] Rokok, Wah Haram???!!
  > To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
  > Date: Thursday, September 11, 2008, 7:59 AM
  >
  >
  >
  >
  >
  > Wamurga99 pemikirannya aneh ya?
  >
  > kasian...
  >
  >
  >
  > 2008/9/11 wamurga99 <[EMAIL PROTECTED] com>
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  > "Dan kalau orang jahil berkata "Janganlah kamu mempertuhankan ulama
  > sebagaimana orang-orang ahlul kitab dahulu mempertuhankan
  > rahib-rahibnya" , saya akan jawab saya tidak mempertuhankan ulama,
  > saya hanya mengikuti pewaris nabi yang menjadikan Al-Qur'an, Hadits
  > sebagai pedoman hidupnya dan rujukan atas masalah-masalah kehidupan,
  > dan tidak mencari keuntungan dengannya, dan mereka ulama-ulama itu
  > sendiri adalah orang-orang yang takut kepada Rabbnya."
  >
  > Jika melihat penggalan artikel diatas, justru menjadi tanda tanya
  > besar bagi saya. Untuk permasalahan "FATWA HARAM ROKOK" yang katanya
  > akan dikeluarkan MUI, kita harus melihat faktor apa yang menjadi
  > landasan untuk mengeluarkan itu?!
  > Walaupun Fatwa itu akhirnya harus keluar, menurut saya "TIDAK ADA
  > KEWAJIBAN" untuk mengikuti apalagi menaatinya! Kita lihat QS. An Nisaa
  > : 59, "Kita perintahkan Taat kepada Allah, Taat kepada Rosul, dan Ulil
  > Amri" dan kepada ULIL Amri pun tidak mutlak, hanya kepada Ulil Amri
  > yang benar-benar melaksanakan AL QUR'AN dan SUNNAH RosulNYA secara
  > Murni dan Konsekuen, jadi "TIDAK ADA KEWAJIBAN TAAT KEPADA ULAMA!!!
  > Kalau dikatakan "mereka ulama-ulama itu sendiri adalah orang-orang
  > yang takut kepada Rabbnya." Justru sangat membingungkan bagi saya,
  > Jika mereka takut kepada RabbNya kenapa tidak ada yang berani berjuang
  > untuk menegakkan Agama Allah di Bumi Indonesia bahkan mereka masih
  > Patuh dan Taat kepada Hukum Thogut!!! Naudzubillah.
  >
  > --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, "Danni Azzam Ferianto"
  >
  >
  >
  > <azzam_df@> wrote:
  > >
  > > Rokok, Wah Haram???!!
  > >
  > > Menyikapi pro dan kontra hukum rokok dalam Islam. Saya akan
  berhati-hati
  > > dan tidak berani mengatakan sesuai hawa nafsu saya, ataupun ilmu yang
  > > saya miliki tentang status halal atau haramnya rokok.
  > >
  > > Sejujurnya saya dulu perokok, dan saya tinggalkan karena Qur'an
  menyuruh
  > > untuk membelanjakan harta kita untuk sesuatu yang lebih berkah, dan
  > > melarang harta dibelanjakan untuk sesuatu yang tidak bermanfaat dan
  > > cenderung merugikan, "Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan
  Allah,
  > > dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan
  > > berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang
  > > berbuat baik" (QS. 1:195).
  > >
  > > Saya juga merasa sayang jika mudah mengeluarkan harta kita untuk
  sesuatu
  > > yang kita rasa nikmatnya, namun disisi lain, saudara-saudara kita
  > > kesulitan mencari sesuap nasi yang amat penting bagi kelanjutan
  > > hidupnya. Saya kira disilah unsur kemubazirannya (baca: boros). Inilah
  > > relevansinya dengan, "Sesungguhnya, pemboros-pemboros itu adalah
  > > saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada
  > > Rabbnya." (QS 17: 27)
  > >
  > > Saya juga ingat ketika nabi SAW mengatakan tentang "Salah satu tanda
  > > kebaikan Islam seseorang adalah mau meninggalkan perkara yang tidak
  > > berguna baginya." (HR. Ahmad, Tirmidzi, dishahihkan Syaikh Ahmad
  > > Syakir). Sebenarnya hadits ini mengupas tentang kesia-siaan perilaku
  > > ghibah, namun maknanya sangat luas dan mengena ke masalah-masalah
  > > lainnya yang tidak berguna.
  > >
  > > Terakhir, karena saya orang awam dan tidak mempunyai pemahaman
  yang luas
  > > tentang detail-detail Syariah, menyangkut fikih, hadits, dan tafsir,
  > > saya tidak berani menentukan status halal-haramnya, tapi lebih memilih
  > > mengikuti ulama dan menjauhi mencari-cari ilmu sendiri, dan
  memahaminya
  > > sendiri. Saya cenderung mengikuti fatwa haram yang dikeluarkan
  > > ulama-ulama yang tidak diragukan kedalaman dalam ilmunya, takwa dan
  > > wa'ranya, seperti: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Syaikh
  Abdul
  > > Aziz bin Baaz, Syaikh DR. Yusuf Al-Qardhawi, Syaikh Mahmud
  Syaltut, dsb.
  > >
  > > Terkait rencana MUI mengeluarkan fatwa haram rokok, saya akan tsiqah
  > > penuh kepada para ulama yang saya yakin telah menelaahnya dengan ilmu
  > > dan lewat kajian mendalam. Jika MUI akhirnya mengharamkan rokok saya
  > > akan mengikutinya, daripada saya lebih cenderung mencari dalil yang
  > > membenarkan tindakan merokok lewat ulama-ulama yang
  membolehkannya, atau
  > > mencari dalil dan menafsirkannya tanpa bimbingan ulama.
  > >
  > > Sejujurnya hingga detik ini saya masih tsiqah kepada MUI; MUI yang
  > > hingga kini belum mencabut pelarangan menghadiri natal bersama,
  MUI yang
  > > mengharamkan SMS judi berhadiah, MUI yang mengharamkan Pluralisme semu
  > > agama untuk mencabut Islam dari akarnya, MUI yang melarang pornographi
  > > di media catak dan elektronik, MUI yang memutuskan Ahmadiyah sesat.
  > >
  > > Dan kalau orang jahil berkata "Janganlah kamu mempertuhankan ulama
  > > sebagaimana orang-orang ahlul kitab dahulu mempertuhankan
  > > rahib-rahibnya" , saya akan jawab saya tidak mempertuhankan ulama,
  saya
  > > hanya mengikuti pewaris nabi yang menjadikan Al-Qur'an, Hadits sebagai
  > > pedoman hidupnya dan rujukan atas masalah-masalah kehidupan, dan tidak
  > > mencari keuntungan dengannya, dan mereka ulama-ulama itu sendiri
  adalah
  > > orang-orang yang takut kepada Rabbnya. Wallahua'alam
  > >
  > > Danni Azzam
  > >
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  > Get your new Email address!
  > Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  __________________________________________________________
  > Nama baru untuk Anda!
  > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan
  @rocketmail.
  > Cepat sebelum diambil orang lain!
  > http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
  >



   

Kirim email ke