Bismillahirrahmannirrahiim....
Bang nopie :)

Yah jangan dilihat ulamanya (MUI) lihat hujjah yang dikeluarkan, kalo itu
datangnya dari rosulullah ya tinggal patuh aj ( setelah dilihat keshahihan
dan dan derajad haditsnya) jangan sampai lebel MUI membuat kita tidak
berpikir jernih lagi

oh iya saya termasuk yang greget jika ada hukum Allah dibenturkna dengan
masalah Ekonomi , kesannya meremehkan



On Fri, Sep 12, 2008 at 10:24 AM, NoPie Wamurga <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>   OH..Saya sangat siap bila MUI mau berdialog membahas masalah
> "pengharaman rokok" itu, Kami yang menganggap bahwa Fatwa "haram rokok" itu
> lebih banyak mudharat yg akan ditimbulkan sangat-sangat siap kalau memang
> MUI mau mengadakan dialog terbuka untuk membahas masalah ini!
> Saya mau tahu Solusi dari anda bila jutaan orang akan menganggur karna
> pabrik rokok harus tutup, pedagang rokok asongan yang kebingungan, juga home
> industri pembuatan rokok yang begitu banyak di daerah Kediri dan Kudus!
> Fokus Ramadhan bukan berarti kita tidak memikirkan permasalahan bangsa!
> Kalaupun anda setuju dan mau patuh pada Fatwa itu ya..silahkan, jangan
> memaksa orang lain juga harus patuh apalagi taat! Karna memang tidak ada
> Dalil yang mengharuskan untuk patuh apalagi taat pada ulama!
> Thanx atas koment nya...
>



-- 
Yedi Chrisnandhi
Revota!Softlabs
www.revota.com

0818.633.366
022.9118.0879

Kirim email ke