Sangat menyedihkan, prihatin dan memalukan, karena beberapa saat setelah berita 
ditanyangkan di media lokal, media internasional seperti CNN langsung juga 
memberitakan. Menjadi peringatan bagi kita supaya membentuk lembaga zakat yg 
tangguh dan dipercaya seluruh umat utk menangani potensi zakat yg diperkirakan 
mencapai Rp. 20 trilyun/tahun.  Sepertinya lembaga zakat bentukan pemerintah 
kurang dipercaya dilihat dari kurangnya peminat para pemberi zakat menyalurkan 
melalui Bazis/BAZ pemerintah. Saya sendiri Insyallah memanfaatkan lembaga 
swasta seperti Rumah Zakat, selain menitipkan kepada badan amil di 
masjid-masjid. Apakah yang saya lakukan belum tepat??? Mohon tanggapan untuk 
lebih meyakinkan saya.

Wassalam,
Tri

--- On Tue, 9/16/08, zainal enal <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: zainal enal <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [rumahilmu] Re: [RENUNGAN] Innalillaahi wa inna ilaihi raajiuun
To: [email protected]
Date: Tuesday, September 16, 2008, 9:26 AM










    
            disiplin dan kprihatinan yang kurang  membawa musibah yang 
tujuannya amat baik dalam bulan ramadan ini..

--- On Tue, 16/9/08, aa gun <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: aa gun <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: [rumahilmu] [RENUNGAN] Innalillaahi wa inna ilaihi raajiuun
To: "rumah ilmu indonesia" <[EMAIL PROTECTED] ps.com>, "al-azhar yisc" 
<yisc_al-azhar@ yahoogroups. com>, yisc-aktivis@ yahoogroups. com
Date: Tuesday, 16 September, 2008, 9:35 AM









Tragedi zakat 
  
Inna lillaahi wa inna ilahi raajiuun, begitulah ketika kemarin sore sebuah 
stasiun TV swasta menayangkan sebuah kejadian tragis, "Tragedi Zakat", 
begitulah saya menyebutnya. Luar biasa pastinya sebab kurang lebih dua puluh 
satu orang meregang nyawa demi uang Rp. 30.000. banyak faktor mengapa kejadian 
tragis itu bisa terjadi, menurut saya faktor pertama ada;ah kelalaian panitia 
acara mengantisipasi membludaknya para mustahik, selain itu ketidak sabaran, 
mungkin juga keserakahan mereka (para mustahik) yang tak mempedulikan 
keselamatan masing-masing, tidak adanya toleransi dan kebersamaan yang penting 
aku dapat terserah yang lain, mau keinjak-injak mau kejepit yang lemah mati 
lemas tak berdaya yang kuat maju kedepan meraih "harapan". ini membuktikan 
bahwa nilai puasa belum menyentuh rasa kemanusiaan masing-masing. 
  
Kejadian ini bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. para moment apapun ketika 
banyak orang tak mampu mengendalikan diri inilah akibatnya. Setiap ramadhan, 
atau idul qurban bangsa ini kerap tertimpa musibah yang memiriskan hati, mulai 
dari rebutan jatah daging kurban, antri dan rebutan tiket pulang kampung, 
musibah pulang kampung, darat, laut udara seakan tak pernah sepi menerpa. ini 
bisa jadi bahan introspeksi bagi kita semua. 
  
Semoga musibah ini dapat menjadi bahan renungan buat semua agar tak terulang di 
masa mendatang


        New Email names for you!  

Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.

Hurry before someone else does!
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke