marilah bersama kita belajar, khususnya saya, kita semua, badan amil, dan pemerintah. karena hal ini sudah terjadi berulang terus sejak tahun 70-an, kalau tidak sekarang, kapan lagi?
padahal zakat sudah dicontohkan oleh nabi dan sahabat, dan benar2 bisa membuat mustahiq di tahun ini, menjadi muzakki di tahun depannya. masalah yang harus dibenahi: 1. bagaimana cara badan amil menjadi profesional dan transparan? 2. bagaimana cara saya/kita membuat orang2 percaya terhadap badan amil? 3. bagaimana cara kita membayar zakat dan peduli dengan lingkungan (mengenal dan memahami orang2 di sekitar)? catatan: tentunya yang diorganisir oleh badan amil 4. bagaimana cara pemerintah bisa belajar dari pengalaman dan membuat sistem yang mendukung hal ini? catatan: bila mustahiq (korban pingsan) tetap tidak kapok walau maut sudah di depan muka, tapi minimal pemerintah harus bisa mengambil hikmah dan bertindak. 5. bagaimana cara saya mulai mengaplikasikan apa yang saya tulis ini? -idho- ^_^_^_^_^ --- In [email protected], tri belitung <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sangat menyedihkan, prihatin dan memalukan, karena beberapa saat setelah berita ditanyangkan di media lokal, media internasional seperti CNN langsung juga memberitakan. Menjadi peringatan bagi kita supaya membentuk lembaga zakat yg tangguh dan dipercaya seluruh umat utk menangani potensi zakat yg diperkirakan mencapai Rp. 20 trilyun/tahun. Sepertinya lembaga zakat bentukan pemerintah kurang dipercaya dilihat dari kurangnya peminat para pemberi zakat menyalurkan melalui Bazis/BAZ pemerintah. Saya sendiri Insyallah memanfaatkan lembaga swasta seperti Rumah Zakat, selain menitipkan kepada badan amil di masjid-masjid. Apakah yang saya lakukan belum tepat??? Mohon tanggapan untuk lebih meyakinkan saya. > > Wassalam, > Tri > > --- On Tue, 9/16/08, zainal enal <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: zainal enal <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [rumahilmu] Re: [RENUNGAN] Innalillaahi wa inna ilaihi raajiuun > To: [email protected] > Date: Tuesday, September 16, 2008, 9:26 AM > > > > > > > > > > > > disiplin dan kprihatinan yang kurang membawa musibah yang tujuannya amat baik dalam bulan ramadan ini.. > > --- On Tue, 16/9/08, aa gun <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: > > From: aa gun <[EMAIL PROTECTED] com> > Subject: [rumahilmu] [RENUNGAN] Innalillaahi wa inna ilaihi raajiuun > To: "rumah ilmu indonesia" <[EMAIL PROTECTED] ps.com>, "al-azhar yisc" <yisc_al-azhar@ yahoogroups. com>, yisc-aktivis@ yahoogroups. com > Date: Tuesday, 16 September, 2008, 9:35 AM > > > > > > > > > > Tragedi zakat > > Inna lillaahi wa inna ilahi raajiuun, begitulah ketika kemarin sore sebuah stasiun TV swasta menayangkan sebuah kejadian tragis, "Tragedi Zakat", begitulah saya menyebutnya. Luar biasa pastinya sebab kurang lebih dua puluh satu orang meregang nyawa demi uang Rp. 30.000. banyak faktor mengapa kejadian tragis itu bisa terjadi, menurut saya faktor pertama ada;ah kelalaian panitia acara mengantisipasi membludaknya para mustahik, selain itu ketidak sabaran, mungkin juga keserakahan mereka (para mustahik) yang tak mempedulikan keselamatan masing-masing, tidak adanya toleransi dan kebersamaan yang penting aku dapat terserah yang lain, mau keinjak-injak mau kejepit yang lemah mati lemas tak berdaya yang kuat maju kedepan meraih "harapan". ini membuktikan bahwa nilai puasa belum menyentuh rasa kemanusiaan masing-masing. > > Kejadian ini bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. para moment apapun ketika banyak orang tak mampu mengendalikan diri inilah akibatnya. Setiap ramadhan, atau idul qurban bangsa ini kerap tertimpa musibah yang memiriskan hati, mulai dari rebutan jatah daging kurban, antri dan rebutan tiket pulang kampung, musibah pulang kampung, darat, laut udara seakan tak pernah sepi menerpa. ini bisa jadi bahan introspeksi bagi kita semua. > > Semoga musibah ini dapat menjadi bahan renungan buat semua agar tak terulang di masa mendatang > > > New Email names for you! > > Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. > > Hurry before someone else does! >
