Tragedi zakat
 
Inna lillaahi wa inna ilahi raajiuun, begitulah ketika kemarin sore sebuah 
stasiun TV swasta menayangkan sebuah kejadian tragis, "Tragedi Zakat", 
begitulah saya menyebutnya. Luar biasa pastinya sebab kurang lebih dua puluh 
satu orang meregang nyawa demi uang Rp. 30.000. banyak faktor mengapa kejadian 
tragis itu bisa terjadi, menurut saya faktor pertama ada;ah kelalaian panitia 
acara mengantisipasi membludaknya para mustahik, selain itu ketidak sabaran, 
mungkin juga keserakahan mereka (para mustahik) yang tak mempedulikan 
keselamatan masing-masing, tidak adanya toleransi dan kebersamaan yang penting 
aku dapat terserah yang lain, mau keinjak-injak mau kejepit yang lemah mati 
lemas tak berdaya yang kuat maju kedepan meraih "harapan". ini membuktikan 
bahwa nilai puasa belum menyentuh rasa kemanusiaan masing-masing.
 
Kejadian ini bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. para moment apapun ketika 
banyak orang tak mampu mengendalikan diri inilah akibatnya. Setiap ramadhan, 
atau idul qurban bangsa ini kerap tertimpa musibah yang memiriskan hati, mulai 
dari rebutan jatah daging kurban, antri dan rebutan tiket pulang kampung, 
musibah pulang kampung, darat, laut udara seakan tak pernah sepi menerpa. ini 
bisa jadi bahan introspeksi bagi kita semua.
 
Semoga musibah ini dapat menjadi bahan renungan buat semua agar tak terulang di 
masa mendatang


      

Kirim email ke