Satu kata: MEMPRIHATINKAN !! Di sinilah letaknya permasalahan ummat, ketika suatu urusan tidak diserahkan secara proporsional kepada pihak yang sebenarnya telah ada tuntunan untuk melaksanakannya.
Keprihatinan muncul ketika saya melihat tayangan di salah satu TV Swasta yang sedang melangsungkan prosesi pemakaman 2 jenazah dari 21 yang dikabarkan tewas atas tragedi ini. Mudah-mudahan ke depan, kredibilitas Panitia Penitipan dan Penyaluran Zakat yang ada di mesjid2 maupun BAZIS (Badan Amal Zakat, Infaq dan Sodaqoh) yang dibentuk sampai ke tingkat kecamatan dapat meningkatkan kredibilitasnya. Dan tidak melupakan 8 asnaf yang berhak atas penyaluran harta yang dititipkan oleh Para Muzaki, amin. Salam, Mohamad Tomtom Makmur --- On Tue, 9/16/08, AL shahida <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: AL shahida <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [rumahilmu] Re: [RENUNGAN] Innalillaahi wa inna ilaihi raajiuun To: [email protected] Date: Tuesday, September 16, 2008, 4:58 PM Salam Memprihatinkan memang. Salahnya banyak dan moga bisa menjadi pembelajaran. Yang perlu dicek apakah benar bahwa ini hadiah dari seorang kaya yang ingin membagikan zakatnya langsung ke publik. Perlukah ini? kalau ia ...sesungguhnya khan ada agen-agen atau fasilitator badan AMAL yang bisa melaksanakannya dengan cara yang etis dan manusiawi. Kita tidak bia menyalahkan para mustahik karena hal ini sesungguhnya bisa diantipasi bahwa hal ini akan terjadi akibat begitu miskin dan papanya rakyat kita. Kabarnya sudah merambah ke Gulf: http://archive. gulfnews. com/articles/ 08/09/15/ 10245177. html wassalam, teteh "And they feed, for the love of Allah, the poor, the orphan, and the captive..." [Surah al-Insaan, 8] --- On Tue, 9/16/08, aa gun <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: From: aa gun <[EMAIL PROTECTED] com> Subject: [rumahilmu] [RENUNGAN] Innalillaahi wa inna ilaihi raajiuun To: "rumah ilmu indonesia" <[EMAIL PROTECTED] ps.com>, "al-azhar yisc" <yisc_al-azhar@ yahoogroups. com>, yisc-aktivis@ yahoogroups. com Date: Tuesday, September 16, 2008, 7:05 AM Tragedi zakat Inna lillaahi wa inna ilahi raajiuun, begitulah ketika kemarin sore sebuah stasiun TV swasta menayangkan sebuah kejadian tragis, "Tragedi Zakat", begitulah saya menyebutnya. Luar biasa pastinya sebab kurang lebih dua puluh satu orang meregang nyawa demi uang Rp. 30.000. banyak faktor mengapa kejadian tragis itu bisa terjadi, menurut saya faktor pertama ada;ah kelalaian panitia acara mengantisipasi membludaknya para mustahik, selain itu ketidak sabaran, mungkin juga keserakahan mereka (para mustahik) yang tak mempedulikan keselamatan masing-masing, tidak adanya toleransi dan kebersamaan yang penting aku dapat terserah yang lain, mau keinjak-injak mau kejepit yang lemah mati lemas tak berdaya yang kuat maju kedepan meraih "harapan". ini membuktikan bahwa nilai puasa belum menyentuh rasa kemanusiaan masing-masing. Kejadian ini bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. para moment apapun ketika banyak orang tak mampu mengendalikan diri inilah akibatnya. Setiap ramadhan, atau idul qurban bangsa ini kerap tertimpa musibah yang memiriskan hati, mulai dari rebutan jatah daging kurban, antri dan rebutan tiket pulang kampung, musibah pulang kampung, darat, laut udara seakan tak pernah sepi menerpa. ini bisa jadi bahan introspeksi bagi kita semua. Semoga musibah ini dapat menjadi bahan renungan buat semua agar tak terulang di masa mendatang
