Saya bukan ahli, cuma mau share pendapat. Alasannya adalah perlunya acuan untuk membenchmark hasil valuasi... Agar kita tahu seberapa konservatif atau optimistist kita... Valuasi itu tidak bisa pasti, even harga pun bergerak dalam range.. Juga sebagai bagian dr risk management kita perlu safety..dan safety ini terkait dengan risk. Risknya salah satunya adalah kita mungkin terlalu optimis dan ada faktor2 yg tidak kita libatkan dalam analisa. Untuk itu perlu acuan, agar kita bisa merasa nyaman dgn hasil valuasi kita. Per industri adalah salah satunya, walau bisa jadi top performer dihargai lbh tinggi dr rata2 dam industri yg sama.
Even, riset2 firm terkemuka juga masih membuat acuan ke konsensus misalnya. Jadi, tidak hanya per rata2 yg dijadikan patokan. salam Satriyo Sent by DiGi from my BlackBerry® Smartphone -----Original Message----- From: Fabianto Wangsamulya <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 28 Aug 2013 20:25:58 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Valuasi Harga Wajar Rekan-rekan anggota milis terutama yang punya background analisis fundamental, saya ada pertanyaan terkait dengan valuasi harga wajar. Kenapa umumnya analis fundamental menghitung harga wajar suatu saham dikaitkan dengan PER sektor atau industrinya? Mis saham ABCD harganya 1000 dengan PER 10 sedangkan PER rata-rata sektor atau industrinya 14, maka harga wajar ABCD adalah 1400. Perhitungan itu sepertinya dilandasi oleh pemikiran bahwa harga suatu saham itu akan mengikuti harga rata-rata sektornya sehingga jika PER suatu saham di bawah rata-rata maka dibilang murah dan sebaliknya. Saya lagi berpikir kenapa tidak dibalik? Mis saham ABCD harga 1000 dengan PER 10 itu sudah harga wajar walaupun PER rata-rata sektornya 14, justru harga saham yang lain dalam sektor yang sama kemahalan. Lagipula jika mis saham ABCD yang harganya 1000 itu menjadi 1400, maka rata-rata PER sektornya akan naik juga (karena rata-rata dari total, apalagi jika kapitalisasi saham ABCD ini besar) sehingga target PER 14 itu akan naik lagi. Bagi saya tidak mungkin saham satu sektor itu PER nya sama semua karena ada perbedaan pertumbuhan laba, margin profit, besarnya beban utang, dll. Silakan didiskusikan terutama bagi yang punya background analisis fundamental apalagi yang belajarnya resmi dan punya sertifikat :) Terima kasih. --- Fabianto www.fabianto.com - my blog www.fordiso.com - my company: supply chain IT company based in Indonesia www.maxlogistix.com - low cost cloud warehouse management system (WMS)
