Mungkin karena PER sektor / industri, dianggap lebih efisien, dan mencerminkan lebih banyak variabel, sehingga dianggap valuasinya lebih wajar. Seperti halnya juga PER index. Valuasi secara relatif, diperlukan, karena sebetulnya manusia secara alami adalah boundedly rational, dan butuh pembanding untuk menentukan nilai sesuatu. Salah satu penelitian yang menarik, adalah kans seseorang untuk mendapat pacar adalah lebih besar ketika dia mengajak teman yang secara penampilan kurang menarik, sehingga calon pacar memiliki pembanding.
Mengenai PER perusahaan kemudian mempengaruhi PER sektor / industri, ini adalah seperti konsep refleksivitas nya Soros, yang sebetulnya masih belum ada penjelasan yang dapat menjadi teori. Intinya prosesnya timbal balik, kognisi menjadi partisipasi yang kemudian menjadi kognisi lagi. Di matematika dan fisika ada konsep complexity dan chaos, tapi mungkin pasar akan bergerak duluan sebelum ini selesai dipelajari :p Salam, BK Wibowo Pada 29 Agustus 2013 10.25, Fabianto Wangsamulya <[email protected]>menulis: > ** > > > Rekan-rekan anggota milis terutama yang punya background analisis > fundamental, saya ada pertanyaan terkait dengan valuasi harga wajar. > Kenapa umumnya analis fundamental menghitung harga wajar suatu saham > dikaitkan dengan PER sektor atau industrinya? > > Mis saham ABCD harganya 1000 dengan PER 10 sedangkan PER rata-rata sektor > atau industrinya 14, maka harga wajar ABCD adalah 1400. > > Perhitungan itu sepertinya dilandasi oleh pemikiran bahwa harga suatu > saham itu akan mengikuti harga rata-rata sektornya sehingga jika PER suatu > saham di bawah rata-rata maka dibilang murah dan sebaliknya. > Saya lagi berpikir kenapa tidak dibalik? > > Mis saham ABCD harga 1000 dengan PER 10 itu sudah harga wajar walaupun PER > rata-rata sektornya 14, justru harga saham yang lain dalam sektor yang sama > kemahalan. > > Lagipula jika mis saham ABCD yang harganya 1000 itu menjadi 1400, maka > rata-rata PER sektornya akan naik juga (karena rata-rata dari total, > apalagi jika kapitalisasi saham ABCD ini besar) sehingga target PER 14 itu > akan naik lagi. Bagi saya tidak mungkin saham satu sektor itu PER nya sama > semua karena ada perbedaan pertumbuhan laba, margin profit, besarnya beban > utang, dll. > > Silakan didiskusikan terutama bagi yang punya background analisis > fundamental apalagi yang belajarnya resmi dan punya sertifikat :) > > Terima kasih. > > --- > Fabianto > www.fabianto.com - my blog > www.fordiso.com - my company: supply chain IT company based in Indonesia > www.maxlogistix.com - low cost cloud warehouse management system (WMS) > > >
