Terkadang saya suka tidak habis pikir, aset bangsa sendiri, dikuasai oleh asing, eh pas bangsa sendiri mau ambil balik, sulit sekali dan malah jadi rebutan antar bangsa sendiri sehingga harganya naik tidak keruan.
Aneh saja. Khan seharusnya bisa saja melakukan kesepakatan diluar sehingga bisa deal di harga AUD 2.25 (harga tender offer dari kelompok BUMI pertama kali kalau saya tidak salah ingat). Soal konsesi yang di Dairi itu juga khan semua ada ditangan pemerintah. Pemerintah bisa saja tidak merubah perijinan karena lokasi penambangan nantinya ada di bawah tanah yang di atasnya ada hutan lindung. Terkadang, melihat perebutan ANTM dan BUMI di Herald, seperti sebuah sandiwara saja karena memang diluar akal sehat saja seperti saya tuliskan di atas. Saya jadi berpikiran nakal, jangan2 ada udang dibalik batu...:) Saham Herald di pasar sudah dikuasai dulu lewat jalan belakang (banyak jalan menuju Roma), lalu melakukan 'pertempuran' perebutan saham Herald yang harganya terus dinaikan oleh masing2 pihak, seperti perlombaan saja. Nanti bila harganya sudah mencapai angka yg direncanakan, barulah salah satu menyerah. Barulah kemudian saham Herald akan dibeli oleh BUMI Tbk atau ANTM Tbk dengan harga yg tinggi. Yang untung? Yang untung dan dapat duit besarnya adalah yg sudah ngumpulin saham Herald di harga murah jauh2 hari sebelumnya. Coba saja kalau ada yg iseng mencoba menelusuri siapa sebenarnya pemegang saham Herald sampai ke akar2nya (tentunya jangan lihat nama pemegang sahamnya, tapi siapa dibalik nama pemegang saham tsb), jangan2 nanti ketemu nama2 yg familiar....:) Biasalah, lagi jaman mau ada perhelatan besar, jadi butuh biaya besar juga. Teknik2 juga perlu inovatif dan kreatif sehingga dapat "pembiayaan murah" No offense ke siapapun dan tidak nuduh kesiapapun. Hanya pikiran nakal saya saja.... :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu On Thu, Jun 26, 2008 at 3:48 PM, Aria Bela Nusa <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > DJ Bumi Resources: Offer For Herald Is 'Not Final,' Could Rise > > JAKARTA (Dow Jones)--PT Bumi Resources (BUMI.JK) could raise its offer for > Herald Resources Ltd. (HER.AU) in its bidding war with the Tango > consortium, Bumi spokesman Dileep Srivasta said Thursday. "This (Bumi's > current offer price) is not final," Srivasta said, saying an increase to > the offer "can happen" depending on what Tango does. Bumi and Tango - > comprising Indonesian state nickel miner PT Aneka Tambang (ANTM.JK) and > China's Shenzhen Zhongjin Lingnan Nonfemet Co. (000060.SZ) - have both > made unconditional offers of A$553.6 million for Herald. > >
