PEMERINTAH GAMANG, ARTINYA PEMERINTAH TDK YAKIN DENGAN KEPUTUSANNYA SENDIRI, 
SHARUSNYA TADI MALAM TIDK MELKUKAN KONFRENSI PRESS DENGAN MEMBUAT PERNYATAAN, 
BEI AKAN DIBUKA BESOK, KONDISI EKONOMI LEBIH BAIK, SEKARANG APA PEMERINTAH 
MASIH YAKIN PERNYATAAN MEREKA SENDIRI?
OH .. TIM EKONOMI PEMERINTAH, PERNYATAANMU SANGAT MENOLONG KITA SEMUA UNTUK 
TIDAK PERCAYA DENGAN KONDISI PASAR SAAT INI
 
SALAM
PLM

--- Pada Jum, 10/10/08, Dadi Resmawan <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

Dari: Dadi Resmawan <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: [saham] Investor Tidak Yakin Lagi pada Pemerintah
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 10 Oktober, 2008, 10:28 AM










Jumat, 10/10/2008 09:52 WIB
Investor Tidak Yakin Lagi pada Pemerintah
Dadan Kuswaraharja - detikFinance

Jakarta - Keputusan otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk kembali menutup 
perdagangan saham pada sesi I perdagangan akan membuat investor menjadi tidak 
yakin dengan kebijakan pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi XI DPR Dradjad Wibowo dalam 
perbincangan dengan detikFinance, Jumat (10/10/2008).

"Memang seharusnya jangan dibuka, paling cepat Senin, apalagi tadi malam pada 
anjlok, ini menghancurkan kredibilitas pemerintah," ujarnya.

Pemerintah, lanjut Dradjad beberapa kali mengeluarkan pernyataan kalau ekonomi 
aman tetapi nyatanya bursa kembali anjlok lagi.

"Presiden bilang hari minggu aman eh hari Seninnya malah anjlok, terus rapat 
lagi, terus buat pernyataan lagi masih aman, tetapi malah hancur dan terpaksa 
menutup bursa, ini sudah 3 kali lho kejadiannya," ujarnya.

Penutupan kembali saham menunjukkan pemerintah tidak percaya diri akan 
langkah-langkah yang diambil untuk mengamankan, menstabilkan dan mengamankan 
pasar.

"Ini paling tidak membuat orang tidak yakin lagi kepada pemerintah, my word is 
my bond, kata-kata saya adalah jaminan saya, tapi bagi pemerintah terbalik, 
jaminan saya adalah kata-kata saya," ujarnya.(ddn/ir 

 


      Berbagi foto Flickr dengan teman di dalam Messenger

Kirim email ke