bahasa media emang begitu .... bombastis dan terkadang membesar-besarkan 
masalah (padahal mungkin masalahnya sendiri emang udah besar...)

  ----- Original Message ----- 
  From: Halim Mintareja 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, October 10, 2008 10:37 AM
  Subject: Re: [saham] Investor Tidak Yakin Lagi pada Pemerintah



  Kayaknya detikfinance juga musti belajar menahan diri.

  saya lihat judulnya koq seperti ke arah provokasi. Isi dari berita tidak 
relevan dengan judulnya.

  Ini ke 2 kali setelah kemarin berita soal redeption reksadana


  2008/10/10 Dadi Resmawan <[EMAIL PROTECTED]>


          Jumat, 10/10/2008 09:52 WIB
          Investor Tidak Yakin Lagi pada Pemerintah
          Dadan Kuswaraharja - detikFinance

          Jakarta - Keputusan otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk kembali 
menutup perdagangan saham pada sesi I perdagangan akan membuat investor menjadi 
tidak yakin dengan kebijakan pemerintah.

          Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi XI DPR Dradjad Wibowo dalam 
perbincangan dengan detikFinance, Jumat (10/10/2008).

          "Memang seharusnya jangan dibuka, paling cepat Senin, apalagi tadi 
malam pada anjlok, ini menghancurkan kredibilitas pemerintah," ujarnya.

          Pemerintah, lanjut Dradjad beberapa kali mengeluarkan pernyataan 
kalau ekonomi aman tetapi nyatanya bursa kembali anjlok lagi.

          "Presiden bilang hari minggu aman eh hari Seninnya malah anjlok, 
terus rapat lagi, terus buat pernyataan lagi masih aman, tetapi malah hancur 
dan terpaksa menutup bursa, ini sudah 3 kali lho kejadiannya," ujarnya.

          Penutupan kembali saham menunjukkan pemerintah tidak percaya diri 
akan langkah-langkah yang diambil untuk mengamankan, menstabilkan dan 
mengamankan pasar.

          "Ini paling tidak membuat orang tidak yakin lagi kepada pemerintah, 
my word is my bond, kata-kata saya adalah jaminan saya, tapi bagi pemerintah 
terbalik, jaminan saya adalah kata-kata saya," ujarnya.(ddn/ir  





   

Kirim email ke