Nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia per penutupan
tanggal 8 Oktober 2008, tanggal terakhir BEI buka,
adalah sebesar Rp1,167,288,582,974,942
atau sekitar Rp1167 triliun. Dengan kurs Rp10.000/USD,
maka akan setara dengan USD116,7 milyar.

Sumber dari website BEI,
http://202.155.2.90/market_summary/daily/Market_Indices/IX081008.txt


Jumlah ini jelas tidak kecil. Nilai Rp 4 triliun jadi terasa kecil bila
dibandingkan dengan angka kapitalisasi pasar.

Pemerintah harus benar2 memperhitungkan kekuatan yang ada bila
nantinya ingin membuka kembali bursa saham. Jangan sampai
karena bursa, ekonomi nasional jadi terganggu. Lebih baik
mengorbankan bursa dengan membiarkannya tetap tutup sampai
kondisi lebih kondusif, ketimbang memaksakan diri membukanya
sementara kondisi yg ada belum kondusif, yang pada akhirnya malah
hanya memperburuk kondisi.

Pihak asing bisa saja ngomong A, B, C, D, tapi kitalah yang tahu
kondisi kita sendiri, kita yang tahu kebutuhan dan kepentingan
kita sendiri.

Saat ini banyak pihak bisa saja mencibirkan maupun mempertanyakan
keputusan yang diambil pemerintah. Tapi pada akhirnya, hasil akhirlah
yang nanti bicara. Bila pemerintah tetap konsisten mendahulukan
kepentingan nasional di atas hal yg lain, berhasil melewati krisis ini
dengan selamat, maka banyak pihak yang tadinya mencibir ataupun
mempertanyakan keputusan pemerintah, akan melihat kebenaran langkah
yang dilakukan pemerintah.

Ada perbedaan mendasar antara Bernanke dan Alan Greenspan.
Ini saya baca di awal terpilihnya Bernanke menggantikan Alan
Greenspan sebagai Gubernur Bank Sentral Amerika.

Alan Greenspan adalah tipe pengambil keputusan yang sifatnya
antisipatif yaitu mengambil kebijakan dengan berdasarkan antisipasi
keadaan yang akan terjadi akibat masalah awal yg timbul. Dia cenderung
tidak akan menunggu data2 keluar, tapi dia akan cepat mengambil
keputusan antisipasinya.
Dengan stylenya yg seperti ini dia berhasil menyelamatkan kondisi
Amerika dari krisis kepercayaan di sektor finansial beberapa kali.

Sebaliknya, Bernanke adalah tipe pengambil kebijakan yang reaktif.
Artinya reaktif disini adalah terjadi dulu masalah, dan didukung oleh
data2 ekonomi, baru kemudian dia mengambil kebijakan untuk
memperbaikinya. Itulah sebabnya beberapa kali tahun lalu Bernanke
disesalkan oleh pasar karena terlalu lambat mengambil keputusan penting,

Sektor finansial adalah sektor yang sangat didukung oleh kepercayaan.
Sekali kepercayaan itu runtuh, hancurlah sektor tersebut.

Suatu negara yg sektor finansialnya jauh lebih maju dari sektor riilnya,
akan menanggung resiko besar bila kepercayaan runtuh.
Sewajarnya adalah sektor riil lebih maju dari sektor finansial.
Sektor finansial hanyalah pendukung dari sektor riil.

Kejadian ini bisa menjadi pengalaman yg sangat berharga bagi
bangsa kita akan dikemudian hari lebih fokus lagi pada pengembangan
sektor riil. Sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan
perlu mendapatkan porsi perhatian dan penanganan yang lebih serius lagi..


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke