Setuju Pak IAN, lebih baik pasar modal yang ditutup saat ini, daripada pasar 
Senen dan pasar Tanah Abang yang terpaksa harus ditutup di kemudian hari.


  ----- Original Message ----- 
  From: Irwan Ariston Napitupulu 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, October 12, 2008 12:00 AM
  Subject: [saham] Nilai Kapitalisasi Pasar BEI per 8 Oktober 2008



  Nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia per penutupan 
  tanggal 8 Oktober 2008, tanggal terakhir BEI buka,
  adalah sebesar Rp1,167,288,582,974,942 
  atau sekitar Rp1167 triliun. Dengan kurs Rp10.000/USD,
  maka akan setara dengan USD116,7 milyar.

  Sumber dari website BEI,
  http://202.155.2.90/market_summary/daily/Market_Indices/IX081008.txt


  Jumlah ini jelas tidak kecil. Nilai Rp 4 triliun jadi terasa kecil bila
  dibandingkan dengan angka kapitalisasi pasar.

  Pemerintah harus benar2 memperhitungkan kekuatan yang ada bila
  nantinya ingin membuka kembali bursa saham. Jangan sampai
  karena bursa, ekonomi nasional jadi terganggu. Lebih baik 
  mengorbankan bursa dengan membiarkannya tetap tutup sampai
  kondisi lebih kondusif, ketimbang memaksakan diri membukanya
  sementara kondisi yg ada belum kondusif, yang pada akhirnya malah
  hanya memperburuk kondisi.

  Pihak asing bisa saja ngomong A, B, C, D, tapi kitalah yang tahu
  kondisi kita sendiri, kita yang tahu kebutuhan dan kepentingan 
  kita sendiri.

  Saat ini banyak pihak bisa saja mencibirkan maupun mempertanyakan
  keputusan yang diambil pemerintah. Tapi pada akhirnya, hasil akhirlah
  yang nanti bicara. Bila pemerintah tetap konsisten mendahulukan
  kepentingan nasional di atas hal yg lain, berhasil melewati krisis ini
  dengan selamat, maka banyak pihak yang tadinya mencibir ataupun
  mempertanyakan keputusan pemerintah, akan melihat kebenaran langkah
  yang dilakukan pemerintah.

  Ada perbedaan mendasar antara Bernanke dan Alan Greenspan.
  Ini saya baca di awal terpilihnya Bernanke menggantikan Alan
  Greenspan sebagai Gubernur Bank Sentral Amerika.

  Alan Greenspan adalah tipe pengambil keputusan yang sifatnya
  antisipatif yaitu mengambil kebijakan dengan berdasarkan antisipasi
  keadaan yang akan terjadi akibat masalah awal yg timbul. Dia cenderung 
  tidak akan menunggu data2 keluar, tapi dia akan cepat mengambil 
  keputusan antisipasinya.
  Dengan stylenya yg seperti ini dia berhasil menyelamatkan kondisi 
  Amerika dari krisis kepercayaan di sektor finansial beberapa kali.

  Sebaliknya, Bernanke adalah tipe pengambil kebijakan yang reaktif.
  Artinya reaktif disini adalah terjadi dulu masalah, dan didukung oleh
  data2 ekonomi, baru kemudian dia mengambil kebijakan untuk
  memperbaikinya. Itulah sebabnya beberapa kali tahun lalu Bernanke
  disesalkan oleh pasar karena terlalu lambat mengambil keputusan penting,

  Sektor finansial adalah sektor yang sangat didukung oleh kepercayaan.
  Sekali kepercayaan itu runtuh, hancurlah sektor tersebut.

  Suatu negara yg sektor finansialnya jauh lebih maju dari sektor riilnya,
  akan menanggung resiko besar bila kepercayaan runtuh.
  Sewajarnya adalah sektor riil lebih maju dari sektor finansial.
  Sektor finansial hanyalah pendukung dari sektor riil.

  Kejadian ini bisa menjadi pengalaman yg sangat berharga bagi
  bangsa kita akan dikemudian hari lebih fokus lagi pada pengembangan
  sektor riil. Sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan
  perlu mendapatkan porsi perhatian dan penanganan yang lebih serius lagi..


  jabat erat,
  Irwan Ariston Napitupulu



   

Kirim email ke