Yup, saya juga setuju. Apalagi banyak investor yg kena call margin karena saham BUMI. Bagaimana mereka mau lepas dari call margin kalau tidak bisa jualan.
Sent from my BlackBerry� powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: "Firman Surbakti" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Fri, 7 Nov 2008 07:07:59 To: <[email protected]> Subject: RE: [saham] Otoritas Bursa Perlu Menghapus Kebijakan Auto Rejection 100 +1% SETUJU PAK IRWAN _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Irwan Ariston Napitupulu Sent: Thursday, November 06, 2008 4:58 PM To: [email protected] Subject: [saham] Otoritas Bursa Perlu Menghapus Kebijakan Auto Rejection Dalam kondisi seperti sekarang menurut saya kebijakan yang lebih tepat adalah menghapuskan aturan Auto Rejection sehingga tidak ada lagi batasan naik dan batasan turun. Dengan demikian pasar bisa segera menuju ke keseimbangan yang baru dan pasar menjadi lebih sehat. Tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan, toh rupiah juga sudah anjlog dalam. IHSG juga sudah rendah. Biarkan pasar menemukan titik keseimbangan yang baru dengan lebih cepat. Kondisi sekarang yang AR kiri 10% dan AR kanan 20% hanya membuat pelaku pasar kesulitan melakukan penyesuaian diri karena banyak sekali gerakan2 yg sulit diprediksi. Dengan dihapuskan kebijakan AR, menjadi tanpa batas, maka saya percaya bandar tidak akan berani menurunkan saham sampai terlalu jauh harganya dari harga wajar karena akan muncul pembeli2 baru yang siap menampung saham2 tersebut di harga yang sangat terdiskon. Semoga masukan ini bisa mendapatkan pertimbangan yg serius dari otoritas bursa demi kebaikan bursa itu sendiri kedepannya. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu
