Ya, saya setuju bila Otoritas Bursa Menghapus Kebijakan Auto Rejection supaya badai cepat berlalu. Lagi pula kalu index sudah sampai bottomnya, sudah tidak akan turun lagi jadi tinggal tunggu rebound saja. Kebijakan AR -10% tidak bisa mencegah penurunan saham ke bottomnya, hanya bisa meperlambat saja. Makin lambat makin parah keadaan para investor apalagi bagi yg nyangkut, biarkanlah badai cepat berlalu jangan coba menahan badai karena tidak ada gunanya, hanya akan bertambah lama untuk recoverynya. Di AS juga mereka sedang menunggu bottomnya supaya bisa memulai recovery. ----- Original Message ----- From: Irwan Ariston Napitupulu To: [email protected] Sent: Friday, November 07, 2008 7:57 AM Subject: [saham] Otoritas Bursa Perlu Menghapus Kebijakan Auto Rejection
Dalam kondisi seperti sekarang menurut saya kebijakan yang lebih tepat adalah menghapuskan aturan Auto Rejection sehingga tidak ada lagi batasan naik dan batasan turun. Dengan demikian pasar bisa segera menuju ke keseimbangan yang baru dan pasar menjadi lebih sehat. Tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan, toh rupiah juga sudah anjlog dalam. IHSG juga sudah rendah. Biarkan pasar menemukan titik keseimbangan yang baru dengan lebih cepat. Kondisi sekarang yang AR kiri 10% dan AR kanan 20% hanya membuat pelaku pasar kesulitan melakukan penyesuaian diri karena banyak sekali gerakan2 yg sulit diprediksi. Dengan dihapuskan kebijakan AR, menjadi tanpa batas, maka saya percaya bandar tidak akan berani menurunkan saham sampai terlalu jauh harganya dari harga wajar karena akan muncul pembeli2 baru yang siap menampung saham2 tersebut di harga yang sangat terdiskon. Semoga masukan ini bisa mendapatkan pertimbangan yg serius dari otoritas bursa demi kebaikan bursa itu sendiri kedepannya. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu
