AR asimetris menguntungkan bagi investor yg baru/tidak terkena call margin. 
Disisi lain merugikan bagi yg terkena call margin, mereka gak bisa jualan 
walaupun rugi. 

Contohnya bagi yg kena call margin krn BUMI. Walaupun mereka offer di harga 
paling bawah (-10%) tapi gak laku2. Coba kalau di buka AR nya. Mereka masih 
bisa jualan, walaupun dihargai sangat2 murah.

Tolong koreksi kalau salah.

Jabat erat


Sent from my BlackBerry�
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: didi hernandi <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Thu, 6 Nov 2008 17:33:09 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [saham] Otoritas Bursa Perlu Menghapus Kebijakan Auto Rejection


Kok setuju? Bukannya AR Asimetris atau tidak itu tujuannya utk melindungi 
investor dari para penjudi�&�maling yg mengaku sbg investor? Mhn maaf kalo ada 
yg tersinggung..

Piisss��




________________________________
From: Firman Surbakti <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, November 7, 2008 10:07:59 PM
Subject: RE: [saham] Otoritas Bursa Perlu Menghapus Kebijakan Auto Rejection


100 +1% SETUJU PAK IRWAN
�

________________________________

From:[EMAIL PROTECTED] com [mailto: [EMAIL PROTECTED] com ] On Behalf Of Irwan 
Ariston Napitupulu
Sent: Thursday, November 06, 2008 4:58 PM
To: [EMAIL PROTECTED] com
Subject: [saham] Otoritas Bursa Perlu Menghapus Kebijakan Auto Rejection
�
Dalam kondisi seperti sekarang menurut saya kebijakan yang
lebih tepat adalah menghapuskan aturan Auto Rejection sehingga
tidak ada lagi batasan naik dan batasan turun. Dengan demikian
pasar bisa segera menuju ke keseimbangan yang baru dan pasar
menjadi lebih sehat.

Tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan, toh rupiah juga sudah
anjlog dalam. IHSG juga sudah rendah. Biarkan pasar menemukan
titik keseimbangan yang baru dengan lebih cepat.

Kondisi sekarang yang AR kiri 10% dan AR kanan 20% hanya
membuat pelaku pasar kesulitan melakukan penyesuaian diri
karena banyak sekali gerakan2 yg sulit diprediksi.

Dengan dihapuskan kebijakan AR, menjadi tanpa batas, maka
saya percaya bandar tidak akan berani menurunkan saham
sampai terlalu jauh harganya dari harga wajar karena akan muncul
pembeli2 baru yang siap menampung saham2 tersebut di harga
yang sangat terdiskon.

Semoga masukan ini bisa mendapatkan pertimbangan yg serius
dari otoritas bursa demi kebaikan bursa itu sendiri kedepannya.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu 


      

Kirim email ke