Setuju bang!



________________________________
Dari: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Jumat, 7 November, 2008 10:47:12
Topik: Re: [saham] Otoritas Bursa Perlu Menghapus Kebijakan Auto Rejection


Begitulah market, Pak :)
Ada yang bodoh, ada yang pintar. Terkadang yg bodoh malah
dapat cuan banyak, yang pintar malah merugi banyak.
Market selalu dinamis.

Dari pengalaman ini, saya akhirnya mengambil kesimpulan
sebenarnya di market itu tidak ada yg pintar dan tidak ada
yg bodoh. Semua bisa terjadi. Yang terlihat bodoh suatu saat,
bisa menjadi pintar di kesempatan lain. Yang terlihat pintar
suatu saat, bisa malah menjadi bodoh di kesempatan lain.

Karenanya kita perlu terus belajar untuk memperbaiki kesalahan2
yang ada.

Kepentingan nasional dari diberlakukannya batasan AR 10%,
saya perhatikan sudah tercapai.

Sekarang saatnya otoritas bursa mulai melirik kepentingan
pasar itu sendiri. Saya melihat pemulihan akan cepat dicapai
dengan pembebasan aturan AR baik kiri dan kanan sehingga
yang selama ini harganya semu, bisa segera mencapai
keseimbangan baru. Harapannya tentu pasar akan jadi
lebih menarik lagi, dan uang2 segar akan segera masuk
kembali ke bursa.

Saya yakin dan percaya, bursa kita cukup kuat saat ini
untuk bisa merespon dengan baik situasi2 yg berkembang
di kemudian hari. Pelaku bursa kita akan cepat belajar
dan menjadi dewasa dalam menyikapi perkembangan situasi.

Walau demikian, saya tetap tidak setuju aturan short sell
diberlakukan selama harga saham berada di bawah 25%
dari harga tertingginya selama 52 minggu (12 bulan) terakhir.
Silahkan aturan short sell otomatis pulih saat harga sahamnya
berada di atas batas tersebut.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2008/11/7 Gambler.BEJ <gambler.bej@ gmail.com>:
> Saya pribadi selalu melihat banyak pelaku pasar yg bodoh/membodoh2kan
> dirinya dalam proses jual-beli, banyak yg beli di harga jauh diatas
> nilai dan menjual dibawah nilai. Bisa kita lihat dari berapa banyak
> saham yg nilainya hanya Rp 50 dibandingkan 3 bulan yg lalu, atau contoh
> paling ekstrem seperti kasus TMPI. :)
>
> Irwan Ariston Napitupulu wrote:
>> Hahahaha... tidak lah, orang/investor/ calon investor tidak akan
>> sebodoh itu membiarkan saham2 bagus turun terlalu jauh dari batas
>> kewajarannya. Justru dengan sistem AR 10% ini saya perhatikan bandar
>> suka mainin psikologis pasar. Dengan dibuka tanpa batas, bandar akan
>> sulit memainkan psikologis pasar karena akan siap pembeli2 baru yg
>> menunggu harga saham murah. Dengan cara seperti itu, pasar akan cepat
>> pulih menuju titik keseimbangan yg wajar. Jadi, harga tidak semu
>> seperti belakangan ini terjadi. :)
>>
 


      
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke