Saya malah sangat setuju. Apalagi kalau diperbolehkan short sell (walaupun jarang ngeshort). Biar murni pasar yang menentukan arahnya tanpa ada intervensi dari pihak luar..
Sorry kalau tersinggung. Sent from my BlackBerry� powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: "albert" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Fri, 7 Nov 2008 08:44:08 To: <[email protected]> Subject: Fw: [saham] Otoritas Bursa Perlu Menghapus Kebijakan Auto Rejection AR dihapus dan diserahkan pasar? saya kurang sependapat.. ingat bahwa "..panik selalu lebih cepat menyebar daripada sikap optimis.." dalam keadaan bearish seperti ini potensi IDX crash akan lebih besar,jika kebijakan AR tersebut dilakukan... Semoga cepat sembuh.. ----- Original Message ----- From: didi hernandi To: [email protected] Sent: Friday, November 07, 2008 8:33 AM Subject: Re: [saham] Otoritas Bursa Perlu Menghapus Kebijakan Auto Rejection Kok setuju? Bukannya AR Asimetris atau tidak itu tujuannya utk melindungi investor dari para penjudi & maling yg mengaku sbg investor? Mhn maaf kalo ada yg tersinggung.. Piisss -------------------------------------------------------------------------------- From: Firman Surbakti <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, November 7, 2008 10:07:59 PM Subject: RE: [saham] Otoritas Bursa Perlu Menghapus Kebijakan Auto Rejection 100 +1% SETUJU PAK IRWAN -------------------------------------------------------------------------------- From: [EMAIL PROTECTED] com [mailto: [EMAIL PROTECTED] com ] On Behalf Of Irwan Ariston Napitupulu Sent: Thursday, November 06, 2008 4:58 PM To: [EMAIL PROTECTED] com Subject: [saham] Otoritas Bursa Perlu Menghapus Kebijakan Auto Rejection Dalam kondisi seperti sekarang menurut saya kebijakan yang lebih tepat adalah menghapuskan aturan Auto Rejection sehingga tidak ada lagi batasan naik dan batasan turun. Dengan demikian pasar bisa segera menuju ke keseimbangan yang baru dan pasar menjadi lebih sehat. Tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan, toh rupiah juga sudah anjlog dalam. IHSG juga sudah rendah. Biarkan pasar menemukan titik keseimbangan yang baru dengan lebih cepat. Kondisi sekarang yang AR kiri 10% dan AR kanan 20% hanya membuat pelaku pasar kesulitan melakukan penyesuaian diri karena banyak sekali gerakan2 yg sulit diprediksi. Dengan dihapuskan kebijakan AR, menjadi tanpa batas, maka saya percaya bandar tidak akan berani menurunkan saham sampai terlalu jauh harganya dari harga wajar karena akan muncul pembeli2 baru yang siap menampung saham2 tersebut di harga yang sangat terdiskon. Semoga masukan ini bisa mendapatkan pertimbangan yg serius dari otoritas bursa demi kebaikan bursa itu sendiri kedepannya. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu
