Saya perhatikan SBY lagi dikerjain lewat pelemahaan rupiah. Pelemahan rupiah sangat jelas membuat daya beli masyarakat turun. Walau mereka katakan masih bergaji (tidak di PHK) dan gajinya tetap, maka dapat dipastikan daya beli dan tingkat kesejahteraan orang tersebut berkurang seiring dengan menurunnya nilai rupiah. Bayangkan, yang bergaji saja tingkat kesejahteraannya turun, bagaimana pula dengan mereka yang kena PHK atau tidak memiliki pekerjaan, makin parah saja kondisinya.
Dengan penurunan nilai tukar rupiah dan belum mau balik ke 9000 ini, maka lawan2 politik SBY semakin mudah mengerjai SBY lewat kampanye rakyat susah, daya beli masyarakat rendah, rakyat miskin, dst....dst...dst. Rakyat yg perutnya susah yg jadi prioritas mereka adalah ngurusin perut dulu ketimbang mikirin koruptor. SBY sibuk ngurusin koruptor, tapi tidak sadar dikerjai lewat pelemahan rupiah. Saatnya SBY bangung dan sadar untuk segera memperkuat rupiah bila ingin tingkat kesejahteraan rakyat berkurang, tingkat kemiskinan rakyat berkurang, tingkat inflasi berkurang. Salah satu cara ampuh saat ini untuk menguatkan rupiah adalah dengan menurunkan BI rate dengan lebih aggresive lagi. Saya masih tetap mengkampanyekan BI rate yg ideal untuk sektor riil bangkit adalah di 3% dalam 12 bulan ke depan, dan pertahankan tingkat BI rate di 3% selama 4 tahun ke depan. Sekarang, penurunan bisa dilakukan secara bertahap 50 basis poin per setiap penurunan. Duit nganggur jangan dikasih makan, duit asing jangan dikasih makan di SBI. Hapuskan SBI. Pemerintah cukup pakai SUN. BI cukup pakai RR. Sudah saatnya BI menghentikan pemborosan puluhan triliun rupiah untuk bayar bunga SBI per tahunnya. Bank harus didorong untuk mengucurkan kredit ke sektor riil ketimbang taruh di SBI. Ekonomi jadi tidak efektif, dan makin meningkatkan inflasi saja karena pada akhirnya duit beredar jadi nambah akibat bunga SBI yg dibayarkan BI. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [email protected] [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
