Lagian kita sdh sepakati tdk ada posting yg berbau politik. Bukan? Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message----- From: ahmad saharjo <[email protected]> Date: Tue, 16 Dec 2008 05:41:00 To: <[email protected]> Subject: Re: [saham] SBY Dikerjain Lewat Pelemahan Rupiah Bang IAN, rasanya agak kurang pas kalau pelemahan rupiah terlalu dipolitisir apalagi dikaitkan dengan presiden SBY. Kita lihat bagaimana mata uang US$ yang memang sedang menguat di seantero dunia terhadap hampir seluruh mata uang, tidak terkecuali rupiah. Penyebabnya antara lain investors Amerika melikuidasi portofolio investasi mereka di negara2 diluar Amerika, kemudian proceednya di convert menjadi US$ untuk kemudian ditransfer untuk memenuhi kesulitan likuiditas perusahaan induknya di Amerika. Apabila nilai portofolio investasi yang dilikuidasi dan kemudian diconvert menjadi US$ dalam jumlah besar, maka mau tidak mau akan mempengaruhi nila mata uang lokal/setempat, sehingga penguatan mata uang US$ terjadi di mana2 dan terhadap hampir semua mata uang non US$. Akan halnya kebijakan BI yang memelihara suku bunga tinggi, saya setuju bahwa kebijakan suku bunga tinggi yang dianut BI memang sudah salah kaprah. BI hanya melihat dengan suku bunga yang tinggi pemeliharaan nilai mata uang rupiah dapat terjamin, tapi nyatanya rupiah tetap saja jeblok, sementara sektor riil terbelenggu, pertumbuhan terhambat, capital flightpun tidak mampu dicegah. Seharusnya BI cepat tanggap untuk secara lebih agresif segera menurunkan suku bunga, salam cuan. --- On Mon, 12/15/08, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> wrote: From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Subject: [saham] SBY Dikerjain Lewat Pelemahan Rupiah To: [email protected] Date: Monday, December 15, 2008, 6:47 PM Saya perhatikan SBY lagi dikerjain lewat pelemahaan rupiah. Pelemahan rupiah sangat jelas membuat daya beli masyarakat turun. Walau mereka katakan masih bergaji (tidak di PHK) dan gajinya tetap, maka dapat dipastikan daya beli dan tingkat kesejahteraan orang tersebut berkurang seiring dengan menurunnya nilai rupiah. Bayangkan, yang bergaji saja tingkat kesejahteraannya turun, bagaimana pula dengan mereka yang kena PHK atau tidak memiliki pekerjaan, makin parah saja kondisinya. Dengan penurunan nilai tukar rupiah dan belum mau balik ke 9000 ini, maka lawan2 politik SBY semakin mudah mengerjai SBY lewat kampanye rakyat susah, daya beli masyarakat rendah, rakyat miskin, dst....dst.. .dst. Rakyat yg perutnya susah yg jadi prioritas mereka adalah ngurusin perut dulu ketimbang mikirin koruptor. SBY sibuk ngurusin koruptor, tapi tidak sadar dikerjai lewat pelemahan rupiah. Saatnya SBY bangung dan sadar untuk segera memperkuat rupiah bila ingin tingkat kesejahteraan rakyat berkurang, tingkat kemiskinan rakyat berkurang, tingkat inflasi berkurang. Salah satu cara ampuh saat ini untuk menguatkan rupiah adalah dengan menurunkan BI rate dengan lebih aggresive lagi. Saya masih tetap mengkampanyekan BI rate yg ideal untuk sektor riil bangkit adalah di 3% dalam 12 bulan ke depan, dan pertahankan tingkat BI rate di 3% selama 4 tahun ke depan. Sekarang, penurunan bisa dilakukan secara bertahap 50 basis poin per setiap penurunan. Duit nganggur jangan dikasih makan, duit asing jangan dikasih makan di SBI. Hapuskan SBI. Pemerintah cukup pakai SUN. BI cukup pakai RR. Sudah saatnya BI menghentikan pemborosan puluhan triliun rupiah untuk bayar bunga SBI per tahunnya. Bank harus didorong untuk mengucurkan kredit ke sektor riil ketimbang taruh di SBI. Ekonomi jadi tidak efektif, dan makin meningkatkan inflasi saja karena pada akhirnya duit beredar jadi nambah akibat bunga SBI yg dibayarkan BI. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu
