Pak Aryadi, anda bukanlah satu-satunya orang yang mengalami hal seperti
yang anda alami sekarang...kendati demikian, anda tetap harus bersyukur
karena hingga kini anda masih dalam kondisi yang sehat jasmani dan
rohani sehingga bisa berfikir dan mengambil keputusan dengan hati dan
pikiran yang jernih juga...jangan ingat-ingat lagi uang anda yang
bernilai ratusan juta rupiah dan telah sirna, tetapi ingatlah betapa
Tuhan sangat mengasihi anda sehingga anda hingga saat ini masih berada
di dalam tangan pemeliharaanNya...itu adalah modal yang utama dan
terutama di dalam membina keluarga anda di masa depan...jangan putus
asa, Pak Aryadi...biarlah semuanya itu menjadi pelajaran yang terbaik di
sepanjang kehidupan anda...terima kasih...Tuhan memberkati.

 

Salam,

Abe

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
Aryadi
Sent: Monday, July 26, 2010 3:18 PM
To: [email protected]
Subject: [saham] Hari ini, saya memutuskan berhenti dari saham

 

  

 

Setelah mempertimbangkan baik-baik dan mengaji untung ruginya, akhirnya
pada hari ini saya memutuskan untuk berhenti bermain saham.

 

Saya keluar sebagai seorang looser, seorang yang telah kalah bermain.

Dana saya saat ini tersisa tinggal 20%, dan hari ini semua portfolio
saya yang masih tersisa telah saya jual.

 

Saya telah mempertaruhkan semua uang yang saya miliki, dan rupanya ini
bukanlah hal yang bijaksana. Ini adalah kebodohan yang terbesar yang
pernah saya lakukan dalam hidup saya.

 

Masih terbayang-bayang jumlah uang ratusan juta yang pernah saya miliki,
hasil menabung selama bertahun-tahun yang sekarang telah sirna.

 

Saya tak hendak mengatakan bahwa permainan investasi saham tak
menguntungkan. Beberapa orang mungkin jadi kaya dari investasi tersebut.

 

Namun ini lebih tentang saya, saya sangat bodoh untuk menghasilkan uang
dari investasi saham tersebut. Jadi, sayalah yang bodoh, bukan bursa
saham nya yang salah.

 

Saya telah mencoba membeli saham blue chip, saham lapis kedua, dan saham
gorengan. Suatu saat berbuah untung, namun lain saat lebih banyak
ruginya.

 

Akhirnya, hari ini, saya memutuskan untuk berhenti bermain saham untuk
selamanya.

 

Good luck buat yang lain, semoga Anda tak seperti saya.

 

Wassalam,

Adi

 

 

 

 



Kirim email ke