Pak Aryadi, jangan putus asa..jadikan ini momen untuk belajar lagi.Saya pernah seperti bapak...out dr saham tahun 98..saya berhenti 11 thn dan baru masuk saham tahun lalu. Saat ini saya msh merugi sedikit krn dulu saya masuk B7. Saran saya masuk saja ke reksadana campuran atau yg saham...spt punya fortis , shroeder dll..lumayan profit..dan tdk stress..,pelan2 utk mengembalikan modal anda yg loss...ini pengalaman pribadi saya sblm masuk lg ke saham. Akhir kata tetap semangat n belajar lg dr kekalahan kita...memang mahal ongkos utk sukses pak.GBU Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message----- From: Aryadi <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 26 Jul 2010 01:18:18 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Hari ini, saya memutuskan berhenti dari saham Setelah mempertimbangkan baik-baik dan mengaji untung ruginya, akhirnya pada hari ini saya memutuskan untuk berhenti bermain saham. Saya keluar sebagai seorang looser, seorang yang telah kalah bermain. Dana saya saat ini tersisa tinggal 20%, dan hari ini semua portfolio saya yang masih tersisa telah saya jual. Saya telah mempertaruhkan semua uang yang saya miliki, dan rupanya ini bukanlah hal yang bijaksana. Ini adalah kebodohan yang terbesar yang pernah saya lakukan dalam hidup saya. Masih terbayang-bayang jumlah uang ratusan juta yang pernah saya miliki, hasil menabung selama bertahun-tahun yang sekarang telah sirna. Saya tak hendak mengatakan bahwa permainan investasi saham tak menguntungkan. Beberapa orang mungkin jadi kaya dari investasi tersebut. Namun ini lebih tentang saya, saya sangat bodoh untuk menghasilkan uang dari investasi saham tersebut. Jadi, sayalah yang bodoh, bukan bursa saham nya yang salah. Saya telah mencoba membeli saham blue chip, saham lapis kedua, dan saham gorengan. Suatu saat berbuah untung, namun lain saat lebih banyak ruginya. Akhirnya, hari ini, saya memutuskan untuk berhenti bermain saham untuk selamanya. Good luck buat yang lain, semoga Anda tak seperti saya. Wassalam, Adi
