Memang saham bukan satu2 nya tempat berinvestasi tapi satu cara yg cepat untuk
meningkatkan aset kita. Saya pernah mengalaminya seperti Pak Aryadi pada tahun
2008 waktu itu saya masih newbie dan beli saham Bumi sebanyak 125 lot pada
harga Rp 6000 per lembar saham.
Waktu itu saya merasa harga saham bumi itu murah dan saya bisa mendapatkan
untung andai harganya naik hingga Rp 8 ribuan.
Rupanya nasib ngak berpihak padaku. Keuntungan itu berubah menjadi Kehancuran.
Harga pun mulai menurun hingga Rp 3 ribuan. Dan hatipun mulai kecut. Saya
merasa sdh rugi ratusan juta dan broker pun menyuruh saya jual.
Dan saya pun bimbang ? Untuk mengambil keputusan. Terakhir pilihan saya untuk
hold biar lah mau nunggu 3 - 5 tahun untuk kembali keharga Rp 6000. Dan saya
putuskan untuk tidak buka laptop dan merto tv ataupun media yg berbau saham.
Tanpa sengaja waktu berlalu 10 hari dan dan tanpa sengaja saya membaca media
sekilas melihat harga bumi sampai pada harga mentok bawah Rp 400,- gua pun
tambah takut dan saya putusakan untuk membeli lagi Rp 400,- sebanyak 200 lot.
namanya udah kepalang basah. Mau basah ya sekalian jgn tanggung 2 itu prinsip
saya.
Sehabis menambah 200 lot. Saya pun memutuskan untuk tidak melihat saham ataupun
berita lainnya. Waktupun berlalu tak terasa berJalan hampir 7 bln. Suatu hari
broker nya telp lu ngak jual bumi diharga Rp 2700. Gua ngak yakin harga saham
tersebut naik dalam waktu singkat. Terakhir saya jual di harga Rp 3150. Berarti
saya untung 100 jutaan
Intinya kita boleh main saham tapi butuh keyakinan. Dan cara trading akan
menghancurkan. Makanya saya putuskan main untuk investasi. Bukan trading
seperti sesepuh kita WARREN Buffet, GBu
Thanks & Regards Yondy Jeonardi
CEO Sinar Rezeki Group
-----Original Message-----
From: Aryadi <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 26 Jul 2010 01:18:18
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] Hari ini, saya memutuskan berhenti dari saham
Setelah mempertimbangkan baik-baik dan mengaji untung ruginya, akhirnya pada
hari ini saya memutuskan untuk berhenti bermain saham.
Saya keluar sebagai seorang looser, seorang yang telah kalah bermain.
Dana saya saat ini tersisa tinggal 20%, dan hari ini semua portfolio saya yang
masih tersisa telah saya jual.
Saya telah mempertaruhkan semua uang yang saya miliki, dan rupanya ini bukanlah
hal yang bijaksana. Ini adalah kebodohan yang terbesar yang pernah saya lakukan
dalam hidup saya.
Masih terbayang-bayang jumlah uang ratusan juta yang pernah saya miliki, hasil
menabung selama bertahun-tahun yang sekarang telah sirna.
Saya tak hendak mengatakan bahwa permainan investasi saham tak menguntungkan.
Beberapa orang mungkin jadi kaya dari investasi tersebut.
Namun ini lebih tentang saya, saya sangat bodoh untuk menghasilkan uang dari
investasi saham tersebut. Jadi, sayalah yang bodoh, bukan bursa saham nya yang
salah.
Saya telah mencoba membeli saham blue chip, saham lapis kedua, dan saham
gorengan. Suatu saat berbuah untung, namun lain saat lebih banyak ruginya.
Akhirnya, hari ini, saya memutuskan untuk berhenti bermain saham untuk
selamanya.
Good luck buat yang lain, semoga Anda tak seperti saya.
Wassalam,
Adi