Mohon saran para sesepuh mengenai bagaimana menentukan trading plan yg sesederhana mungkin.
Salam Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Tue, 28 Sep 2010 00:01:53 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Lupakanlah...... Thx bang Ian tps2 nya. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 27 Sep 2010 22:32:47 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Lupakanlah...... Lupakanlah niatan untuk menjual saham di harga tertinggi dalam kondisi bullish seperti ini. Bila ingin mendapat profit yang optimum, gunakan teknik trailing stop saja. Karena kalau kita berusaha menjual di harga tertinggi, yang ada nanti malah tertinggal bullish rally bila ternyata marketnya lagi bullish rally panjang. Dengan trailing stop, kita memang tidak akan pernah menjual di harga tertinggi, tapi kita bisa mendapatkan profit yang optimum saat bursa sedang rally panjang. Optimum disini bisa diartikan puluhan persen bahkan lebih dari 100%. Kalau berupaya menjual di harga tertinggi, biasanya malah jadi terbatas profitnya, sekitar 5-15%, karena begitu harga sahamnya naik lagi kecenderungannya malah ngga berani masuk lagi karena harga saham sudah berada di atas harga jual terakhir. Itu sebabnya beberapa waktu lalu saya sempat ada sebutkan soal acrophobia, yaitu suatu phobia atau ketakutan terhadap ketinggian. Umumnya, trader akan berani hold ketika saham yang dipegangnya turun dalam, tapi ketika baru naik sedikit saja, jantung malah deg2an dan jadi takut hold. Untuk mengatasi rasa takut pegang saham saat mulai cuan, gunakan teknik trailing stop dan abaikan keinginan menjual di harga tertinggi. Sekedar tips trading dari saya. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu
