mantab sarannya bang, saya termasuk yang mengidap "acrophobia" seperti yang abang maksudkan, saya baru belajar trailing stop, masalahnya adalah sistim yang saya pakai adalah online trading yang tidak ada fasilitas add when, dan tidak bisa menggunakan jasa broker untuk trailing stop(order lewat broker bila harga menyentuh level tertentu). semua harus saya kerjakan sendiri baik buy atau sell. pertanyaan saya adalah bagaimana saya bisa mengoptimalkan profit saya, apakah saya harus ada didepan monitor terus atau ada cara yang lebih baik lagi. saya tunggu sarannya bang, trimakasih sekali lagi
2010/9/27 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > > > Lupakanlah niatan untuk menjual saham di harga tertinggi dalam kondisi > bullish seperti ini. Bila ingin mendapat profit yang optimum, gunakan > teknik trailing stop saja. Karena kalau kita berusaha menjual di harga > tertinggi, yang ada nanti malah tertinggal bullish rally bila ternyata > marketnya lagi bullish rally panjang. Dengan trailing stop, kita > memang tidak akan pernah menjual di harga tertinggi, tapi kita bisa > mendapatkan profit yang optimum saat bursa sedang rally panjang. > Optimum disini bisa diartikan puluhan persen bahkan lebih dari 100%. > Kalau berupaya menjual di harga tertinggi, biasanya malah jadi > terbatas profitnya, sekitar 5-15%, karena begitu harga sahamnya naik > lagi kecenderungannya malah ngga berani masuk lagi karena harga saham > sudah berada di atas harga jual terakhir. > > Itu sebabnya beberapa waktu lalu saya sempat ada sebutkan soal > acrophobia, yaitu suatu phobia atau ketakutan terhadap ketinggian. > > Umumnya, trader akan berani hold ketika saham yang dipegangnya turun > dalam, tapi ketika baru naik sedikit saja, jantung malah deg2an dan > jadi takut hold. Untuk mengatasi rasa takut pegang saham saat mulai > cuan, gunakan teknik trailing stop dan abaikan keinginan menjual di > harga tertinggi. > > Sekedar tips trading dari saya. > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > >
