Bener Bang Irwan, saya juga ikut pesen KS lewat sekuritas, 100 lot udah setor 
30jt sampe sekarang blm  ada kabar dari tu sekuritas (padahal salah satu 
underwiternyo KS) di milis sdh byk yg dpt walaupun sedikt.. 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Sun, 31 Oct 2010 06:23:15 
To: Saham Groups<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Berterimakasilah Ke Underwriter Krakatau Steel


Setuju p Irwan, saya sendiri pesan KS dan APL di securities berbeda, ternya 
hanya dapat APL itupun 70% tapi menurut saya ya rejeki cuma segitu (itupun 
kalau naik hehe)
Terlalu gambling memesan banyak itu bukanlah seorang investor/trader tapi 
gambler!
Jangan hanya mendengar cerita indah / yang untung gede tapi 3thn saya di bursa 
telah mengalami n bahkan melihat banyak tmn yang ambruk karena menanggap saham 
sebagai gambling bukan sebagai bisnis!

Salam


Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 31 Oct 2010 13:13:26 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] Berterimakasilah Ke Underwriter Krakatau Steel

Banyak yang saya baca mengeluh tentang tidak dapatnya penjatahan IPO
saham Krakatau Steel (KS) walaupun sudah pesan ribuan lot dengan harga
tinggi pula seperti 1150.  Banyak trader yang pesan di bookbuilding
dengan jumlah berkali lipat dari kemampuan membelinya karena banyak
broker yang menyarankan demikian sehubungan dengan nantinya toh akan
ada penjatahan sehingga yang akan dipenuhi diperkirakan sejumlah saham
yang sebenarnya akan dibeli.

Contohnya begini, bila ingin membeli 200 lot saham KS, maka pesan di
bookbuilding 2000 lot di harga tertinggi misalnya 1150. Saya duga
banyak broker yang menyarankan demikian ke para nasabahnya tanpa
memberitahu bahayanya. Tidak pernah disebutkan resikonya bila ternyata
diberikan semua pesanannya dan di harga tertinggi pula. Padahal
underwriter memiliki hak untuk melakukan hal tersebut, dan
pemesan/nasabah memiliki kewajiban untuk membayar sesuai pesanannya
bila terpenuhi.

Bayangkan saja, bila ternyata pemesanan saham KS yang 2000 lot
dipenuhi semua dan di harga Rp1150 per lembar. Artinya anda harus
menyiapkan uang sebesar Rp1.150.000.000 alias lebih dari satu milyar
rupiah. Padahal niat awal anda hanya ingin membeli 200 lot atau
sekitar Rp115.000.000. Anda harus mencari uang tambahan Rp1 milyar
lebih untuk menutupi pesanan tersebut.

Setelah anda mendapatkan 100% dari pesanan yang diajukan di harga
tertinggi di Rp1150, bagaimana perasaan anda? Saya yakin akan cemas
sekali. Cemas akan harga listing pertama nantinya berapa. Terbayang
kerugian yang begitu besar ketika harga pas listing turun ke Rp1000.
Kerugian mencapai Rp150 juta, padahal niat awal hanya mau beli Rp115
juta, malah jadi rugi Rp150 juta. Bahaya inilah yang banyak tidak
disadari oleh para trader karena berpikiran dan diinformasikan
pesanannya tidak akan terpenuhi semua, padahal faktanya kalau pun mau
dipenuhi semua oleh underwriter nya, adalah sangat mungkin. Sama
seperti pameo yang mengatakan saham IPO pasti naik. Padahal faktanya,
tidak semua saham IPO pasti naik di hari pertama. Ada saham IPO yang
turun di hari pertama. Saya sudah ceritakan kasus IPO saham INCO dulu
di tahun 1990.

Perlu anda pahami lagi, dalam kondisi kemarin, dimana total nilai IPO
KS berkisar Rp13 triliun, adalah sangat mungkin kalau underwriternya
mau memberikan semua pesanan yang diajukan di harga Rp1150. Tapi saya
menduga underwriter nya juga paham bahwa lokal yang pesannya di Rp1150
itu jumlah lot nya adalah fake, alias sengaja dilebihkan berkali
lipat. Bila ini dipenuhi, maka akan terjadi bencana di pasar modal.
Banyak trader yang teriak2, banyak yang protes karena dipenuhi
semuanya, dan bukan tidak mungkin banyak yang tidak sanggup membayar,
dan pada akhirnya nanti perusahaan sekuritasnya juga yang kena dan
harus nutupin. Bisa bangkrut perusahaan sekuritas itu kalau harus
menutupi sekian banyak pesanan nasabahnya atas sara brokernya sendiri.

Kalau ini terjadi, bisa dibayangkan bursa saham Indonesia akan crash
karena para trader dipaksa jualan portfolionya di saham lain oleh
sekuritasnya untuk memenuhi jumlah permintaan di IPO KS yg dipenuhi
tersebut. Kalau sudah ada force sell berjamaah seperti itu, maka dari
pengalaman yang lalu bisa tiba-tiba volume bid menghilang di banyak
saham dan harga ditekan ke bawah dengan cepat. Terciptalah crash
seperti akhir tahun 2008 lalu.

Bersyukurlah kita karena underwriternya memperhitungkan hal ini
sehingga anda para trader yang memesan di harga Rp1150 dengan jumlah
lot berkali lipat, tidak perlu menghadapi resiko seperti saya
ceritakan di atas. Bersyukur jugalah kita ancaman atau resiko terjadi
crash di bursa akibat force sell berjamaah akibat IPO saham KS ini
tidak terjadi

Kalau pun sekarang underwriternya menetapkan harga di Rp850 per
lembar, saya perkirakan sudah mereka perhitungkan dengan baik terkait
risk dan reward yang ditanggung. Selain itu kemungkinan adanya
pemikiran bahwa IPO KS ini perlu sukses di secondary market karena
bisa berdampak pada rencana banyak IPO emiten lainnya. Setidaknya,
harga saham KS nantinya tidak bergerak di bawah harga IPO. Syukur2
bisa tercipta mekanisme harga yang baik sehingga bisa mengalami
kenaikan yang lumayan.

Menurut saya, otoritas bursa mulai perlu memperbaiki sistem book
building ini agar para pemesan haruslah menunjukkan memiliki kemampuan
untuk melunasi jumlah pemesanan bila dipenuhi 100% jumlah pemesanan.
Terlalu menggampangkan dengan memberikan peluang memesan berkali lipas
diatas kemampuan yang sebenarnya, akan sangat berbahaya bagi pasar
modal kita di suatu hari kelak. Memang tujuan awalnya agar bisa
terlihat banyak peminat, tapi hal ini menjadi semu sebenarnya karena
tidak didukung oleh permintaan yang riil. Kita perlu menjaga bursa
kita tetap sehat termasuk menjaga agar pasar IPO kita juga sehat,
tidak manipulatif. Sesuatu yang semu itu akan cenderung rapuh karena
tidak memiliki pondasi yang kuat.

Semoga dapat menjadi masukan yang baik untuk regulator. Juga semoga
bisa menjadi warning awal bagi para trader untuk di lain waktu
berhati-hati melakukan pemesanan di masa book building agar tidak
melakukan pemesanan melebihi dari kemampuan membeli yang sebenarnya.
Ingatlah akan resiko yang mungkin anda tanggung, Jangan sampai
keuntungan setahun yang sudah anda peroleh, ternyata harus habis
dimakan IPO satu kali karena meleset dari perkiraan ketika semua
jumlah pemesanan anda terpenuhi dan harga sahamnya turun di hari
pertama listing, seperti contoh di atas.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke