Kalau di sekuritas yang saya pakai harus setor 100% ketika memesan, wah, 
bersyukur saya telah memilih sekuritas yang mengutamakan keamanan, kalau 
terjadi seperti yang Pak IAN ilustrasikan, saya bisa ikut celaka kalau 
sekuritasnya bangkrut karena terlalu longgar.

Boleh tahu sekuritas apa yang boleh beli saham IPO hanya dengan "modal 
omongan"? Biar bisa hati2.


  ----- Original Message ----- 
  From: [email protected] 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, October 31, 2010 2:38 PM
  Subject: Re: [saham] Berterimakasilah Ke Underwriter Krakatau Steel


    
  Maksdnya 30jt buat dp doank,. Ntar kl dapet full 100 lot baru setor 
kekurangannya. Malah temen saya di sekuritas laen (bukan underwiter KS) bisa 
pesen tanpa ngeluarin sepersen pun alias modal omongan doank. Apa ngak keki 
udah pesen di underwiter blm tau dapat berapa malahan teman saya yg nga pake 
modal udah dapat jatah KS

  Powered by Telkomsel BlackBerry®


------------------------------------------------------------------------------

  From: "T Jayamudita" <[email protected]> 
  Sender: [email protected] 
  Date: Sun, 31 Oct 2010 14:28:03 +0700
  To: <[email protected]>
  ReplyTo: [email protected] 
  Subject: Re: [saham] Berterimakasilah Ke Underwriter Krakatau Steel


    

  Pesan 100 lot x 850 = 42.500.000,-, boleh hanya setor 30 jt?


    ----- Original Message ----- 
    From: [email protected] 
    To: [email protected] 
    Sent: Sunday, October 31, 2010 1:58 PM
    Subject: Re: [saham] Berterimakasilah Ke Underwriter Krakatau Steel


      
    Bener Bang Irwan, saya juga ikut pesen KS lewat sekuritas, 100 lot udah 
setor 30jt sampe sekarang blm ada kabar dari tu sekuritas (padahal salah satu 
underwiternyo KS) di milis sdh byk yg dpt walaupun sedikt.. 

    Powered by Telkomsel BlackBerry®


----------------------------------------------------------------------------

    From: [email protected] 
    Sender: [email protected] 
    Date: Sun, 31 Oct 2010 06:23:15 +0000
    To: Saham Groups<[email protected]>
    ReplyTo: [email protected] 
    Subject: Re: [saham] Berterimakasilah Ke Underwriter Krakatau Steel


      

    Setuju p Irwan, saya sendiri pesan KS dan APL di securities berbeda, ternya 
hanya dapat APL itupun 70% tapi menurut saya ya rejeki cuma segitu (itupun 
kalau naik hehe)
    Terlalu gambling memesan banyak itu bukanlah seorang investor/trader tapi 
gambler!
    Jangan hanya mendengar cerita indah / yang untung gede tapi 3thn saya di 
bursa telah mengalami n bahkan melihat banyak tmn yang ambruk karena menanggap 
saham sebagai gambling bukan sebagai bisnis!

    Salam



    Powered by Telkomsel BlackBerry®


----------------------------------------------------------------------------

    From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> 
    Sender: [email protected] 
    Date: Sun, 31 Oct 2010 13:13:26 +0700
    To: <[email protected]>
    ReplyTo: [email protected] 
    Subject: [saham] Berterimakasilah Ke Underwriter Krakatau Steel


      
    Banyak yang saya baca mengeluh tentang tidak dapatnya penjatahan IPO
    saham Krakatau Steel (KS) walaupun sudah pesan ribuan lot dengan harga
    tinggi pula seperti 1150. Banyak trader yang pesan di bookbuilding
    dengan jumlah berkali lipat dari kemampuan membelinya karena banyak
    broker yang menyarankan demikian sehubungan dengan nantinya toh akan
    ada penjatahan sehingga yang akan dipenuhi diperkirakan sejumlah saham
    yang sebenarnya akan dibeli.

    Contohnya begini, bila ingin membeli 200 lot saham KS, maka pesan di
    bookbuilding 2000 lot di harga tertinggi misalnya 1150. Saya duga
    banyak broker yang menyarankan demikian ke para nasabahnya tanpa
    memberitahu bahayanya. Tidak pernah disebutkan resikonya bila ternyata
    diberikan semua pesanannya dan di harga tertinggi pula. Padahal
    underwriter memiliki hak untuk melakukan hal tersebut, dan
    pemesan/nasabah memiliki kewajiban untuk membayar sesuai pesanannya
    bila terpenuhi.

    Bayangkan saja, bila ternyata pemesanan saham KS yang 2000 lot
    dipenuhi semua dan di harga Rp1150 per lembar. Artinya anda harus
    menyiapkan uang sebesar Rp1.150.000.000 alias lebih dari satu milyar
    rupiah. Padahal niat awal anda hanya ingin membeli 200 lot atau
    sekitar Rp115.000.000. Anda harus mencari uang tambahan Rp1 milyar
    lebih untuk menutupi pesanan tersebut.

    Setelah anda mendapatkan 100% dari pesanan yang diajukan di harga
    tertinggi di Rp1150, bagaimana perasaan anda? Saya yakin akan cemas
    sekali. Cemas akan harga listing pertama nantinya berapa. Terbayang
    kerugian yang begitu besar ketika harga pas listing turun ke Rp1000.
    Kerugian mencapai Rp150 juta, padahal niat awal hanya mau beli Rp115
    juta, malah jadi rugi Rp150 juta. Bahaya inilah yang banyak tidak
    disadari oleh para trader karena berpikiran dan diinformasikan
    pesanannya tidak akan terpenuhi semua, padahal faktanya kalau pun mau
    dipenuhi semua oleh underwriter nya, adalah sangat mungkin. Sama
    seperti pameo yang mengatakan saham IPO pasti naik. Padahal faktanya,
    tidak semua saham IPO pasti naik di hari pertama. Ada saham IPO yang
    turun di hari pertama. Saya sudah ceritakan kasus IPO saham INCO dulu
    di tahun 1990.

    Perlu anda pahami lagi, dalam kondisi kemarin, dimana total nilai IPO
    KS berkisar Rp13 triliun, adalah sangat mungkin kalau underwriternya
    mau memberikan semua pesanan yang diajukan di harga Rp1150. Tapi saya
    menduga underwriter nya juga paham bahwa lokal yang pesannya di Rp1150
    itu jumlah lot nya adalah fake, alias sengaja dilebihkan berkali
    lipat. Bila ini dipenuhi, maka akan terjadi bencana di pasar modal.
    Banyak trader yang teriak2, banyak yang protes karena dipenuhi
    semuanya, dan bukan tidak mungkin banyak yang tidak sanggup membayar,
    dan pada akhirnya nanti perusahaan sekuritasnya juga yang kena dan
    harus nutupin. Bisa bangkrut perusahaan sekuritas itu kalau harus
    menutupi sekian banyak pesanan nasabahnya atas sara brokernya sendiri.

    Kalau ini terjadi, bisa dibayangkan bursa saham Indonesia akan crash
    karena para trader dipaksa jualan portfolionya di saham lain oleh
    sekuritasnya untuk memenuhi jumlah permintaan di IPO KS yg dipenuhi
    tersebut. Kalau sudah ada force sell berjamaah seperti itu, maka dari
    pengalaman yang lalu bisa tiba-tiba volume bid menghilang di banyak
    saham dan harga ditekan ke bawah dengan cepat. Terciptalah crash
    seperti akhir tahun 2008 lalu.

    Bersyukurlah kita karena underwriternya memperhitungkan hal ini
    sehingga anda para trader yang memesan di harga Rp1150 dengan jumlah
    lot berkali lipat, tidak perlu menghadapi resiko seperti saya
    ceritakan di atas. Bersyukur jugalah kita ancaman atau resiko terjadi
    crash di bursa akibat force sell berjamaah akibat IPO saham KS ini
    tidak terjadi

    Kalau pun sekarang underwriternya menetapkan harga di Rp850 per
    lembar, saya perkirakan sudah mereka perhitungkan dengan baik terkait
    risk dan reward yang ditanggung. Selain itu kemungkinan adanya
    pemikiran bahwa IPO KS ini perlu sukses di secondary market karena
    bisa berdampak pada rencana banyak IPO emiten lainnya. Setidaknya,
    harga saham KS nantinya tidak bergerak di bawah harga IPO. Syukur2
    bisa tercipta mekanisme harga yang baik sehingga bisa mengalami
    kenaikan yang lumayan.

    Menurut saya, otoritas bursa mulai perlu memperbaiki sistem book
    building ini agar para pemesan haruslah menunjukkan memiliki kemampuan
    untuk melunasi jumlah pemesanan bila dipenuhi 100% jumlah pemesanan.
    Terlalu menggampangkan dengan memberikan peluang memesan berkali lipas
    diatas kemampuan yang sebenarnya, akan sangat berbahaya bagi pasar
    modal kita di suatu hari kelak. Memang tujuan awalnya agar bisa
    terlihat banyak peminat, tapi hal ini menjadi semu sebenarnya karena
    tidak didukung oleh permintaan yang riil. Kita perlu menjaga bursa
    kita tetap sehat termasuk menjaga agar pasar IPO kita juga sehat,
    tidak manipulatif. Sesuatu yang semu itu akan cenderung rapuh karena
    tidak memiliki pondasi yang kuat.

    Semoga dapat menjadi masukan yang baik untuk regulator. Juga semoga
    bisa menjadi warning awal bagi para trader untuk di lain waktu
    berhati-hati melakukan pemesanan di masa book building agar tidak
    melakukan pemesanan melebihi dari kemampuan membeli yang sebenarnya.
    Ingatlah akan resiko yang mungkin anda tanggung, Jangan sampai
    keuntungan setahun yang sudah anda peroleh, ternyata harus habis
    dimakan IPO satu kali karena meleset dari perkiraan ketika semua
    jumlah pemesanan anda terpenuhi dan harga sahamnya turun di hari
    pertama listing, seperti contoh di atas.

    jabat erat,
    Irwan Ariston Napitupulu






  

Kirim email ke