Siapa pak sekuritasnya ? Kalo boleh tau Powered by BBerry®
-----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sun, 31 Oct 2010 06:58:25 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Berterimakasilah Ke Underwriter Krakatau Steel Bener Bang Irwan, saya juga ikut pesen KS lewat sekuritas, 100 lot udah setor 30jt sampe sekarang blm ada kabar dari tu sekuritas (padahal salah satu underwiternyo KS) di milis sdh byk yg dpt walaupun sedikt.. Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sun, 31 Oct 2010 06:23:15 To: Saham Groups<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Berterimakasilah Ke Underwriter Krakatau Steel Setuju p Irwan, saya sendiri pesan KS dan APL di securities berbeda, ternya hanya dapat APL itupun 70% tapi menurut saya ya rejeki cuma segitu (itupun kalau naik hehe) Terlalu gambling memesan banyak itu bukanlah seorang investor/trader tapi gambler! Jangan hanya mendengar cerita indah / yang untung gede tapi 3thn saya di bursa telah mengalami n bahkan melihat banyak tmn yang ambruk karena menanggap saham sebagai gambling bukan sebagai bisnis! Salam Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 31 Oct 2010 13:13:26 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Berterimakasilah Ke Underwriter Krakatau Steel Banyak yang saya baca mengeluh tentang tidak dapatnya penjatahan IPO saham Krakatau Steel (KS) walaupun sudah pesan ribuan lot dengan harga tinggi pula seperti 1150. Banyak trader yang pesan di bookbuilding dengan jumlah berkali lipat dari kemampuan membelinya karena banyak broker yang menyarankan demikian sehubungan dengan nantinya toh akan ada penjatahan sehingga yang akan dipenuhi diperkirakan sejumlah saham yang sebenarnya akan dibeli. Contohnya begini, bila ingin membeli 200 lot saham KS, maka pesan di bookbuilding 2000 lot di harga tertinggi misalnya 1150. Saya duga banyak broker yang menyarankan demikian ke para nasabahnya tanpa memberitahu bahayanya. Tidak pernah disebutkan resikonya bila ternyata diberikan semua pesanannya dan di harga tertinggi pula. Padahal underwriter memiliki hak untuk melakukan hal tersebut, dan pemesan/nasabah memiliki kewajiban untuk membayar sesuai pesanannya bila terpenuhi. Bayangkan saja, bila ternyata pemesanan saham KS yang 2000 lot dipenuhi semua dan di harga Rp1150 per lembar. Artinya anda harus menyiapkan uang sebesar Rp1.150.000.000 alias lebih dari satu milyar rupiah. Padahal niat awal anda hanya ingin membeli 200 lot atau sekitar Rp115.000.000. Anda harus mencari uang tambahan Rp1 milyar lebih untuk menutupi pesanan tersebut. Setelah anda mendapatkan 100% dari pesanan yang diajukan di harga tertinggi di Rp1150, bagaimana perasaan anda? Saya yakin akan cemas sekali. Cemas akan harga listing pertama nantinya berapa. Terbayang kerugian yang begitu besar ketika harga pas listing turun ke Rp1000. Kerugian mencapai Rp150 juta, padahal niat awal hanya mau beli Rp115 juta, malah jadi rugi Rp150 juta. Bahaya inilah yang banyak tidak disadari oleh para trader karena berpikiran dan diinformasikan pesanannya tidak akan terpenuhi semua, padahal faktanya kalau pun mau dipenuhi semua oleh underwriter nya, adalah sangat mungkin. Sama seperti pameo yang mengatakan saham IPO pasti naik. Padahal faktanya, tidak semua saham IPO pasti naik di hari pertama. Ada saham IPO yang turun di hari pertama. Saya sudah ceritakan kasus IPO saham INCO dulu di tahun 1990. Perlu anda pahami lagi, dalam kondisi kemarin, dimana total nilai IPO KS berkisar Rp13 triliun, adalah sangat mungkin kalau underwriternya mau memberikan semua pesanan yang diajukan di harga Rp1150. Tapi saya menduga underwriter nya juga paham bahwa lokal yang pesannya di Rp1150 itu jumlah lot nya adalah fake, alias sengaja dilebihkan berkali lipat. Bila ini dipenuhi, maka akan terjadi bencana di pasar modal. Banyak trader yang teriak2, banyak yang protes karena dipenuhi semuanya, dan bukan tidak mungkin banyak yang tidak sanggup membayar, dan pada akhirnya nanti perusahaan sekuritasnya juga yang kena dan harus nutupin. Bisa bangkrut perusahaan sekuritas itu kalau harus menutupi sekian banyak pesanan nasabahnya atas sara brokernya sendiri. Kalau ini terjadi, bisa dibayangkan bursa saham Indonesia akan crash karena para trader dipaksa jualan portfolionya di saham lain oleh sekuritasnya untuk memenuhi jumlah permintaan di IPO KS yg dipenuhi tersebut. Kalau sudah ada force sell berjamaah seperti itu, maka dari pengalaman yang lalu bisa tiba-tiba volume bid menghilang di banyak saham dan harga ditekan ke bawah dengan cepat. Terciptalah crash seperti akhir tahun 2008 lalu. Bersyukurlah kita karena underwriternya memperhitungkan hal ini sehingga anda para trader yang memesan di harga Rp1150 dengan jumlah lot berkali lipat, tidak perlu menghadapi resiko seperti saya ceritakan di atas. Bersyukur jugalah kita ancaman atau resiko terjadi crash di bursa akibat force sell berjamaah akibat IPO saham KS ini tidak terjadi Kalau pun sekarang underwriternya menetapkan harga di Rp850 per lembar, saya perkirakan sudah mereka perhitungkan dengan baik terkait risk dan reward yang ditanggung. Selain itu kemungkinan adanya pemikiran bahwa IPO KS ini perlu sukses di secondary market karena bisa berdampak pada rencana banyak IPO emiten lainnya. Setidaknya, harga saham KS nantinya tidak bergerak di bawah harga IPO. Syukur2 bisa tercipta mekanisme harga yang baik sehingga bisa mengalami kenaikan yang lumayan. Menurut saya, otoritas bursa mulai perlu memperbaiki sistem book building ini agar para pemesan haruslah menunjukkan memiliki kemampuan untuk melunasi jumlah pemesanan bila dipenuhi 100% jumlah pemesanan. Terlalu menggampangkan dengan memberikan peluang memesan berkali lipas diatas kemampuan yang sebenarnya, akan sangat berbahaya bagi pasar modal kita di suatu hari kelak. Memang tujuan awalnya agar bisa terlihat banyak peminat, tapi hal ini menjadi semu sebenarnya karena tidak didukung oleh permintaan yang riil. Kita perlu menjaga bursa kita tetap sehat termasuk menjaga agar pasar IPO kita juga sehat, tidak manipulatif. Sesuatu yang semu itu akan cenderung rapuh karena tidak memiliki pondasi yang kuat. Semoga dapat menjadi masukan yang baik untuk regulator. Juga semoga bisa menjadi warning awal bagi para trader untuk di lain waktu berhati-hati melakukan pemesanan di masa book building agar tidak melakukan pemesanan melebihi dari kemampuan membeli yang sebenarnya. Ingatlah akan resiko yang mungkin anda tanggung, Jangan sampai keuntungan setahun yang sudah anda peroleh, ternyata harus habis dimakan IPO satu kali karena meleset dari perkiraan ketika semua jumlah pemesanan anda terpenuhi dan harga sahamnya turun di hari pertama listing, seperti contoh di atas. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu
