Namanya aja nama cewek, Martina. Jadi lagi datang bulan kali :-))

--- In [email protected], Saleh Dwi Mardiyanto <salehdwimardiyanto@...> 
wrote:
>
>  
> Bro, mengapa MBTO malah berdarah nih?
> 
> --- Pada Kam, 13/1/11, positif01 <positif01@...> menulis:
> 
> 
> Dari: positif01 <positif01@...>
> Judul: [saham] Sedikit ulasan etik/hukum tentang bisnis Bakrie
> Kepada: 
> Tanggal: Kamis, 13 Januari, 2011, 4:37 AM
> 
> 
>   
> 
> 
> 
> Menarik mencoba untuk mengulas sepak terjang dan kiprah grup konglomerasi 
> industrial Bakrie dalam kancah bisnis Indonesia. Sebagai konglomerasi yang 
> terbanyak mencatatkan korporasi usahanya di pasar saham Indonesia, grup 
> Bakrie selalu menjadi bahan ulasan dan pembicaraan yang menarik dari waktu ke 
> waktu. Sejumlah investor punya pengalaman beragam mulai dari yang merasa 
> 'dikecewakan' (tentunya karena merugi dalam valuasi portofolio) sampai yang 
> merasa 'dibahagiakan' karena portofolio aset emiten Bakrie-nya berlipat ganda 
> berkat aksi dan manuver korporasi yang tidak mudah diantisipasi.
> 
> 
> Lepas dari kontroversi yang ada, emiten-emiten Bakrie memiliki peranan yang 
> masih sangat penting dalam mempengaruhi likuiditas dan volatilitas 
> perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Selalu menjadi pertanyaan bagi 
> investor, dan memang seharusnya selalu bertanya di tiap awal pengambilan 
> keputusan untuk masuk berinvestasi atau tidak dalam saham-saham tertentu, 
> tidak terkecuali emiten grup Bakrie. Meminjam pernyataan Warren Hellman 
> bahwa semua keputusan investasi yang profesional itu pada awalnya harus 
> dinilai dengan "guilty until proven innocent", sebagai bagian dari 
> pelaksanaan 'risk assessment'.
> 
> 
> Terkait dengan grup Bakrie, pertanyaan yang sering terdengar adalah keraguan 
> akan itikad baik dari manajemen grup dalam pengelolaan perusahaan. Referensi 
> utamanya biasanya, adalah tentang pertanggungjawaban 'bencana' lumpur 
> Lapindo, praktik suap-menyuap untuk kepentingan pajak yang sekarang mencuat 
> dengan drama Gayus, dan praktik akuntansi yang tidak profesional dengan 
> 'kesalahan' pengelolaan data. Saya mencoba untuk tidak hanya melihat hal-hal 
> yang 'tidak baik' yang dapat diluruskan dan diperbaiki 'lebih baik' di masa 
> datang, tetapi juga melihat apakah 'kekurangbaikan' tersebut menjadi 
> satu-satunya faktor penentu keberhasilan suatu usaha yang dikelola melalui 
> beberapa generasi dan tim yang majemuk dan kompleks. Persepsi negatif 
> tersebut akan berhenti menjadi 'meniadakan' jika kita melihat 'usaha' atau 
> bisnis sebagai bentuk yang statis/tidak berubah, sementara sejatinya bisnis 
> itu penuh dinamika, proses dan fluktuasi. Selama bisnis dikendalikan oleh
>  manusia maka ekses bawaan dari perilaku manusia yang mengelola sedikit 
> banyak akan turut mewarnai bisnis tersebut. Pertanyaannya, apa iya hanya grup 
> usaha Bakrie yang punya 'catatan' kurang baik dalam 'etik'/hukum? Apa iya 
> yang pernah 'bermasalah' maka jalan hidup/bisnisnya akan terus bermasalah? 
> Apa iya, tidak ada komitmen dan realisasi perubahan dalam bisnis ke depan? 
> Jawabnya sederhana saja, jika coba melihat yang terjadi di luar sana, ketika 
> kita mencoba berpikir 'out of the box', dan saya murni mencoba melihat 
> sebagai pebisnis dari kacamata bisnis, dan menyerahkan isu-isu non-bisnis 
> dalam konteks dan tempat yang lain yang lebih sesuai.
> 
> 
> -Isu bencana lumpur Lapindo:
> 
> 
> The Exxon Valdez oil spill occurred in Prince William Sound, Alaska, on March 
> 24, 1989, when the Exxon Valdez, an oil tanker bound for Long Beach, 
> California, struck Prince William Sound's Bligh Reef and spilled 260,000 to 
> 750,000 barrels (41,000 to 119,000 m3) of crude oil. It is considered to be 
> one of the most devastating human-caused environmental disasters. As 
> significant as the Valdez spill wasâ€"the largest ever in U.S. waters until 
> the 2010 Deepwater Horizon oil spill. 
> (http://en.wikipedia.org/wiki/Exxon_Valdez_oil_spill)
> 
> 
> Tanya: apakah Exxon kemudian di-delisted dari NYSE dan usahanya jatuh 
> bankrut? Jawab: sama sekali tidak, justru ExxonMobil merupakan perusahaan 
> dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia: Rp3.860 triliun atau 3 kali APBN 
> Indonesia.
> 
> 
> Masih kurang yakin?
> 
> 
> Belum lama ini. The Deepwater Horizon oil spill (also referred to as the BP 
> oil spill, the Gulf of Mexico oil spill, the BP oil disaster or the Macondo 
> blowout)[6][7][8] is an oil spill in the Gulf of Mexico which flowed for 
> three months in 2010. The impact of the spill still continues even after the 
> well was capped. It is the largest accidental marine oil spill in the history 
> of the petroleum industry. 
> (http://en.wikipedia.org/wiki/Deepwater_Horizon_oil_spill)
> 
> 
> Tanya: apakah BP kemudian hilang dari peredaran akibat besarnya tanggung 
> jawab hukum? Jawab: BP Plc, masih tercatat sebagai perusahaan minyak dunia 
> dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga setelah Chevron Texaco: Rp1.493 
> triliun.
> 
> 
> -Isu praktik suap/etik pelaporan keuangan:
> 
> 
> Jika sistem hukum dan, yang lebih penting, penegakan hukumnya ('enforcement') 
> di Indonesia seperti negara maju, misalnya di AS, Anda akan menemukan bahwa 
> pelanggaran etik bahkan kriminal korporasi itu, meski tidak dapat dibenarkan, 
> adalah hal yang tidak aneh terjadi. Persoalannya, ketika menganalisis ini 
> dalam kacamata bisnis maka gunakan pendekatan bisnis bagaikan seorang CEO, 
> bukan seorang Jaksa Agung. Bisnis tidak selalu identik dengan manajemen, 
> meskipun manajemen adalah faktor penting. Akan tetapi, manajemen yang buruk 
> selalu bisa diubah, sementara kesempatan bisnis akan selalu menjadi peluang 
> usaha yang tidak berkurang karena perilaku satu-dua pengelolanya.
> 
> 
> Di AS yang sistem hukumnya begitu terbuka dan melegitimasi, misalnya dalam 
> dunia korporasi dan pasar modal, penyelesaian ('settlement') perkara hukum 
> yang melibatkan perusahaan tanpa harus melanjutkan ke proses hukum yang 
> berbelit adalah hal yang biasa. Anda bisa lihat banyak sekali penyelesaian 
> seperti ini yang dilakukan oleh SEC (Securities Exchange and Commission) AS. 
> Sebut saja yang terakhir adalah Goldman Sachs, misalnya, yang memilih untuk 
> membayar denda. Yang perlu Anda tanyakan adalah, apakah Goldman Sachs dengan 
> melakukan penyelesaian perkara, kemudian usahanya berhenti, bubar dan tutup? 
> Justru tidak, Goldman Sachs masih tercatat sebagai 'underwriter' terbesar 
> ketiga di dunia untuk transaksi selama 2010, dan sahamnya tercatat di bursa.
> 
> 
> SEC-The list below provides links to notices and orders concerning the 
> institution and/or settlement of administrative proceedings. 
> (http://www.sec.gov/litigation/admin.shtml)
> 
> 
> Masih kurang yakin? Silakan buka satu-satu tiap tahun dalam situs SEC, 
> perusahaan-perusahaan besar yang menyelesaikan perkara hukumnya. Anda akan 
> temukan banyak sekali emiten big dan bahkan large caps AS. Apakah mereka 
> menjadi busuk karena pernah melakukan 'kesalahan'
> 
> 
> Moral of the story dari ulasan ini adalah untuk mengingatkan bahwa 'business 
> is a business'. Sebagaimana, manusia, tidak ada yang luput dari kesalahan. 
> Persoalannya, Anda ingin berkutat dengan kesalahan saja atau mencoba melihat 
> peluang di masa depan. Bagi saya, dakwaan 'guilty until proven innocent' bagi 
> BNBR sudah pantas untuk disesuaikan menjadi 'benefit of the doubt' dengan 
> langkah-langkah serius yang coba diambil oleh manajemen BNBR. 
> 
> 
> Saya pebisnis, bukan jaksa atau pengacara apalagi sosiologi. "I see business 
> not victims or perpetrators"
> 
> 
> '+'
>




------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke