IMHO inflasi akibat distribusi tidak lancar = cost push. Mungkin ada benernya jg BI niru China spt kata bang IAN
2011/1/14 kelinci homo <[email protected]> > > > Kata temen.. Inflasi indonesia bukan karena cost push ataupun demand > > Tapi dari sisi supply side dan distribusi barang tidak lancar. > > Saya check ke beberapa teman pedagang kurang lebih sama. Sales gak > seberapa.. Tapi harga terpaksa naik karena barang gak ada. > > Indonesia kalau mau turunkan inflasi harus perbaiki infrastruktur. Jalan > tol dan kereta api musti dikebut. Kalau pake kebijakan moneter aja gak bisa > efektif. > > mobile > ------------------------------ > *From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Fri, 14 Jan 2011 17:48:14 +0700 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [saham] Bank Sentral China naikan GWM 50 bps menjadi 19% > > > > Saya hanya mau tunjukkan saja bahwa untuk meredam inflasi yg karena > kenaikan biaya atau dalam buku2 lebih dikenal cost push inflation, maka > salah satu jalan keluar yg cukup efektif adalah dengan menaikkan GWM. > > China tahu bahwa inflasi yg terjadi lebih dikarenakan kenaikan biaya2 dan > bukan disebabkan kenaikan permintaan/demand (demand push inflation). > > Itu sebabnya saya menyarankan ke kawan2 di BI, sebaiknya kebijakan yg > diambil adalah menaikkan GWM dari 8% menjadi katakanlah 10-12%. BI rate > tetap di 6,5%. Kita nyontoh saja dengan China, bagaimana mereka berupaya > dalam memerangi inflasi di negaranya. > > Memang, kebijakan ini akan terasa memberatkan perbankan mengingat profit > mereka bisa berkurang. Tapi saya pikir sudah saatnya perbankan kali ini > mengalah dulu demi sektor riil. Toh selama ini perbankan sudah banyak > dibantu oleh BI, khususnya ketika krisis dulu. Sekarang, mengalah sedikitlah > keuntungannya berkurang. > > Walau demikian, saya percaya kawan2 di BI akan mengeluarkan kebijakan yg > mereka anggap terbaik, karena mereka yg memiliki data lebih lengkap dari > saya untuk pengambilan keputusan akhir. > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > On Fri, Jan 14, 2011 at 5:24 PM, Daud Hardjakusumah <[email protected]>wrote: > >> >> >> Artinya apa bang? awam banget nih.. >> >> Nanti suku bunganya gimana bang? naek apa turun? >> >> Daud Muhamad Samsudin Hardjakusumah >> [email protected] >> sidaut.blogspot.com >> >> >> ------------------------------ >> *From:* Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> >> *To:* [email protected] >> *Sent:* Fri, January 14, 2011 1:17:26 PM >> >> *Subject:* [saham] Bank Sentral China naikan GWM 50 bps menjadi 19% >> >> >> >> Barusan news keluar di monitor saya, bank sentral china menaikkan >> >> Reserver Requirement (RR) atau bahasa Indonesia Giro Wajib Minimum >> sebesar 50 basis poin dari 18,5% menjadi 19%. Efektif 20 Januari 2011. >> >> Mumpung tadi topiknya sempat menyinggung soal China. >> >> BEIJING (Dow Jones)--China's central bank said Friday it will raise >> banks' reserve requirement ratio by 50 basis points, following six >> hikes last year. >> >> The increase, which takes effect Jan. 20, is the latest move by China >> to curb inflation, after the consumer price index rose 5.1% in >> November from a year earlier, the fastest increase in over two years. >> >> It comes after the PBOC raised benchmark lending and deposit rates >> Dec. 25, the second such hike last year. >> >> The last PBOC reserve requirement ratio hike took effect Dec. 20. >> China's official reserve requirement ratio for most banks will be 19% >> after the latest hike takes effect, based on the PBOC's announcements. >> >> However, state media have reported the central bank may have verbally >> ordered some banks to set aside more reserves after they had increased >> lending. The PBOC hasn't confirmed or denied the reports. >> >> -Victoria Ruan contributed to this article, Dow Jones Newswires; 8610 >> 8400 7799; [email protected] <victoria.ruan%40dowjones.com> >> >> >> >> > >
