Jalan bagus, jalur distribusi lancar, otomatis salah satu cost berkurang. Bayangin aja kaya pantura jalan ancur lebur, yang harusnya satu hari nyampe bisa misal 2 hari, cost sewa truck, supir, bbm otomatis naek. Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: Daud Hardjakusumah <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 14 Jan 2011 03:14:16 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Bank Sentral China naikan GWM 50 bps menjadi 19% mengutip dari postingan dibawah : "Indonesia kalau mau turunkan inflasi harus perbaiki infrastruktur." Bisa tolong berikan contoh kasus atau implementasinya? Saya gak ngerti.. (serius ini) - orang awam kayak saya mikirnya.. : Harga harga akan turun (cabai dll) dengan perbaikan jalan dan rel? hubungannya dimana ya? note : saya cuma tukang gambar Daud Muhamad Samsudin Hardjakusumah [email protected] sidaut.blogspot.com ________________________________ From: "[email protected]" <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, January 14, 2011 2:03:23 PM Subject: Re: [saham] Bank Sentral China naikan GWM 50 bps menjadi 19% Yg berseragam yg susah tu. Seragam kuning ijo item semau mau ________________________________ From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 14 Jan 2011 18:01:52 +0700 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Bank Sentral China naikan GWM 50 bps menjadi 19% Oh, kalau untuk yg satu ini, jalan keluarnya gampang saja, munculkan kembali petrus alias penembak misterius....hehehehe. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/1/14 <[email protected]> > >Tambah lg jatah preman. Berseragam dan tidak. Bener2 gila. ________________________________ >From: "kelinci homo" <[email protected]> >Sender: [email protected] >Date: Fri, 14 Jan 2011 10:53:22 +0000 >To: <[email protected]> >ReplyTo: [email protected] >Subject: Re: [saham] Bank Sentral China naikan GWM 50 bps menjadi 19% > > >Kata temen.. Inflasi indonesia bukan karena cost push ataupun demand > >Tapi dari sisi supply side dan distribusi barang tidak lancar. > >Saya check ke beberapa teman pedagang kurang lebih sama. Sales gak seberapa.. >Tapi harga terpaksa naik karena barang gak ada. > >Indonesia kalau mau turunkan inflasi harus perbaiki infrastruktur. Jalan tol >dan >kereta api musti dikebut. Kalau pake kebijakan moneter aja gak bisa efektif. > > >mobile ________________________________ >From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> >Sender: [email protected] >Date: Fri, 14 Jan 2011 17:48:14 +0700 >To: <[email protected]> >ReplyTo: [email protected] >Subject: Re: [saham] Bank Sentral China naikan GWM 50 bps menjadi 19% > > >Saya hanya mau tunjukkan saja bahwa untuk meredam inflasi yg karena kenaikan >biaya atau dalam buku2 lebih dikenal cost push inflation, maka salah satu >jalan >keluar yg cukup efektif adalah dengan menaikkan GWM. > >China tahu bahwa inflasi yg terjadi lebih dikarenakan kenaikan biaya2 dan >bukan >disebabkan kenaikan permintaan/demand (demand push inflation). > >Itu sebabnya saya menyarankan ke kawan2 di BI, sebaiknya kebijakan yg diambil >adalah menaikkan GWM dari 8% menjadi katakanlah 10-12%. BI rate tetap di 6,5%. >Kita nyontoh saja dengan China, bagaimana mereka berupaya dalam memerangi >inflasi di negaranya. > >Memang, kebijakan ini akan terasa memberatkan perbankan mengingat profit >mereka >bisa berkurang. Tapi saya pikir sudah saatnya perbankan kali ini mengalah dulu >demi sektor riil. Toh selama ini perbankan sudah banyak dibantu oleh BI, >khususnya ketika krisis dulu. Sekarang, mengalah sedikitlah keuntungannya >berkurang. > > >Walau demikian, saya percaya kawan2 di BI akan mengeluarkan kebijakan yg >mereka >anggap terbaik, karena mereka yg memiliki data lebih lengkap dari saya untuk >pengambilan keputusan akhir. > >jabat erat, >Irwan Ariston Napitupulu > > >On Fri, Jan 14, 2011 at 5:24 PM, Daud Hardjakusumah <[email protected]> wrote: > > >> >> >>Artinya apa bang? awam banget nih.. >> >>Nanti suku bunganya gimana bang? naek apa turun? >> >> Daud Muhamad Samsudin Hardjakusumah >>[email protected] >>sidaut.blogspot.com >> >> >> >> >> ________________________________ From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> >>To: [email protected] >>Sent: Fri, January 14, 2011 1:17:26 PM >> >>Subject: [saham] Bank Sentral China naikan GWM 50 bps menjadi 19% >> >> >>Barusan news keluar di monitor saya, bank sentral china menaikkan >> >>Reserver Requirement (RR) atau bahasa Indonesia Giro Wajib Minimum >>sebesar 50 basis poin dari 18,5% menjadi 19%. Efektif 20 Januari 2011. >> >>Mumpung tadi topiknya sempat menyinggung soal China. >> >>BEIJING (Dow Jones)--China's central bank said Friday it will raise >>banks' reserve requirement ratio by 50 basis points, following six >>hikes last year. >> >>The increase, which takes effect Jan. 20, is the latest move by China >>to curb inflation, after the consumer price index rose 5.1% in >>November from a year earlier, the fastest increase in over two years. >> >>It comes after the PBOC raised benchmark lending and deposit rates >>Dec. 25, the second such hike last year. >> >>The last PBOC reserve requirement ratio hike took effect Dec. 20. >>China's official reserve requirement ratio for most banks will be 19% >>after the latest hike takes effect, based on the PBOC's announcements. >> >>However, state media have reported the central bank may have verbally >>ordered some banks to set aside more reserves after they had increased >>lending. The PBOC hasn't confirmed or denied the reports. >> >>-Victoria Ruan contributed to this article, Dow Jones Newswires; 8610 >>8400 7799; [email protected] >> >> >> >> > > >
